Selasa, 14 Juni 2016

Ajian Santet Kanjeng Nyai Lawu


SANTET KANJENG NYAI LAWU

Di wilayah pegunungan Lawu, Magetan, Jatim ada sebuah danau yang indah yaitu danau sarangan. Danau ini adalah tujuan wisata nomor satu di Magetan. Pengunjungnya luar biasa banyak pada saat hari libur.Tapi tahukah Anda, bahwa danau ini memiliki energi supranatural yang dahsyat? Itu karena di dasar danau tersebut ada “penunggu” yaitu makhluk halus perempuan murid Kanjeng Ratu Roro Kidul. Kaum dukun aliran hitam menyebutnya Kanjeng Nyai Lawu. Banyak dukun memanfaatkan Kanjeng Nyai Lawu ini untuk mendapatkan kekuatan supranatural.
Pada malam hari, para dukun itu mengadakan ritual pemanggilan Kanjeng Nyai yang bersemayam di istananya di dasar danau. Memberi sesajen beraneka rupa, dan mantra yang isinya sebagai berikut: “Kanjeng Nyai Lawu, kekayaan yang saya kumpulkan ini kekayaanmu. Panjenengan adalah sesembahan saya, ratu saya. Selama Anda memberi saya kekuatan gaib, saya akan terus tunduk dan memberikan sesajen saya”
Dan Kanjeng Nyai pun datang menemui sang dukun dan Kanjeng Nyai mengeluarkan “tai” atau “muntah” kotoran. Oleh sang dukun, tai dan muntahan itu kemudian ditelan. Sang dukun pun mendapatkan kesaktian yang luar biasa dahsyat. Bila dukun itu mengarahkan kekuatannya kepada seorang korban, maka korban akan mengalami bisul-bisul serta penyakit kulit yang sangat sukar disembuhkan. Ini adalah semacam santet berupa penyakit-penyakit kotor manusia. Dukun itu kemudian mengalami sukses luar biasa. Dia akan menjadi kaya raya dan termasyhur di jagad paranormal.
Untuk menyembuhkan penyakit santet hasil kiriman dukun santet seperti ini, caranya adalah Anda perlu memiliki kekuatan batin tingkat tinggi hasil latihan olah batin yang terus menerus. Langkah khusus selanjutnya adalah duduk dalam posisi meditasi.
Letakkan telapak tangan kiri dibawah telapak tangan kanan di depan dada. Posisi kedua telapak tangan mencengkeram seperti belut. Lalu visualisasikan seekor naga hijau terbang di angkasa dan muncul dari balik awan. Naga itu diutus Tuhan Yang Maha Perkasa untuk membantu kita. Kemudian memuntahkan sinar putih dan arahkan ke tubuhkorban untuk mensucikan penyakit kulitnya sebanyak 7 kali. Dan bacalah ayat kursi dan sampai ayat berikut ini: Walaa ya-uuduhu hifdzuhumaa ( baca 108 kali).
Selanjutnya, pasrahkan diri pada Tuhan Yang Maha Perkasa apapun yang terjadi dan lupakan bahwa Anda telah membantu orang lain.

Ajian Santet Partai Politik

SANTET PARPOL

DSC05038Dunia politik adalah dunia kepentingan. Siapa ingin mengalahkan siapa. Siapa ingin mengangkat dan menjatuhkan siapa. Saya ingin berkuasa dan mengalahkan pihak lain dengan berbagai cara. Fitnah dan menghembuskan isu negatif kepada pihak lawan menjadi sesuatu yang halal dan diperbolehkan. Intinya, TUJUAN MENANG itu menjadi TUHAN YANG HARUS DIUTAMAKAN, sementara CARA adalah STRATEGI APA SAJA YANG BISA DITEMPUH TANPA BOLEH MENYIMPANG DARI TUJUAN. POKOKNYA HARUS MENANG!!! Itulah logika politik yang tanpa etika.
Beberapa saat yang lalu saat menjelang pemilihan legislatif, paranormal juga kebanjiran order dari para calon legislatif dan partai . Sayangnya tidak semua calon legislatif dan partai itu menang . Padahal, jutaan rupiah melayang ke tangan para paranormal tersebut. Ongkos mistik haruskah dibayar mahal?
Santet adalah cara yang biasa dilakukan oleh paranormal untuk melumpuhkan kekuatan. Tidak hanya kekuatan personal melainkan juga kekuatan sosial. Tidak percaya? Inilah yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Sebuah partai politik yang sudah sekian lama mendominasi kota lumpur ini disantet. Entah apakah karena santet itu akhirnya partai politik tersebut kalah telak oleh partai lain. Ataukah sebaliknya, isu santet itu justeru dijadikan ajang untuk membunuh karakter partai yang menang.
Pada suatu pagi, seorang petugas keamanan di DPRD Kab Sidoarjo menemukan bungkusan santet yang isinya seonggok benda yang dibentuk sedemikian rupa seperti salib yang dibungkus dengan kain putih. Di dalamnya ada tulisan: Partai XXX
Dari kasus yang ditemukan ini, setidaknya kita bisa menggartisbawahi bahwa fenomena mistik masih berakar urat di dalam benak psikologi massa di Indonesia. Entah untuk tujuan apa…. Semoga kita tidak terbawa untuk mengartikan dan mengolah tata cara mistik dalam arti yang sempit dan kriminal untuk tujuan kepentingan jangka pendek.
Wong Alus
DSC05028
DSC05032

Ilmu Sapta Dharma

SAPTA DHARMA

Di tembok rumah sang pendirinya, tiba-tiba muncul gambar-gambar dan tulisan yang kelak menjadi lambang, nama, serta ajaran-ajaran pokok Sapta Darma… Bagi kalagan umum disebut aliran kebatinan, bagi penganut Sapta Darma disebut ajaran kerokhanian. Diantara berbagai aliran kebatinan lain yang ada di tanah air, umur Sapta Darma tergolong muda dan modern. Meskipun sudah diakui pemerintah, namun hingga kini masih saja ada saja yang masih mempermasalahkannya dengan berbagai tuduhan yang miring.
Apa yang salah dengan aliran Sapta Darma? Bukankah negeri ini dasarnya adalah Pancasila dimana dalam sila pertamanya tercantum Ketuhanan Yang Maha Esa dan aliran ini bahkan mewajibkan warganya menyembah Tuhan yang satu, Allah Yang Maha Kuasa dan penganutnya berkewajiban menjalankan hidupnya berdasarkan tujuh kewajiban suci (darma), agar selamat hidup dunia dan akhirat.
Sapta Dharma bukanlah aliran sesat yang menyembah berhala dan meminum darah musuh demi mendapatkan kesaktian, Sapta Darma adalah aliran yang ingin agar penganutnya menjadi manusia yang berbudi luhur dan Pancasilais.
Tapi, lihatlah banyak fakta yang terjadi dimana masyarakat yang mengaku beragama tertentu menyerang para penganut aliran kebatinan tersebut dengan berbagai dalih. Kenapa hingga kini berbagai aliran kepercayaan/ aliran kebatinan itu masih dipandang sebelah mata? Bukankah mereka tumbuh berkembang sebagai hasil interaksi manusia asli Indonesia dengan alam dan Tuhan?
Sejarah adalah bukti bagaimana pemerintah kita mengakui eksistensi berbagai aliran kebatinan di nusantara. Dimulai pada tanggal 19 dan 20 Agustus 1955 di Semarang diadakan kongres dari berpuluh-puluh aliran kebatinan yang ada di berbagai daerah dilanjut dengan Kongres berikutnya pada tanggal 7 Agustus 1956 di Surakarta dan dua kongres serta seminar mengenai masalah kebatinan dalam tahun 1959, 1961 dan 1962.
Aliran kepercayaan/ kebatinan merupakan budaya lokal dengan anggota yang jumlahnya berkisar antara 200 orang hingga ribuan orang. Yang termasuk aliran kecil adalah berjumlah 200 orang misalnya PANCASILA HANDAYANINGRATAN dari Surakarta; ILMU KEBATINAN KASUNYATAN dari Yogyakarta; ILMU SEJATI dari Madiun; dan TRIMURTI NALURI MAJAPAHIT dari Mojokerto, PENUNGGALAN, PERUKUNAN KAWULA MANEMBAH GUSTI, JIWA AYU dan dan lain-lain.
Ada pula aliran kebatinan yang tergolong besar yang beranggotakan lebih dari 1000 orang yang tersebar di berbagai daerah. Yang termasuk aliran dengan banyak pengikut di antaranya HARDOPUSORO dari Purworejo, Susila Budi Darma (SUBUD) yang asalnya berkembang di Semarang, Paguyuban Ngesti Tunggal (PANGESTU) dari Surakarta, Paguyuban SUMARAH dan SAPTA DHARMA dari yogyakarta.
HARDOPUSORO adalah yang tertua diantara kelima gerakan yang terbesar itu, didirikan oleh Kyai KUSUMOWIDJITRO, seorang kepala desa di desa Kemanukan, Purworejo pada tahun 1895. Ia menerima wahyu yang semula disebut KAWRUH KASUNYATAN GAIB. Ajaran-ajarannya termaktub dalam dua buah buku ynag oleh para pengikutnya sudah hampir dianggap keramat, yaitu Buku KAWULA GUSTI dan WIGATI.
Susila budi (SUBUD) didirikan pada tahun 1925 di semarang, pusatnya sekarang berada di jakarta. Mereka tidak menyebut diri sebagai aliran kebatinan, melainkan “pusat latihan kejiwaan”. Anggota-anggotanya yang berjumlah beberapa ribu itu tersebar di berbagai kota diseluruh indonesia dan mempunyai sebanyak 87 cabang di luar negeri. Banyak dari para pengikutnya adalah orang Asia, Eropa, Australia dan Amerika. Doktrin ajaran organisasi itu dimuat dalam buku berjudul SUSILA BUDHI DHARMA.
PAGGUYUBAN NGESTI TUNGGAL, atau lebih terkenal dengan nama PANGESTU adalah sebuah budaya kebatinan lain yang luas jangkauannya. Gerakan ini didirikan oleh Soenarto, yang di antara tahun 1932 dan 1933 menerima wangsit yang oleh kedua orang pengikutnya dicatat dan kemudian diterbitkan menjadi buku Serat Sasangka Jati.
Pangestu didirikan di surakarta pada bulan mei 1949, dan anggota-anggotanya berkisar antara 50.000 orang tersebar di banyak kota di Indonesia. Anggota yang berasal dari daerah pedesaan banyak yang tinggal di pemukiman transmigrasi di Sumatera dan Kalimantan. Majalah yang dikeluarkan organisasi itu DWIJAWARA merupakan tali pengikat persaudaraan Pangestu.
PAGUYUBAN SUMARAH diprakarsai oleh R. Ng. Sukirno Hartono dari Yogyakarta. Ia mengaku menerima wahyu pada tahun 1935. Pada akhir tahun 1940 mengalami kemunduran, namun berkembang kembali tahun 1950 di yogyakarta. Jumlah anggotanya kini sudah mencapai 115.000 orang baik yang berasal dari golongan priyayi maupun dari kelas-kelas masyarakat lain.
SAPTA DARMA adalah yang termuda dari kelima gerakan kebatinan yang terbesar di jawa yang didirikan pada 27 Desember tahun 1952 oleh Hardjosapuro yang kemudian mengganti namanya menjadi Panuntun Sri Gutomo. Beliau berasal dari desa Keplakan, Pare, Kediri. Berbeda dengan keempat organisasi yang lain, SAPTA DARMA beranggotakan orang-orang dari daerah pedesaan dan orang-orang pekerja kasar yang tinggal di kota-kota. Walaupun demikian para pemimpinnya hampir semua priyayi. Buku yang berisi ajarannya adalah KITAB PEWARAH SAPTA DARMA.
AJARAN SAPTA DARMA
Pemeluk SAPTA DARMA mendasarkan apa saja yang dilakukan sebagai suatu ibadah, baik makan, tidur, dan sebagainya. Tetapi ibadah utama yang wajib dilakukan adalah SUJUD, RACUT, ENING dan ULAH RASA. SUJUD, adalah ibadah menyembah Tuhan; sekurang-kurangnya dilakukan sekali sehari.
RACUT, adalah ibadah menghadapnya Hyang Maha Suci/Roh Suci manusia ke Hyang Maha Kuwasa. Dalam ibadah ini, Roh Suci terlepas dari raga manusia untuk menghadap di alam langgeng/surga. Ibadah ini sebagai bekal perjalanan Roh setelah kematian. ENING, adalah semadi, atau mengosongkan pikiran dengan berpasrah atau mengikhlaskan diri kepada Sang Pencipta. ULAH RASA, adalah proses relaksasi untuk mendapatkan kesegaran jasmani setelah bekerja keras/olah raga.
Warga Sapta Darma tidak membicarakan surga dan neraka, tetapi mempersilahkan warga Sapta Darma untuk melihat sendiri adanya surga dan neraka tersebut dengan cara racut. Kejahatan, kesemena-menaan, dan sebagainya mencerminkan neraka dengan segenap reaksi yang ditimbulkannya. Begitu juga dengan kebaikan seperti bersedekah, mengajarkan ilmu, menolong sesama mencerminkan surga.
SAPTA DARMA lebih fokus pada pengembangan budi pekerti yang saat ini semakin terdegradasi di negeri kita. Seperti tawuran pelajar ada di mana-mana, pemerkosaan terhadap anak-anak dan perempuan, perdagangan manusia, semua terjadi hampir tiap hari. Semua catatan segala penyimpangan akan terus bertambah dan barangkali bisa menjadi daftar panjang tidak berkesudahan. Belum lagi apabila ditambah dengan korupsi yang dilakukan para politikus dan pejabat negeri ini.
Salah satu upaya untuk memperbaiki situasi adalah dengan terus menumbuhkembangkan budi pekerti sebagaimana yang dilakukan oleh aliran kerohanian Sapta Dharma. Inti dari ajaran aliran yang asal-muasalnya dari tanah Jawa itu adalah menyelaraskan kehidupan manusia dengan alam, sesama, dan Sang Maha Pencipta.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Srati Dharma Pusat Yogyakarta Subiyantoro mengungkapkan, aliran yang intinya pada penggalian budi pakarti luhur itu diterima kali pertama oleh Hardjosapuro yang setelah menerima wahyu bergelar rohani Sri Gutomo pada Desember 1952 di Pare, Kediri.
Dikisahkan saat proses awal Hardjosapuro menerima wahyu. Sewaktu dia Waktu itu, dia merasa tidak enak badan, lantas mengambil tikar dan berusaha tidur di lantai. Tiba-tiba dia merasakan suatu getaran hebat dan tergerak untuk menghadap ke timur. Di tengah-tengah situasi menggetarkan itu, dia beberapa kali merasa meneriakkan sesuatu. Setelah mengalami peristiwa aneh, dia kemudian menceritakan kepada teman-temannya.
Semula tidak ada yang percaya tetapi setelah semua ikut mengalami akhirnya percaya bahwa ada kekuatan yang mendorong mereka untuk menumbuhkembangkan budi pekerti luhur. Bukan sebatas itu, yang fenomenal adalah di tembok rumah Harjosapuro muncul gambar-gambar dan tulisan yang kelak menjadi lambang, nama, serta ajaran-ajaran pokok Sapta Dharma.
Semenjak itulah, berkembang aliran kerohanian yang bernama Sapta Dharma hingga kini sudah tersebar di seluruh propinsi di Indonesia.
Menurut Subiyantoro ajaran SAPTA DARMA terbuka bagi siapa saja dengan latar belakang berbeda-beda. Tidak ada diskriminasi dalam ajaran kerokhanian tersebut. Dijelaskan Subiyantoro, Ritual SAPTA DARMA adalah Ritual Sujud seperti layaknya orang berdoa untuk melakukan penggalian rohani. Dalam sujud tersebut, para penganut meluhurkan Allah yang Mahakuasa, mengakui kesalahan dan bertobat tidak melakukan kesalahan lagi.
SETIAP KALI SUJUD, SESEORANG BISA MEMAKAN WAKTU 1,5 JAM BAHKAN LEBIH. WAKTU TIDAK BISA MEMBATASI SESEORANG HARUS SELESAI SUJUD, TERGANTUNG PADA GETARAN YANG MEREKA RASAKAN. PADA TAHAPAN TERTENTU, SESEORANG BISA BERUBAH POSISI DARI SEMULA DUDUK BERSILA PERLAHAN-LAHAN TERTUNDUK SAMPAI KEPALA MENYENTUH LANTAI. “Ajaran Sapta Darma yang pada intinya budi pekerti luhur memang untuk menumbuhkan pikiran, sikap, dan perilaku berbudi pekerti luhur setiap insan,” tuturnya.

Sujud dan Dua Belas Saudara
Dalam sujud manembah yang telah diuraikan
Turunnya getaran dari kepala benar dirasakan
Terutama sewaktu melintasi jalur di dada
Tempat adanya bentuk tiga belah ketupat
Satu di atas, satu di tengah, dan satu di bawah
Yaitu yang disebut dengan istilah radar
Maka pada tiap belah ketupat itu
Terdapat getaran-getaran perwujudan
Dari sifat khusus kedua-belas saudara
Getaran berwarna hitam adalah aluwamah
Yang merah amarah, kuning suwiyah, putih mutmainah
Adapun letak dan sifat dua belas saudara itu demikian:
Hyang Maha Suci di ubun-ubun, sarana untuk menghadap
Hyang Maha Kuwasa dalam sujud dan dalam hening
Premana di dahi di antara kedua mata, untuk melihat
Segala hal yang tak tampak oleh mata biasa
Jatingarang atau Suksmajati di bahu kiri tempatnya
Gandarwaraja di bahu kanan dan bersifat kejam
Sering bertengkar serta tamak
Brama di tengah, senang marah sifatnya
Bayu di dada kanan, cirinya adalah keteguhan
Endra di dada kiri dan berpembawaan malas
Mayangkara di pusar, seperti kera suka mencuri
Merampas, mengejek, dan menghina
Suksmarasa di pinggang kiri dan kanan
Memiliki sifat halus perasaan
Suksmakencana di tulang tungging
Pengaruhnya pada gairah kebirahian
Nagatahun atau Suksmanaga di tulang belakang
Seperti ular sifatnya berbelit-belit dan berbisa
Baginda Kilir atau Nur Rasa bergerak sifatnya
Letaknya di ujung jari dan dapat digunakan
Oleh warga untuk menyembuhkan penyakit
Maka dalam sujud Sapta darma
Segala sifat saudara yang baik itu
Dikembangkan kepada kesempurnaan
Dan sifat saudara yang buruk
Diruwat agar menjadi tawar
Demikianlah ajaran Sapta Darma
Yang datang dari Panuntun Agung Sri Gutomo
Baik untuk didengar, dipahami, dan dijalankan
Supaya dapat seseorang menjadi satria berbudi
Yang berpegang pada Wewarah Tujuh dan Sesanti:
Ing ngendi bae Warga Sapta Darma
Kudu sumunar pinda baskara!
Dengan demikian para warga itu
Sesungguhnya juga mengikut pada petuah:
Sepi ing pamrih rame ing gawe!

Jimat Agar Sawah Dan Ladang Aman

SAWAH LADANG AMAN

Ass” hormat slam buat ki wong alus dan pra se2puh2. izin brbgi bgi anda yg ska brtani/brladang/brkebun ini ada amalan/ilmu tani yg sudah trbukti khasiatnya ..
Amalan Supaya tani/ladang slamat dri smua jnis hama
“BISMILLAHIROHMANIRROHIM YA GHONIIJU AJIB YA SAMSAYA II-LU ANALLADZI ABSOROL ‘AMIIQO”
dbc 12x smbil kelilingi ldang/ kebun.
Amalan supaya hasil tanaman bagus dan berkah
“BISMILLAHIROHMANIRROHIM A ANTUM TAZRO’UNAHU AMNAHNUZ ZAR’UNA 7X.
ALLOHUMMAJ ‘ALHU HARSTAN MUBAROKAN WARZUQNA FIHIS SALAMATA WATTAMAAMA WAJ’ALHU HABBI MUTAROKKIBAN WALA TUHRIMNI KHOIRO MABTAGHI WALA TUFTINNI BIMA MATTA’TANI BIHAQQI SAYIDINA MUHAMMADIN S.A.W WA’ALA ALIHITH THOYIBINA 7X
dbc ke benih sblum d tanam
buat yg pnya usha tani mga brmanfaat tur brokah .. .amin .

Cara Ampuh Menyembuhkan Sakit Sawan


SAWAN

Assalamu alaikum kepada sesepuh kampus wongalus yg saya hormati. Juga buat seluruh pembaca yg saya hormati pula.Saya mau berbagi sebuah ilmu yg sangat sepele.Namun segala sesuatu wl kadang kelihatanya sepele namun kita harus tetap menghargainya.Misalnya kancing baju.Sebuah benda kecil yg jatuh dijalanpun tidak ada orang yg memungut namun walaupun benda itu sepele tp suatu saat kita memerlukan pula.Begitu pula tip yang akan saya berikan ini sepele namun kadang kita sangat memerlukan sekali.
Sawan adalah kekuatan gaib yang suka mengganggu balita.Gejala balita yang kena sawan:anak selalu menangis tdk mau diam dan tidak mau minum asi.Tentunya menghadapi hal yg begini sebagai orang tua kita bingung dibuatnya.Bila suatu saat anda menghadapi hal begini maka ada hal2 yg perlu anda perhatikan
@peganglah dan rabalah leher belakang si anak.Bila leher belakang anak panas namun seluruh badanya normal dingin berarti si anak lehernya salah urat sebaiknya si anak segera dibawa ketukang urut anak.
@.Bila leher anak tdk panas dan seluruh badanya tdk panas namun dia slalu menangis dan tdk mau mimic asi inilah yg dinamakan kena sawan.Atau kadang sianak panas tinggi
diobati panasnya tdk mau turun.Hal ini kalau tdk segera diatasi bisa mengakibatkan kematian.Jenis sawanpun bermacam2.Setahu penulis sawan ada 3 jenis
@.Sawan sapu angin @.Sawan sapu lebu @.Sawan sapu digdoyo.Yang kita bahas disini sawan yg paling ringan yaitu sawan sapu angin.Wl pun ini sawan yg paling ringan namun kl tdk segera tertolong anak bs meninggal dg ciri ada tanda kebiruan di bagian tubuhnya bahkan seluruh tubuhnya akan membiru saat kematian. Untuk menanggulanginya. Siapkan bahan2 berikut:daun dlingo 7lbr bawang merah 1bj dan adas pulo waras setengah sendok.Bawang merah dibakar dl sampe gosong luar dan dalam lalu lembutkan bersama daun dlingo dan adas pulo waras.Lembutkan ketiga bahan sampai benar2 lembut.Setelah lembut letakan ke 3 bahan td ke piring lalu berilah minyak kelapa 5 sendok.
Balurkan ke tubuh anak dr kepala sampai kaki dimulai dr bagian badan yg sebelah kiri baik bagian badan depan maupun bagian tubuh belakang yg sebelah kiri.Baru kemudian dibalurkan kesuluruh tubuh depan dan belakang.Tunggulah skitar satu jam sianak akan tidur pulas dan tidak akan menangis lg.Bisa ditambahkan doa lwt air putih dibckan:fatehah 7x.Ayat kursi 7x.Al.Iklas 7x.Alfalaq 7x.Anas 7x.Doa nurbuat 7x.Setiap pembacaan tiupkan ke air lalu minumkan sianak sebagian airnya dibasuhkan kemuka anak sbgian unt membasuh telinga dua2nya sianak.
Membasuh telinganya spt orang wudhu. Jangan dibiasakan anak diluar rumah waktu menjelang magrib dan sesudahnya.Jg pas matahari pas matahari pas ditengah2 usahakan anak dirumah tdk diajak kemana2.Itulah sekilas cara penanganan sawan sapu angin.Yang agak sulit menangani sawan sapu digdoyo dg ciri anak sering step wl badanya tdk panas.Sawan digdoyo justru yg harus ditangani adalah orang tuanya bukan anaknya.Maka biasanya kena sawan digdoyo sianak jarang selamat alias mati krn biasanya para ahli supranatural dan medis menangani si anak.Pdhl sumber sawan digdoyo bersumber dr ortunya.Demikian tip ringan yg bisa saya tulis semoga bermanfaat.

Pertarungan Ajian Kalimah

SAYEMBARA ILMU KALIMAH

Menyemarakkan Ramadhan tahun 2013 ini, Blog Kampus Wong Alus mengadakan PROGRAM IJASAHAN TERPILIH bagi tiga sedulur yang beruntung.  Gratis tanpa biaya. Yaitu ijasahan ILMU KALIMAH TIGA TINGKAT, PUNCAK TERTINGGI ILMU HIKMAH yang masih terpassword.  Silahkan mengirimkan biodata (NAMA, ALAMAT, TANGGAL LAHIR, FOTO) ke email rdrkwa@gmail.com dan kami akan memilih tiga (3) di antara sedulur yang KAMI PILIH. Bagi yang terpilih maka kami akan memberikan pasword untuk diamalkan dan akan kami berikan bonus eksklusif KAOS KWA. Ijasahan ini akan ditutup tanggal 1 Agustus 2013. Terima kasih dan salam paseduluran.

Kesaktian Empat Pendekar Ghaib Kanjeng Sunan Kali Jaga


SEDULUR PAPAT LIMO PANCER

Siang dan malam keempat pendekar gaib ini setia menunggu kita. Saat genting dan bahaya, dia menyeret kita ke tempat yang aman. Saudara penjaga gaib ini bukan jin bukan pula gendruwo. Semakin lama belajar ajaran-ajaran leluhur Jawa, kita akan semakin terkagum-kagum pada para nenek moyang. Ilmu yang mereka ajarkan tidak bertentangan dengan agama, bahkan sesuai dan memperkaya pemahaman agama yang kita anut.
Sayangnya banyak yang masih memandang sebelah mata ajaran para leluhur Jawa ini. Bahkan ada yang menuduhnya sebagai syirik, khurofat dan takhayul. Para penuduh ini mungkin lupa, bahwa ajaran Jawa disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami orang Jawa. Memang, para leluhur kita kadang tidak fasih melafalkan kata-kata Arab. Para leluhur ini juga orang yang masih gagap iptek. Namun, jangan salah sangka dulu.
Dari segi kebijaksanaan, ngelmu batin dan olah rasa para nenek moyang kita dulu bisa diandalkan. Mereka adalah para waskita yang mampu membangun candi Borobudur, Prambanan dan mampu membuat sebuah bangunan dengan ketepatan geometris dan geologis. Tidak kalah oleh nenek moyang bangsa Mesir yang mampu membangun piramida, atau nenek moyang suku Inca, bangsa Peru yang bisa membangun Manchu Picchu.
Saat agama Islam masuk ke nusantara, sementara di Jawa saat itu sudah berkembang agama Hindu, Budha dan berbagai kepercayaan animisme, dinamisme, politeisme. Islam melebur secara pelan dan damai, berasimilasi serta berosmosis tanpa pertumpahan darah. Islam agama damai dan tidak memaksa. Orang Jawa bersifat pasrah, sumeleh, sumarah, ikhlas dan mengandalkan rasa pangrasa. Jadi? Klop sudah!
Bagi orang Jawa, masuknya Agama Islam yang kaya dengan aspek kebatinan (tasawuf) sangatlah tepat. Orang Jawa pun tidak kebingungan dengan ajaran-ajaran mistik yang ada di dalamnya. Namun orang Jawa berhasil menyederhanakan ajaran-ajaran mistik ini dengan terminologi dan kalimat-kalimat sederhana dan mudah dimengerti. Harap maklum saja, orang Jawa dulu mayoritas hidup di pedesaan yang sederhana dan tidak banyak berwacana ilmiah.
Salah satu ajaran Kejawen yang membahas tentang adanya malaikat pendamping hidup manusia adalah SEDULUR PAPAT LIMO PANCER. Pancer adalah tonggak hidup manusia yaitu dirinya sendiri. Diri kita dikelilingi oleh empat makhluk gaib yang tidak kasat mata (metafisik). Mereka adalah saudara yang setia menemani hidup kita. Mulai dilahirkan di dunia hingga kita nanti meninggal dunia menuju alam barzakh (alam kelanggengan).
Sebelum hadirnya agama Islam, orang Jawa tidak memahami konsep malaikat. Maka mereka menyebut malaikat penjaga manusia dengan sedulur papat. Konsep “sedulur papat” ini oleh orang Jawa ditamsilkan melalui sebuah pengamatan/niteni.
Mulai saat janin tumbuh di perut ibu, janin dilindungi di dalam rahim oleh ketuban. Selanjutnya adalah ari-ari, darah dan pusar. Itulah saudara manusia sejak awal dia hidup dan selanjutnya “empat saudara” ini kemudian dikubur. Namun orang Jawa Percaya bahwa “empat saudara” ini tetap menemani diri manusia hingga ke liang lahat.
Karena Air Ketuban adalah yang pertama kali keluar saat ibu melahirkan, orang Jawa menyebutnya SAUDARA TUA. Saudara ini melindungi jasad fisik dari bahaya. Maka ia adalah SANG PELINDUNG FISIK.
Selanjutnya yang lebih MUDA adalah ari-ari, tembuni atau plasenta. Pembungkus janin dalam rahim. Ia melingkupi tindakan janin dalam rahim yang kemudian mengantarkan kita ke tujuan. Maka ia adalah SANG PENGANTAR.
Saudara kita selanjutnya adalah DARAH. Darah ini membantu janin kecil untuk tumbuh berkembang menjadi bayi lengkap. Darah adalah SARANA DAN WAHANA IRADAT-NYA pada manusia. Darah bisa disebut nyawa bagi janin. Maka, darah disebut dengan PEMBANTU SETIA MANUSIA MENEMUKAN JATI DIRINYA SEBAGAI HAMBA TUHAN, CERMIN TUHAN (Imago Dei).
Saudara gaib kita terakhir adalah pusar. Menurut pemahaman Kejawen, pusar adalah NABI. Pusar secara biologis adalah tali yang menghubungkan perut bayi dalam rahim dan ari-ari. Pusar mendistribusikan makanan yang dikonsumsi ibu ke bayi. Pusar dengan demikian MENDISTRIBUSIKAN WAHYU “IBU” MANUSIA yaitu Gusti Allah SWT kepada diri kita.
Keempat saudara gaib ini sesungguhnya adalah EMPAT MALAIKAT PENJAGA manusia. Yang berada di kanan-kiri, depan-belakang kita. Maka, tidak salah bila Anda menyapa dan bersahabat akrab dengan mereka. Secara gaib, Tuhan mmeberikan pengajaran tidak langsung kepada hati kita. Namun melalui mereka pengajaran itu disampaikan.
Keempat penjaga (malaikat) itu adalah:
JIBRIL (Penerus informasi Tuhan untuk kita),
IZRAFIL (Pembaca Buku Rencana Tuhan untuk kita),
MIKAIL (Pembagi Rezeki untuk kita) dan
IZRAIL (Penunggu berakhirnya nyawa untuk kita).
Keempat malaikat itu oleh orang Jawa dianggap sebagai SEDULUR karib hidup manusia. Bila kita paham bahwa perjalanan hidup untuk bertemu dengan Tuhan hakikatnya adalah perjalanan menuju “ke dalam” bukan “ke luar”. Perjalanan menembus langit ketujuh hakikatnya adalah perjalanan “diri palsu” menuju “diri sejati” dan menemukan SANG AKU SEJATI, YAITU DIRI PRIBADI/ TUHAN.
Untuk menemukan SANG AKU SEJATI (limo pancer) itulah kita ditemani oleh EMPAT SAUDARA GAIB/MALAIKAT PENUNGGU (sedulur papat). Lantas dimana mereka sekarang? Mereka sekarang sedang mengawasi Anda. Berdzikir mengagungkan asma-Nya. Kita bisa menjadikan mereka sedulur paling akrab bila paham bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka. Caranya? Pejamkan mata, matikan seluruh aktivitas listrik di otak kiri dan kanan dan hidupkan sang AKU SEJATI yang ada di dalam diri Anda. Ya, hanya diri sendirilah yang mampu untuk berkomunikasi dengan para sedulur gaib nan setia ini.
Bagaimana tidak setia, bila kemanapun kita berada disitu keempatnya berada. Bila kita berjalan, mereka terbang. Bila jasad kita tidur, mereka akan tetap melek ngobrol dengan ruh kita. Maka, saat bangun tidur di siang hari pikiran kita akan merasa fresh sebab ruh kita akan kembali menjejerkan diri kita dengan iradat-Nya. Sayang, saat waktu beranjak siang polusi nafsu/ego lebih dominan sehingga kebeningan akal pikiran semakin tenggelam.
Bagaimana agar hidup kita selalu ingat oleh kehadiran sedulur papat ini yang setia menjaga kita? Sunan Kalijaga memiliki kidung bagus:
Ana kidung akadang premati
Among tuwuh ing kuwasanira
Nganakaken saciptane
Kakang kawah puniku
Kang rumeksa ing awak mami
Anekakaken sedya
Pan kuwasanipun adhi ari-ari ika
Kang mayungi ing laku kuwasaneki
Anekaken pangarah

Ponang getih ing rahina wengi
Angrowangi Allah kang kuwasa
Andadekaken karsane
Puser kuwasanipun
Nguyu uyu sambawa mami
Nuruti ing panedha
Kuwasanireku
Jangkep kadang ingsun papat
Kalimane pancer wus dadi sawiji
Nunggal sawujudingwang
(Ada nyanyian tentang saudara kita yang merawat dengan hati-hati. Memelihara berdasarkan kekuasaannya. Apa yang dicipta terwujud. Ketuban itu menjaga badan saya. Menyampaikan kehendak dengan kuasanya. Adik ari-ari tersebut memayungi perilaku berdasar arahannya.
Darah siang malam membantu Allah Yang Kuasa. Mewujudkan kehendak-Nya. Pusar kekuasaannya memberi perhatian dengan kesungguhan untuk saya. Memenuhi permintaan saya. Maka, lengkaplah empat saudara itu. Kelimanya seagai pusat sudah jadi satu. Manunggal dalam perwujudan saya saat ini)