THE POWER OF ALIP
Ya
Allah, Limpahilah Rahmat dan Kesejahteraan ke atas Hakikat Rahmat
Ketuhanan, mutiara yang terang benderang memancar dengan rahasia
pengertian dan pernyataan, cahaya segala sesuatu yang menjadikan manusia
wadah Kebenaran Ketuhanan, yang bagaikan kilat memancar dengan
melimpahkan curahan rahmat kepada setiap orang yang menghadap-Nya
daripada segenap lingkungan dan masa, dan cahayaMU yang bergemerlapan
memenuhi dengannya wadah ciptaanMU dengan ketinggian pangkat. Ya Allah,
Limpahilah Rahmat dan Kesejahteraan ke atas Hakikat Kebenaran yang
mempernyatakan daripadanya naungan seluruh rahsia-rahsia hakikat yang
memiliki kearifan tertinggi, yang sentiasa merintis jalanMU yang
sempurna. Ya Allah, Limpahilah Rahmat dan Kesejahteraan ke atas Penyeru
Kebenaran dengan Kebenaran yang menjadi Gedung Teragung, Sumber bagi
segala limpahanMu yang daripadaMU kepadaMU meliputi cahaya yang
terpilih. Rahmat Allah ke atasnya juga kepada keluarganya dengan rahmat
membukakan kami dengannya haqiqat.
Teringat
seorang guru jiwa yang selalu menerangi dikala susah dan gembira.
Darinya, kita belajar untk senantiasa cerdas dalam menyembunyikan
sifat-sifat mulia dan berperilaku sebagaimana yang diajarkan Sang Nabi.
Dia sang guru jiwa ini kerap menyamar sebagai si bodoh namun gemar untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT setiap saat, pagi siang dan malam.
Suatu
ketika, sang guru jiwa terbetik hatinya untuk mengajari ilmu
kebijaksanaan kepada seorang ustadz lulusan sebuah pondok pesantren.
Usia ustadz ini tergolong muda, 30-an tahun, kariernya cemerlang dan
santrinya datang untuk menimba ilmu tajwid. Tidak hanya ilmu tata bahasa
Arab, sang ustadz juga membuka praktik pengobatan alternatif di
rumahnya. Hampir tiap malam rumah yang terletak di pinggir kota itu
ramai oleh orang yang datang dari berbagai penjuru. Di tengah kariernya
sebagai seorang ustadz yang sedang moncer, terbetik rasa sombong dan
takabur sehingga Allah mengutus sang guru jiwa untuk memberi pelajaran
padanya.
Suatu
sore, guru jiwa ini datang kepadanya mengenakan pakaian lusuh kumuh
seperti pengemis ke tempatnya mengajar. Ustadz itu sedang mengajar
banyak santri untuk mengaji Al-Quran di sebuah serambi masjid itu
dikelilingi para santri/santriwati
Guru Jiwa: Assalamualaikum…Salam salim ustadz
Ustadz:
Waalaikumsalam ada yang bisa saya bantu pak tua? (mimiknya kaget disapa
seorang yang mirip pengemis yang tiba-tiba mendatangi masjid, para
santri yang sebelumnya membaca Al Quran pun terdiam. Mereka melihat tamu
dekil tersebut)
Guru Jiwa: Mohon saya diajari ngaji Al Quran, saya belum bisa ngaji ustadz
Ustadz: Astaghfirullah, kamu sudah tua belum bisa ngaji.. berapa usiamu?
Guru Jiwa: 73 ustadz (sambil terbatuk-batuk)
Ustadz:
Wah mendekati ajal donk.. hahaha (para santri ikut tertawa bernada
sinis mengejek)… sebenarnya usia segitu telat untuk belajar ngaji
pak..harusnya dulu waktu usiamu kanak kanak .. tapi untunglah kamu
akhirnya sadar pentingnya ngaji
Guru Jiwa: Maaf, mungkin ini semua sudah dikehendaki Allah atas diriku
Ustadz:
Itu karena kamu malas menuntut ilmu saja, jangan mencari pembenaran..
hahaha. Tapi baiklah, kapan pun boleh kamu belajar ngaji kepadaku
setelah aku ngajari santri-santri disini..
Guru Jiwa: Apa syaratnya belajar ngaji kepadamu?
Ustadz:
Syaratnya kamu tiap Selasa dan Kamis sore ke masjid ini berpakaian
bersih memakai sarung dan kopyah, nggak perlu bayar untuk belajar ngaji
padaku. Kalau santri disini semua shodakoh tiap bulan tapi khusus buatmu
ada dispensasi atau pengecualian. Aku maklum kondisimu.. kamu pengemis
ya?
Guru Jiwa:
Bukan ustadz. Saya bukan pengemis dan tak pernah minta-minta kepada
manusia. Saya hanya meminta kepada Allah SWT. Kerja saya sehari-hari
pemulung sampah. Saya sanggup kasih infak ke ustadz untuk bayar ngaji
saya
Ustadz:
Oh nggak usah. Aku lebih kaya darimu. Moso minta infak? Oh pemulung?
Makanya badanmu bau (puluhan santri tertawa terbahak-bahak). Kalau mau
ke masjid sini, mandi dulu pak… bau….
Guru Jiwa: Baiklah ustadz. Kapan ustadz mulai mengajari saya?
Ustadz: Sekarang boleh kalau kamu mau.
Guru Jiwa: Baiklah saya akan menyimak pelajaran pertama dari mu
Ustadz:
Oke, untuk mengaji kamu harus tahu tentang huruf hijaiyah. Saya akan
menuliskan Huruf Hijaiyah. Huruf ini dimulai dari alif, ba, ta ….
(belum meneruskan kalimatnya, segera diserobot oleh guru jiwa)
Guru Jiwa: Terima kasih ustadz. Wassalamualaikum (sambil bergegas ngeloyor pergi)
Ustadz: Lho kok pergi pak tua, pelajaran belum selesai. Kok pulang? Siapa yang menyuruhmu pulang?
Santri-santri: orang gila… wong gendeng… hahahaha
Ustadz: Biarlah, ternyata orang gila tho. Oalah… mau dikasih pelajaran malah pulang.
Satu
minggu …. satu bulan… lima bulan …. waktu berlalu berlalu begitu
cepat…. Genap tujuh bulan kemudian Pak tua alias Sang Guru Jiwa itu
datang lagi menemui para ustadz yang dikelilingi para santri di serambi
masjid. Kali ini Sang Guru Jiwa
Guru Jiwa: Assalamualaikum Ustadz
Ustadz:
Waalaikumsalam. Lama amat kamu datang lagi pak tua. Belajar ngaji itu
ada jadwalnya … tidak seenakmu…Berbulan-bulan kamu nggak datang,
sekarang kamu datang lagi kemari.. (raut wajah ustadz agak marah)
Guru Jiwa:
Begitulah kalau Allah memerintahkan aku, maka aku segera laksanakan.
Saya tinggalkan semua urusan termasuk mengaji. Jadi maklumlah..
Ustadz: Oke deh kalau begitu sekarang apa kamu masih ingat pelajaran yang kuberikan dulu padamu?
Guru Jiwa:
Masih ingat ustadz. Saya mengucapkan terima kasih atas pelajaran ustadz
yang luar biasa dan atas ijin Allah sudah saya kuasai sempurna.
Ustadz:
Pelajaran apa pak tua? Saya dulu kan belum selesai memberikan materi
pelajaran dan kamu sudah pergi begitu saja? Apa yang kau ingat dari
ucapanku saat itu?
(pak
tua itu melangkah berdiri dan menuju ke dinding masjid yang ada papan
tulisnya. Diambilnya kapur tulis dan digoreskannya huruf hijaiyah)
Guru Jiwa: ini huruf alif ….
(begitu
jarinya menggores kapur tulis, tiba-tiba dinding masjid bergetar
seperti gempa bumi dan akhirnya runtuh bergemuruh.. suaranya memekakkan
telinga …. ustadz dan para santri kaget dan sekonyong-konyong
menyelamatkan diri berhamburan keluar dari bangunan masjid yang runtuh
itu… Yang aneh, ternyata pak tua itu tidak kejatuhan material bangunan
masjid.. diantara debu-debu reruntuhan dia tegak berdiri sambil
tersenyum… masyarakat desa yang menyaksikan peristiwa itu sangat kaget
dan berduyun-duyun datang semakin lama semakin banyak.
Ustadz: astaghfirullah… astaghfirullah…
Guru Jiwa: Ustadz dan santri-santri, ini sudah kehendak Allah SWT, jadi atas semua hal yang terjadi pada kita maka kita wajib bersyukur.
Setelah ketakjuban selesai dan kondisi tenang, Ustadz bertanya ke Pak Tua
Ustadz:
Wahai pak tua, apa rahasia amalanmu sehingga kekuatanmu begitu dahsyat.
Hanya dengan huruf ALIF, satu huruf saja kau membuat gedung runtuh,
bagaimana seandainya banyak huruf, banyak kalimat doa-doa kau lantunkan
kepada Allah SWT?
Guru Jiwa:
Satu huruf yang diyakini dalam hati lebih bermakna dari kalimat panjang
yang tidak kau yakini… huruf ALIF adalah huruf pertama kalamullah,
huruf pembuka semua huruf, daya energi pertama sebelum Allah meneruskan
dengan daya-daya energi yang termuat dalam huruf hijaiyah … huruf
selanjutnya setelah alif, adalah BA… di bawah nya ada TITIK BA…. dan
seterusnya …. hayatilah KEHADIRAN ALLAH SWT dalam perilakumu sehari-hari
… dalam huruf ALIF tersimpan kekuatan tidak terduga atas KUN FAYAKUN
nya.
Ustadz:
subhanallah, maafkan saya yang sudah sombong dan merasa berilmu ini,
ternyata ilmu ku tidak ada apa-apanya dibanding ilmunya Allah SWT….. Pak
tua, berilah nasehat pada saya yang masih muda ini.
Guru Jiwa:
Ilmu yang diwariskan oleh para Nabi ‘alaihimussalaam ialah melepaskan
diri dari belenggu kegelapan dan membersihkannya dari segala kotoran
materi serta mengarahkannya untuk menelusuri alam ruh dan malakut
sehingga tidak terperdaya lagi oleh materi atau sebagainya. Ilmu ini
menyingkap segala sesuatu yang sangat halus dengan kejernihan jiwa dan
Nur Illahi, hingga dengannya ia dapat melihat, mendengar, berdiam,
bergerak, mengetahui, mengambil sesuatu, dan meninggalkan sesuatu
pekerjaan. Dengan sucinya hati, kelak pewaris ilmu akan menjadi orang
yang dicintai-Nya. Inilah bentuk kecintaan yang murni dan agung. Kaum
aulia adalah merupakan pewaris para Nabi. Allahlah yang mengajarkan
mereka segala penyakit dan obatnya. Mereka merupakan dokter hati dan
dokter kerusakan ruh atau jiwa.
Ustadz: Lanjutkan pak tua, mulai saat ini saya akan berguru kepadamu…
Guru Jiwa: Innal
Ulamâ waratsatul Anbiya’ wa innal Anbiyâa lam yuritsu dinaran wala
dirhaman walakinnahum warratsu al-ilm, faman akhodzahu akhodza bi
haddzin wâfirin.
Sesungguhnya Ulama merupakan pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka ia telah meraut banyak kebaikan….. Pak ustadz adalah adalah bagian dari ulama itu… Oleh sebab itu sebarkan ilmu yang diwariskan padamu atas ijin Allah. Baiklah saya ijin untuk pergi… Assalamualaikum.
Sesungguhnya Ulama merupakan pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka ia telah meraut banyak kebaikan….. Pak ustadz adalah adalah bagian dari ulama itu… Oleh sebab itu sebarkan ilmu yang diwariskan padamu atas ijin Allah. Baiklah saya ijin untuk pergi… Assalamualaikum.
Ustadz: Hendak kemanakah engkau pergi pak tua?
Guru Jiwa:
Melanjutkan perjalanan bersama Allah SWT, dan menikmati
firman-firman-Nya, meninggalkan segala sesuatu selain-Nya dengan
menyempurnakan pengabdian dalam ibadah dan menunaikan hak-hak
Rububiyyah-Nya
Ustadz:
Terima kasih atas pengajaranmu kepadaku pak tua. Alhamdulillah saya
termasuk orang yang beruntung bisa bertemu denganmu. Kuingat Qs.Al-Jum’ah: 4 …. Dzalika fadhlullahi yu’tihi man yasa’ wallahu dzul fadhlil ‘Adziem... Demikian karunia Allah diberikan kepada yang Dia kehendaki; Dan Allah memiliki karunia yang besar…. waalaikumsalam wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar