Tampilkan postingan dengan label ILMU AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU AGAMA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2015

Khasiat Sholat Bagi Kesehatan Tubuh


SHOLAT

Ada satu satunya cara hidup bila ingin menikmati hidup: SHALAT KHUSYUK. Shalat adalah bentuk KOMUNIKASI DENGAN SANG MAHA TERKASIH ALLAH, PENCERAHAN, REKREASI JIWA yang tidak bisa ditandingi kenikmatannya dengan CARA apapun di alam semesta. Masalahnya, kemana pikiran harus kita arahkan saat kita melakukan ibadah shalat? Bila kita yakin bahwa shalat adalah meditasi tertinggi (meditasi transendental), maka seyogyanya kita pahami bagaimana menciptakan titik pikiran secara tepat sehingga shalat kita dikatakan khusyuk dan benar.
2Agama Islam memiliki satu ritual wajib yang dilakukan lima kali sehari, yaitu SHALAT. Dalam sehari, ada lima WAKTU SHALAT yaitu saat subuh, dhuhur, ashar, maghrib dan Isya. Shalat juga merupakan RUKUN ISLAM artinya sesuatu yang wajib dilakukan bila manusia sudah memeluk agama ini. Rukun Islam ada lima: SYAHADAT, SHALAT, ZAKAT, PUASA dan BERHAJI.
Ada juga shalat yang sifatnya tidak wajib, yaitu Shalat Sunnah. Ada banyak ragam shalat Sunnah yang ada dalam Islam. Namun karena sifatnya Sunnah, maka shalat ini bersifat melengkapi shalat-shalat wajib. Meskipun bersifat melengkapi, shalat sunnah bila dilakukan secara khusyuk disertai dengan niat hanya mengharapkan keridhaan Allah, maka nilainya sungguh luhur. Saking hebatnya ibadah shalat, sehingga dikatakan bahwa SHALAT ADALAH SOKO GURU DAN PONDASI AGAMA.
Yang perlu diperhatikan, kesempurnaan ibadah shalat memiliki dimensi individual dan sosial. Dimensi individual adalah bagaimana shalat itu dijadikan sarana untuk BERKOMUNIKASI dengan Tuhan. Sementara dimensi sosial shalat adalah bagaimana shalat membawa dampak positif bagi lingkungan sosial masyarakat dimana individu yang melakukan shalat itu berada.
Pada dasarnya, hakikat shalat adalah mengajak manusia untuk MENYADARI KEBERADAAN TUHAN ITU DEKAT yang melampaui batasan ruang dan waktu sehingga kemanapun manusia berada maka DIA SELALU HADIR, MENGAWASI, MENJADI TEMAN PALING SETIA, DAN MENJADI KEKASIH YANG TIDAK PERNAH ABSEN SEDIKIT PUN UNTUK BERBAGI SUKA DAN DUKA sekaligus sebagai wujud KETUNDUKAN MANUSIA pada DZAT YANG SERBA MAHA DAN INFINITUM INI.
Kesadaran HAKIKAT SHALAT ini akan memiliki pengaruh kuat dalam mencegah manusia dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar. Sebagaimana dijelaskan dalam Ayat 45 surat Al-‘Ankabut “Sesungguhnya shalat itu mencegah [manusia] dari perbuatan yang keji dan mungkar.” Ini sudah masuk dimensi sosial shalat.
Seseorang yang berdiri untuk melakukan shalat dan mengucapkan TAKBIR, mengakui bahwa Allah swt.; Dzat yang MAHA LEBIH dari segala yang ada dan kita mengingat semua kenikmatan yang telah diberikan-Nya. Dengan mengucapkan syukur, ia memohon curahan kasih dan sayang-Nya, mengingat hari pembalasan, mengakui ketundukan, melakukan penyembahan kepada-Nya, memohon pertolongan-Nya, meminta petunjuk untuk mendapatkan jalan yang lurus, dan memohon perlindungan sehingga tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang telah dimurkai oleh-Nya serta tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tersesat.
Di dalam meditasi transendental shalat, pemusatan pikiran saat kita mengucapkan AL FATIHAH ini adalah MENGOSONGKAN GAMBARAN PIKIRAN APAPUN JUGA KECUALI GAMBARAN PIKIRAN YANG TIDAK DIBUAT OLEH KITA, MELAINKAN BIARKAN KITA MENERIMA GAMBARAN YANG DIBERIKAN OLEH TUHAN.
Kita pasrah, kita tidak lagi berusaha untuk fokus: semua penggambaran wujud Tuhan itu hanya dalam BAHASA, sedangkan saat shalat kita biarkan diri ini mengalir pasrah sehingga hidayah-NYA turun. Hidayah-Nya dalam Shalat ini berupa gambaran yang sangat tentang WUJUD-NYA, selain itu naik pada tingkatan bayangan dan gambaran yang paling dan sulit didapat dalam kehidupan rutin yang terbatas. Oleh karena itu pengalaman dalam psikologi shalat ini disebut meditasi transendental yang susah untuk ditulis.
Awal kesadaran tertinggi tentang shalat sejatinya harus diikuti dengan tafakkur/berpikir tentang obyek-obyek kongkret sebelum akhirnya menuju ke obyek yang abstrak. PENGOSONGAN PIKIRAN DAN MELUPAKAN SEGALA KERUWETAN DALAM BENAK YANG DAPAT MENGGANGGU KEKHUSYUKAN SHALAT DAN KONSENTRASI PADA TUJUAN SHALAT: BAHWA KITA SEDANG BERHADAPAN DAN KOMUNIKASI DENGAN ALLAH.
Sebagaimana semua aktifitas lainnya, shalat juga butuh latihan. Khusyuk memang sulit namun bila berulang-ulang dilatih akhirnya juga akan mampu untuk PASRAH, TIDAK BERPIKIR TENTANG OBYEK SHALAT NAMUN MEMBIARKAN DIRI IKLHAS UNTUK HANYUT DALAM SHALAT.
Dalam taraf belajar shalat, bila pikiran kemudian melayang ke mana-mana maka seorang harus kembali mengonsentrasikan pikiran pada “apa” yang ia pilih sebagai objek pikiran dalam SHALAT. Ia harus mengambil posisi badan yang rileks, otot-otot tidak kaku. Latihan ini harus selalu diulang-ulang, sehingga tahap demi tahap berfikirnya menjadi lebih dalam, badan terasa lebih ringan, pikiran menjadi bersih, jiwa menjadi terbang ke langit yang keluasannya TIADA BERHINGGA. Bersamaan dengan itu, hilang pula segala perasaan gelisah, sedih, galau, dan segala gangguan jasmani yang dirasakan sebelumnya.
Seorang mukmin akan mudah memahami psikologi shalat yang demikian karena memiliki kesamaan yang jelas dengan proses tafakkur tentang penciptaan langit dan bumi yang disertai dzikir dan bertasbih kepada objek yang MAHA TAK TERJANGKAU yaitu Allah, baik berdiri, duduk rileks, berbaring. Tujuannya adalah upaya melepaskan atau menjauhkan dari pengaruh yang menggangu konsentrasi, keruwetan angan-angan pikiran, perasaan, ataupun kebisingan dan keramaian.
Sebagaimana seseorang yang bertafakkur bertasbih, dan bermeditasi akan dapat menangkap makna dan pengetahuan baru yang sebelumnya tidak terlintas dalam hati. Keduanya mengunakan kedalaman tafakkur untuk membersihkan pengetahuan lahiriah dari belenggu penjara rutinitas kehidupan material menuju kebebasan menatap lepas ke atas, menuju pengetahuan yang luas tak terbatas.
Bila shalat kita sudah khusyuk diri kita akan mampu keluar badan kecil ini. Jiwa kita menjadi tidak terikat dalam wujud jasmani, mempunyai keluasan wujud dan kemampuan “melihat tanpa bola mata”, “mendengar tanpa daun telinga” dan merasakan keuniversalam jiwa yang tak terbatas oleh waktu dan ruang. “Inilah jiwa” yang memiliki “watak” yang sama dengan jiwa-jiwa lainnya; dimana hal yang membedakan adalah “kemana akhir kembalinya sang jiwa”
Dalam shalat, ada tahap yang disebut RUKU’ yaitu dengan membungkukkan badan, laksana seorang hamba dan meletakkan dahi di atas permukaan tanah di haribaan suci-Nya untuk MENGAKUI KEBESARAN DAN KEMULIAAN-NYA DAN TENGGELAM DALAM KEAGUNGAN-NYA, SERTA MENGHAPUS SEGALA EGO DAN KESOMBONGAN yang ada pada dirinya.
Lalu ia pun akan mengucapkan syahadat untuk memberikan kesaksian atas keesaan-Nya dan risalah Rasul-Nya. Setelah itu, ia mengirimkan shalawat kepada utusan-Nya yang mulia, Rasulallah saw. dan menengadahkan kedua tangannya di bawah mihrab sucinya-Nya untuk memohon belas kasih supaya dimasukkan ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang salih. Semua faktor ini adalah sebuah rekreasi spiritual yang tidak ada bandingannya, terbakarnya semangat spiritual, sebuah gelombang besar yang mampu melebur ke DZAT TUHAN.
Di dalam salah satu hadis dikisahkan bahwa pada masa Rasulullah saw., terdapat seorang pria muda dari kaum Anshar yang senantiasa mengikuti shalat yang dilakukan oleh Rasul saw. Tetapi, pada sisi lain ia masih senantiasa bergelimang dalam berbagai maksiat. Lalu, hal ini disampaikan kepada Rasul saw. Mendengar laporan ini beliau bersabda, “Suatu hari nanti shalatnya dapat mencegahnya dari perbuatan-perbuatannya tersebut.”
Sedemikian pentingnya pengaruh shalat, hingga pada sebagian riwayat Islam disebutkan bahwa bias yang akan muncul dari pelaksanaan shalat akan menjadi tolok ukur apakah shalat yang dilakukan oleh seseorang telah diterima di sisi-Nya ataukah belum.
Imam Ash-Shadiq a.s. dalam salah satu hadis berkata, “Seseorang yang ingin melihat apakah shalatnya telah diterima oleh Allah swt atau belum, hendaklah ia melihat apakah shalat yang telah dilakukannya ini dapat mencegahnya dari perbuatan yang keji dan mungkar atau tidak? Sejauh mana ia telah tercegah dari hal-hal tersebut, sekadar itu pulalah shalat yang dilakukannya telah dikabulkan di sisi-Nya”.
Bahkan, dapat diakui bahwa unsur utama dari pencegah perbuatan keji dan mungkar adalah mengingat/DZIKIR Allah). Pada prinsipnya, MENGINGAT ALLAH SWT. MERUPAKAN INTI DETAK KEHIDUPAN KALBU MANUSIA DAN PUNCAK KETENANGAN HATI. TIDAK ADA SESUATU PUN SELAINNYA YANG BISA MENCAPAI TINGKATAN SEMACAM INI.
Pembahasan tentang SHOLAT oleh karenanya bisa dirangkum sebagai berikut:
1. Sholat adalah ibadah terpenting dalam agama Islam setelah syahadat.
2. Hakikat dan filsafat shalat adalah mengingat Allah SWT.
3. Shalat merupakan media mengoreksi diri, memperbaiki diri, dan bertaubat.
4. Shalat merupakan media penghibur luka, barutan, dan goresan dosa di dalam ruh dan jiwa manusia akan sembuh karena kemanjuran obat yang berbentuk shalat.
5. Shalat merupakan tanggul penghalang berbuat keji dan jahat
6. Shalat menguatkan iman di dalam kalbu manusia dan menumbuhkan tunas-tunas ketakwaan baru di dalam hati.
7. Shalat akan menghancurkan kelalaian terhadap tujuan penciptaan dan tenggelam dalam kehidupan materi serta kelezatan-kelazatan duniawi yang hanya sekejap.
8. Dengan shalat, kehadiran-Nya terasa dekat.
9. Shalat menghilangkan kesombongan EGO dan merendahkan diri di hadapan-Nya.
10. Shalat itu penyempurnaan akhlak
11. Shalat menghidupkan hakikat keikhlasan dalam beramal
12. Shalat membawa kesucian hidup
13. Shalat itu Penguat Semangat Disiplin
Meskipun tanpa memperhatikan kandungan yang ada di dalam shalat pada hakikatnya ia mengajak manusia untuk hidup dalam kesucian. Hal ini dapat kita ketahui dari syarat tempat yang dipergunakan untuk melakukannya, pakaian yang dikenakan, alas dan air yang dituangkan untuk berwudhu serta mandi. Dan juga tempat yang dipergunakan oleh seseorang untuk mandi dan berwudhu harus merupakan tempat yang betul-betul tidak terkotori oleh ghasab dan tidak diperoleh dengan cara zalim dan melanggar hak-hak orang lain.
Seseorang yang terkotori dengan kezaliman, ternodai oleh sifat-sifat nafsu manusia seperti riba, ghasab, mengurangi timbangan dalam transaksi, korupsi dan usaha-usaha yang dilakukan dengan menggunakan kekayaan dari sumber yang haram, bagaimanapun akan mengotori ruhaninya sehingga akan melunturkan diri yang telah shalat. Oleh karena itu, pengulangan shalat sebanyak lima kali dalam sehari semalam merupakan sebuah AJAKAN UNTUK MENGHORMATI HAK-HAK ORANG LAIN.
Shalat juga akan menguatkan semangat disiplin dalam diri manusia, karena bagaimanapun juga, shalat harus benar-benar dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Pelaksanaan shalat yang dilakukan dengan mengakhirkan atau mempercepat dari waktu yang seharusnya akan menyebabkan batalnya shalat yang dilakukan oleh seseorang. Demikian juga dengan aturan dan hukum-hukum lain dalam masalah niat, berdiri, ruku’, dan sujud. Memperhatikan semua ini akan menumbuhkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari menjadi betul-betul mudah dan lancar.
Terakhir, pembahasan tentang shalat akan ditutup dengan sebuah hadis; Imam Ali bin Musa Ar-Ridha a.s. suatu ketika ditanyakan tentang makna shalat “Tujuan disyariatkannya shalat adalah PENGAKUAN TERHADAP KETUHANAN ALLAH SWT, MELAWAN SYIRIK DAN PENYEMBAHAN BERHALA, BERDIRI DI HADAPAN HARIBAAN-NYA DALAM PUNCAK KEKHUSYUKAN DAN KERENDAHAN DIRI, MENGAKUI DOSA-DOSA SERTA MEMOHON PENGAMPUNAN-NYA TERHADAP DOSA-DOSA YANG TELAH DILAKUKANNYA, DAN MELETAKKAN DAHI UNTUK HORMAT KEPADA-NYA.
Demikan juga, tujuan disyariatkannya shalat adalah supaya manusia senantiasa TERJAGA, AWAS ELING DAN WASPADA. Hati yang tercerahkan tanpa ada keakuan yang berlebihan, tidak sombong dan mabuk dengan diri dan hartanya, agar manusia menjadi orang-orang yang khusyu’ dan tawadhu’, serta mencari dan mencintai TUHAN. Selain konsistensi doa-doa kepada Allah sepanjang hari dan malam yang dihasilkan dari sinar shalat, shalat akan membuat manusia menemukan JATI DIRI YANG SESUNGGUHNYA.
Insya Allah.

Manfaat Sholat Sepanjang Malam

SHOLAT SEPANJANG MALAM

Agar hidup kita semakin bermakna dan Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa mencatat seluruh laku perbuatan kita bernilai ibadah, caranya mudah: SEBELUM TIDUR, LAKUKAN WUDHU DAN MULAILAH UNTUK SHOLAT DENGAN POSISI BERBARING LAYAKNYA TIDUR. NIATKAN DIRI ANDA UNTUK SHOLAT TAHAJUD. LAKUKAN SHOLAT SEPERTI SHOLAT BIASA DENGAN BACAAN SURAT YANG LAMA DAN PANJANG HINGGA ANDA TERLELAP DENGAN SENDIRINYA…
Maka seluruh malam itu amalan Anda akan dicatat sebagai ibadah sholat. Namun bila Anda niatnya untuk tidur, maka amalan tidur kita tidak dicatat sebagai ibadah. Menguntungkan bukan?
Untuk para alim ulama, ustadz dan santri…Janganlah amalan yang baik ini dianggap sebagai bid’ah, namun anggap ini kreasi kita sebagai manusia yang bebas menentukan cara dan jalan untuk menuju pada jalan Tuhan Yang Maha Membebaskan dan bukan Maha Mempersulit. Kita perlu positif thinking, tidak selayaknya perbuatan ibadah yang mulia ini dinilai mengada-ada. Lebih baik mana sholat dengan posisi tidur atau mabuk-mabukan, selingkuh, korupsi, mengkonsumsi narkoba, tawuran, dan kebut-kebutan?

Rabu, 07 Januari 2015

Teks Terjemahan Sholawatul Qur'an Lengkap


TEKS TERJEMAHAN SHOLAWATUL QUR’AN


Memenuhi permintaan sedulur agar Sholawatul Qur’an mudah diamalkan maka KI DEDI PRAYITNO berkenan menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Silahkan disimak. Semoga bermanfaat.
Penjelasan ini sebenarnya sudah ada pada mukadimah/pendahuluan sholawat yang ditulis /saya lampirkan pada fail JPG sholawat. Ini saya coba terjemahkan kedalam latin agar apabila saudara-saudara yang belum bisa membaca arab jawa akan lebih mengerti sehingga akan menambah keyakinan dalam mengamalkan sholawat pada kehidupan sehari-hari sholawatul Qur’an/ Basyairul Khoirat yang insya allah besar sekali manfaatnya fidun-ya wal akhirat bagi kita yang mengamalkannya. Menyimpan sholawat Basyairul Khoirat saja insya Allah sudah merupakan kebajikan dan akan mendapatkan cahayaNYA apalagi membaca Sholawat secara dawam Insya allah sudah mendapat banyak faedah serta safaat dari Rosululloh di yaumil akhir, apalagi sholawat basyairul khoirat yang insya allah sudah barang tentu berlipat-lipat kebaikannya bagi kita . Manfaat Sholawatul Qur’an yang langsung diijazahkan Rosululloh kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jailani insya allah untuk kesejahteraan, ketenangan jiwa, pendorong terkabulnya hajat (baik/buruk), perlindungan dari segenap kejahatan,fitnah,bahaya dll. Kepada para pengasuh KWA serta keluarga besar KWA saya bermaksud share dan dengan iklas bagi keluarga besar KWA saya mohon nasihat kalau ada kekurangan, kaum muslimin wal muslimat yang ingin mengamalkan Sholawat ini saya dengan mengucap
Bismillahhirohmanirrohiim saya ijazahkan sholawatul Qur’an (Basyairul Khoirat) untuk diamalkan.. semoga menjadi ladang amal serta kebaikan bagi kita semua serta tecapai apapun hajatnya..Amien Ya Robbal Alamin…
INILAH TERJEMAHAN PENJELASANNYA KIRA KIRA SEPERTI INI….
Teman-teman : Wus kariwayatke saking Syeh Abdul Qodir Zailani, panjenengane ngendika marang sawenehe mitrane : mara siro pada munduto sholawat iki sangkan panjenengan ingsun awit ingsun wis mekoleh/oleh sholawat mau sangka ilham peparingane pangeran kang banjur ingsun pametokake marang kanjeng nabi Muhammad SAW. Panjenengane nabi banjur paring kabar marang ingsun mungguh fadilah sholawat mau. Ngendikane saktemene sholawat iki ngandung fadilah kang agung tanpa wates. Anjunjung derajat wong kang miliki marang kaluhuran dadi lan kasil maksude . lan sarana sholawat iki sapa wae ora bakal wurung gegayuhane lan bakal kecekel cita-citane. Apadene bakal di ijabahi dungane. Dene sapa wae kang maca sholawat iki senajan mung sepisan utawa anggawa sholawat iki Alloh bakal paringi pangapuro dosane. Serta lumeber marang ahli majlise besok yen uwong iku tumeko ing pati bakal ditekani malaikat Rahmat 4 (papat) cacahe. Kang siji perlu ngusir setan. Kang siji maneh perlu nuntun kalimah sahadat.kang siji maneh perlu maringi unjukan banyu seko telogo kautsar dene kang siji maneh ngasto wadah kang isi kebak buah-buahan soko suargo kang paring kabar suko ngabarake bakal papan kalenggahane wong mau besuk ono ing suargo. Celatune malaikat mau mengkono suko gembira hai kawulane allah. Wong mau banjur nyawang katon suwarga cecawisane. Sawangan mau kedadeyan sawetoro sadurunge nyawane oncat. Mulo wong mau bakal mlebu kubur sarono tentrem lan gembiro tanpa nandang gelisah lan duko. Ing kubur wong mau kebukake lawang rahmat 40 (petang puluh) cacahe. Mawa cahyo (nur) kang 40 ugo cacahe. Besuk yen wis tumeko dino kiamat wong mau bakal ditangeke srono didampingi malaikat soko tengen lan kiwo kang nentremake ati. Sarana ngagemi busono marang wong mau apadene nyawisake tumpakan onta marang wong mau. Mulo wong mau bakal wungu sangka kubur tanpa susah tanpa prihatin lan sateruse. Bakal enteng hisab besuk naliko wong mau ngewot sirotol mustaqim kang ono ing saduwure neroko. Neroko bakal ngucap mangkene : monggo kulo aturi lajeng : kulo haramake anggepok/demok senggol panjenengan. Wong mau banjur terus tindak mlebu suargo. Wong mau bakal diparingi gedung kubah kang digawe sangka perak putih patang puluh cacahe saben gedung mawa panggung sangka emas. Saben panggung ono tendane satus iji kang kabehe kedadehan sangka nur. Lan saben tendo ana tempat tidur kang digawe sangka sutera saben tempat tidure ana widadarine siji kang kedadehane sangka wewangen katon kadi dene purnama sidi. Banjur uwong mau kaparingan bareng kang durung nate kadulu mripat durung tau keprungu kuping. Malah durung ana ati kang kumrentek pada lan indahing yang paparingan mau kasebut ing kabar Rosululloh SAW ngendiko naliko wengine isro nyadong/nyuwun timbalan alloh taala. Alloh ta’ala maha agung dawuh : bumi iku duweke sopo hai Muhammad ? Kagungane penjenengan dalem gusti. Langit iku duweke sopo hai Muhammad ? Nggih kagungan panjenengan dalem gusti. Tabir iki duweke sapa hai Muhammad ? Ugi kagungane panjenengan dalem gusti. Alam kursi duweke sopo ? puniko inggih kagungan panjenengan dalem gusti. Banjur siro iku duweke sopo hai Muhammad ? Nabi ora kuwoso ngaturi jawaban malah rumongso lingsem/isin lan banjur sujud nyembah marang allah ta’ala. Mulo Alloh ta’ala piyambak kang sak teruse paring jawaban mengkono. Dadi siro iku duweke uwong-uwong kang pada maca sholawat mulyo lan agung. Syeh Abdul Qodir Zailani sakteruse ngendiko mengkono sak temene sholawat iki kang pantes lan hadis kasebut lan sholawat iki bakal mbuka 70 lawang Rahmat serta bakal nglahirake dalan suargo kanga ajib. Apa dene yo luwih becik merdeko ake 1000 budak . kurban 1000 unto. Sodakoh 1000 dinar lan siam 1000 sasi. Sholawat iki ugo ngandung rahasia kang bisa dadi lan nggampangake rizki bisa baikke ahlak bisa ngunggahake derajat , bisa nekaake maksude lan dingapuro dosane den tutupi cacate lan bisa ngluhuraken wong-wong asor. Syaidina Makenudin ngendiko sholawat iki aja diparingake kejobo marang wong sholeh awit sampurno lan mandi tumrap kanggo anggayuh hajat saben-saben sholawat sangko sholawat iki bakal dadi wasilah arsane Rosululloh SAW. Saben ayat biso dadi safaat ana arsane Allah ta’ala. Iyo Sholawat iki milike wong kang podo nglakoni sholat lan wacana tumrap wong kang pada eling pitutur mareng wong tuhu serta dadi wasilah lan dadi sholawatil Qur’an.
Bahasa Indonesianya kurang lebih demikian (maaf kalau ada yang kurang pas) :
Teman-teman (saudara-saudaraku) : Sudah di ceritakan oleh Syekh Abdul Qodir Zailani, beliau berkata kepada para kerabatnya : bergegaslah anda untuk mendapatkan Sholawat ini untuk anda yang saya dapatkan dari ilham pemberian Allah yang disampaikan oleh kanjeng nabi Muhammad SAW. Beliau nabi kemudian berkata dan memberi kabar/penjelasan kepadaku tentang fadilah/keutamaan sholawat tadi. Katanya (nabiyulloh) sebenarnya sholawat ini mengandung fadilah yang agung tanpa batas. Menjunjung derajat orang yang memiliki pada keluhuran dan berhasil tujuannya dan sholawat ini akan menjadi sarana bagi siapa saja tidak akan gagal harapannya serta akan tercapai cita-citanya. Apapun akan diijabahi doanya. Sedangkan bagi siapa saja yang membaca sholawat ini (basyairul khoirot) walaupun hanya sekali atau membawa sholawat ini Alloh akan memberikan ampunan terhadap dosanya. Serta akan menyebar pada majlis/lingkungan/keluarga. Besok kalau sampai ajalnya akan ditemui oleh malaikat rahmah empat jumlahnya. Yang pertama bertugas mengusir setan. Satunya lagi akn bertugas menuntun kalimah sahadat. Yang satunya lagi bertugas memberikan minuman berupa air ngdari telaga kautsar/surga serta yang satunya lagi/ keempat bertugas membawa wadah berisi penuh buah-buahan serta memberikan kabar gembira tentang tempat orang tadi besok disurga. Malaikat tadi berkata bergembiralah wahai hamba Allah. Orang tadi kemudian akan melihat surga pemberianNya. Pemandangan tadi merupakan kejadian sebelum nyawanya pergi dari raganya. Oleh karena itu orang tadi akan masuk alam barzah/kubur dengan tentram dan bergembira tanpa merasa gelisah dan sedih. Didalam kubur/barzah orang tadi akan dibukakan pintu rahmat 40 (empat puluh) banyaknya. Sembari bercahaya yang berjumlah 40 banyaknya. Besok kalau dating hari kiamat orang tadi akan dibangunkan dan didampingi oleh malaikat dikiri dan kanannya yang menyenangkan/menentramkan hati. Serta memberikan pakaian kepada orang tadi serta memberikan tunggangan berupa onta. Sehingga orang tadi akan bangun dari kubur tanpa susah payah tanpa sedih dan seterusnya. Akan diringankan hisab/perhitungan besok kalau menyebrang sirotol mustaqim yang berada diatas neraka. Neraka akan berkata demikian : saya persilakan terus menyebrang : saya haramkan bersentuhan dengan anda. Orang tadi kemudian akan terus masuk surga. Orang tadi akan diberikan gedung berkubah yang terbuat dari perak putih berjumlah empat puluh dan setiap gedung bertatahkan emas. Setiap gedung ada tendanya seratus yang semuanya berkilauan ( dari cahaya) dan setiap tenda ada tempat tidur yang terbuat dari sutera dan ada bidadarinya satu serta memakai wewangian dan bercahaya seperti bulan purnama. Kemudian orang tadi bersamakannya serta mendapatkan apa-apa yang belum pernah dilihatnya dan didengarnya. Bahkan belum pernah ada dalam benak dan keindahan tadi seperti telah diceritakan oleh Rosululloh SAW ketika isro mi’raj memenuhi perintah/panggilan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala bertanya : bumi ini milik siapa hai Muhammad? Milikmu Ya Allah. Langit ini milik siapa hai Muhammad ? itupun milkMu Ya Tuhanku. Alam kursi miliknya siapa? Itupun milikMu Ya Tuhanku. Lalu kamu itu miliknya siapa hai Muhammad? Nabi tidak kuasa memberikan jawaban bahkan merasa malu dan kemudian sujud menyembah Allah Ta’ala . Sehingga Allah Ta’ala kemudian yang memberikan jawaban begini. Jadi kamu mempunyai orang-orang yang membaca sholawat yang mulia dan agung. Syekh Abdul Qodir Zailani seterusnya berkata begini , sebenarnya sholawat ini yang pantas dengan hadis tersebut dan sholawat ini akan membuka 70 pintu rahmat serta akan membuat jalan kesurga yang sangat sempurna. Dan lagi akan lebih baik dari memerdekakan 1000 budak, kurban 1000 onta, dan memudahkan rejeki dapat memperbaiki akhlak serta menaikan derajat, bisa mendatangkan/tercapai tujuannya, diampuni dosanya, ditutupi cacatnya dan bisa meninggikan orang-orang dhuafa/lemah.
Syaidina Makenudin berkata : sholawat ini jangan diberikan kecuali kepada orang sholeh karena sempurnanya dan mustajab bagi mencapai tujuan/hajat , setiap sholawat dari sholawat ini akan menjadi wasilah kepada Rosululloh SAW. Setiap sholawat dapat menjadi safaat kepada Allah Ta’ala.
Inilah sholawatnya milik orang yang selalu melakukan/baca sholawat dan bacalah bagi orang yang selalu ingat pada nasihat/perkataan orang yang sungguh-sungguh berwasilah serta Bersholawat Qur’an. Sholawat ini sesuai yang saya dapat dari guru saya ada 31 sholawat yang merupakan satu kesatuan.
Tata Cara Pengamalannya..:
  1. Sholat Hajat / sudah sholat fardu (magrib/subuh)…
  2. Baca Ta’awudz (Audubillahiminassyaitonirojim Bismillahirrohmannirrohiim) ..1x
  3. Tawasul kepada :
    1. Rosullulloh beserta keluarganya .. alfatihah 1x
    2. Kulafaur rosyidin (Abubakar,Umar,Usman.Ali) ..alfatihah 1x
    3. Semua Malaikat (samawati wal ardh) ..alfatihah. 1x
    4. Syekh Abdul Kodir Al-Jailani … alfatihah.. 1x
    5. Semua muslimin,muslimat .. alfatihah..1x
    6. Orang tua kita ..alfatihah 1x
    7. Diri kita/ hususon ila ruhi waljasadi wabatinihi (nama saya) ..alfatihah 1x
    8. Hususon ila hajati….(sebutkan hajatnya) .. atau contoh Ya Allah dengan semua kebaikan dan semua keutamaan Sholawatil Qur’an atas ijin dan ridhoMu agar terkabul hajat saya yaitu…..)…. alfatihah .1x
    9. Man ajazani…alfatihah ..1x
    10. Baca basyairul khoirat … 1x, 3x dsb…yang penting bisa ajeg
    11. Bisa dilanjutkan baca amalan Anda yang lain untuk mendorong terkabulnya hajat (hajat baik/buruk)… sebaiknya hajat yang baik. Oleh karena kemanjuran doanya maka sangat disayangkan jika jatuh kepada orang yang bukan ahlinya (orang jahat) tapi saya percaya keluarga KWA Insya Allah sholeh/sholeha..
  4. Tidak diwajibkan untuk puasa, namun akan lebih baik jika dibaca secara dawam disertai rajin puasa sunah untuk mendekatkan diri kepadaNya misal puasa senin kamis, puasa apit neton atau sunat mutlak dengan niat mendekatkan diri kepadaNya.
  5. Sholawatul Qur’an bisa dibaca keseluruhan ( baca teks / print out ) atau memilih salah satu Sholawat untuk mendawamkan . monggo yang penting iklas dan dawam..
SEMOGA MENJADI KEBAJIKAN DAN LADANG AMAL BAGI KITA SEMUA… AMIEN YA ROBBAL ALAMIN…
MOHON MAAF ATAS SEGALA KEKURANGAN DAN KURANG SEMPURNANYA DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI INI .BUKAN BERMAKSUD MENYESATKAN, NAMUN SEMATA KARENA KETERBATASAN SAYA.. TERUS TERANG SAJA SAYA TIDAK BISA BAHASA ARAB MUNGKIN PARA PENGASUH KWA ATAU PARA SEDULUR BISA MEMBANTU MENGARTIKAN SHOLAWATUL QUR’AN INI TERIMA KASIH SEBELUMNYA…..
BY : DEDI PRAYITNO
TEKS LATIN BASYAIRUL KHOIROOT
(SHOLAWATUL QUR’AN)
  1. ALHAMDULILLAHIROBBIL ALAMIN. ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM ‘ALA SAYIDINA MUHAMMADILBASYIRIL MUBASYSYIRIL MU’MINIINA BIMA QOOLALLOHUL ADHIM WABASYSYIRIL MU’MININA WAANNALLOHA LAYUDHII’U AJROL MU’MINIINA.
  2. ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM ‘ALA SYAIDINA MUHAMMADILBASYIRIL MUBASYSYIRI LIDDAAKIRIINA BIMA QOOLALLOHUL ‘ADHIIM FADKURUUNII ADKURKUM UDKURULLOHA DIKRON KATSIIROWASSABIKHUHU BUKROTAWWA ASHIILA HUWALLADII YUSHOLLII ‘ALAIKUM WAMALAIKATUHU LIYUKHRIJAKUM MINADHULUMAATI ILLA NUURI WAKAANA BIL MU’MININA COKHIIMAAN TAHIYYATUHUM YAUMA YALQAUNAHU SALAMUN WA A ‘ADDA LAHUM AJRONKARIIMAAN.
  3. ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM ‘ALA SYAIDINA MUHAMMADILBASYIRIL MUBASYSYIRI LIL ‘AMILIINA BIMA QOLALLOHUL ‘ADHIIM ANNII LA UDHII’U ‘AMALA ‘AMILI MINKUM MIN DZAKARIN AUW UNGSAAWAMAN ‘AMILA SHOLIKHAN MIN DZAKARIN AUW UNGSA WAHUWA MU’MINUN FAULAIKA YAD KHULUNAL JANNATA YUR ZAQUUNA FIIHAA BIGHIORI KHISYAAB.
  1. ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM ‘ALA SYAIDINA MUHAMMADILBASYIRIL MUBASYSYIRI LIL AWWABIINA BIMAA QOOLALLOHUL A’DHIIMU FAINNAHU KAANA LIL AWWABIINA GHOFUROLLAHUM MAA YASYAAUNA ‘INDA ROBBIHIM DZALIKA ZAJAAUL MUHSYINIINA.
  2. ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM ‘ALA SYAIDINA MUHAMMADILBASYIRIL MUBASYSYIRI LITTAWWABIINA BIMAA QOOLALLOHUL ‘ADZIIMU INNALOHA YUHIBBUTTAWWABIINA WAYUHIBBUL MUTATHOHIRIINA WAHUWALLADZII YAQBALUTAWWABATA ‘AN ‘IBAADIHI WAYA’FUU ‘ANISYSYAIAATI.
  3. ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM ‘ALA SYAIDINA MUHAMMADILBASYIRIL MUBASYSYIRI LILMUHLISHIINA BIMAA QOOLALLOHUL ‘ADZIIMU FAMAN KAANA YARJUU LIQOO’A ROBBIHII FALYA’MAL ‘AMALAN SHOLIHAAN WALAA YUSYSYRIK BI’IBAADATI ROBBIHII AHADAN MUHLISHIINA LAHUDDIINA.
  4. ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM ‘ALA SYAIDINA MUHAMMADILBASYIRIL MUBASYSYIRI LILMUSHOLLIINA BIMAA QOOLALLOHUL ‘ADZIIMU WA AQIMISHSHOLATA INNASHSHOLATA TANHAA ‘ANILFAHSYAAI WALMUNKARI AQIMISHSHOLAATA WA’ MUR BIL MA’RUUFI WANHA ‘ANILMUNKARI WASHBIR ‘ALAA MAA ASHOOBAKA INNA DZAA LIKA MIN ‘AZMIL UMUURI.
  5. ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM ‘ALA SYAIDINA MUHAMMADIL BASYIIRIL MUBASYSYIRII LILKHAASYI’IINA BIMAA QOOLALLOHUL’ADHIIMU WASTA’IINUU BISHSHOBRI WASHSHOLAATI WAINNAHAA LAKABIIROTUN ILLA ‘ALALKHAASYI’IINA ALLADZIINA YADHUNNUUNA ANNAHUM MULAAQUU ROBBIHIM WAANNAHUM ILAIHI ROOJI’UNALLADZIINA YADZKURUUNALLOHA WIYAAMAWWAQU’UUDAAW WA’ALA JUNUUBIHIM WAYATAFAKKARUUNA FIIKHOLQISSAMAAWAATI WALARDHI ROBBANAA MAA KHOLAQTA HADZAABAATHILANN SUBKHAANAKA FAQINAA ‘ADZAABANNAARI.
  6. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LISHSHOBIRIINA BIMAA QOOLALLOHUL ‘ADHIIMU INNAMA YUWAFFASHSHOBIRUUNA AJROHUM BIGHOIRI KHISAABBIN ULAAIKALLADZIINA HADAA HUMULLOHU WAULAIKA HUM ULUL ALBAABI.
  7. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LILKHAA IFIINA BIMAA QOOLALLOHUL ‘ADHIIMU WALIMAN KHAAFA MAQOOMA ROBBIHI JANNATAANI WA AMMAA MANKHAAFA MAQOOMA ROBBIHI WANAHANNAFSA ‘ANILHAWAA FA’INNALJANNATA HIYAL MA’WAA
  8. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LILMUTTAQIINA BIMAA QOOLALLOHUL ‘ADHIIMU WAROKHMATII WASI’AT KULLA SYAI’IN FASYA AKTUBUHAA LILLADZIINA YATTAQUUNA WAYU’TUUNAZZAKATA WALLADZIINA HUM BI AYAATINAA YU’MINUUNA ALLADZIINA YATTABI’UUNARROSUULANNABIYYAL UMMIYYAA LAHUM JAZAAUDHDHI’FI BIMAA ‘AMILUU WAHUM FIL GUROFAATI AMINUUNA.
  9. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LILMUHBITIINA BIMAA QOOLALLOHUL ‘ADHIIMU WABASYSYIRIL MUKHBITIINALLADZIINA IDZAA DZU KIROLLOHU WAJILAT QULUU BUHUM WALLADZIINA YU’TUUNA MAA ATAU WAQULUBUHUM WAJILATUNN ANNAHUM ILAA ROBBIHIM ROOJI’UUNA.
  10. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LISHSHOBIRIINA BIMA QOOLALLOHUL ‘ADHIMU WABASSIRISHOOBIRIINALLADZINA IDZAA ASHSHOOBATHUM MUSHIBATUN QOOLUU INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UUNA ULAAIKA ‘ALAIHIM SHOLAWAATUMMIRROBBIHIM WAROHMATA WA ULAAIKA HUMULMUHTADUUNA INNII JAZAITUHUMUL YAUMA BIMAA SHOBARUU ANNAHUM HUMUL FAA IZUUNA.
  11. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LILKADHIMIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU WALKADHIIMINAL GOIDHO WAL ‘AFIINA ‘ANINNAASYI WALLOHU YUKHIBBUL MUHSINIINA FAMAN ‘AFA WA ASHLAKHA FA AJRUHU ‘ALALLOHI INNAHU YUKHIBBUDHOLIMIINA.
  12. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LIL MUKHSINIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU WA AKHSINUU INNALLOHA YUKHIBBUL MUKHSINIINA MANJAA A BILKHASANATI FALLOHU ‘ASRU AMSYALIHAA WAHUM LA YUDHLAMUUNA.
  13. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LIL MUTASHODDIQIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU WA ANTASHODAQUU KHOIROLLAKUM INKUNTUM TA’LAMUUNA INNALLOHA YAJ ZIL MUTASHODIQIINA
  14. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LIL MUTTAQIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU WAMIMMAA ROZAQNAAHUM YUNFIQUUNA WA MAA ANFAQTUM MINSYAIIN FAHUWA YUKHLIFUHU.
  15. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LISYSYAKIRIINA BIMA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU WASYKURUUNI’MATALLOHU INKUNTUM IYYAHU TA’BUDUUNA LA’INSYAKARTUM LA AZIIDANNAKUM WALA IN KAFARTUM INNA ‘ADZABII LASYADIIDUN
  16. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LISSAAILIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU FAINNII QORIIBUN UJIIBU DA’WATADDAA’I IDZAA DA’ANI UD’UUNII ASTAJIBLAKUM.
  17. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LISHOLIKHIINA BIMA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU ANNAL ARDHO YARITSUHAA ‘IBAADIYASHSHOLIKHUUNA ULAIKA HUMUL WARITSUUNALLADZIINA YARITSUUNAL FIRDAUSA HUM FIIHAA KHOOLIDUUNA
  18. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LIL MUKHSINIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU INNALLOHA WAMALAA IKATAHU YUSHOLLUNA ‘ALANNABIIYI YA AYYUHALLADZIINA AMANUU SHOLLUU ‘ALAIHI WASALLIMUN FASLIIMAAYYU’TIKUM KIFLAINI MIRROKHMATIHI WAYAJ’AL LAKUM NUUROON TAMSYUUNA BIHI WA YAGFIRLAKUM WALLOHU GOFUURURROHIIMUN.
  19. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LILMUBASYSYIRIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU WABASYSYIRILLADZIINA AMANUU WA ‘AMILUSHSHOLIKHATI LA TABDIILA LIKALIMATILLAHI DZALIKA HUWAL FAIDZUL ‘ADHIIMU
  20. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LILFAA IZIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU WAMAYYUTHI’ILLOHA WA ROSUULAHU FAQAD FAZA FAUZAN ‘ADHIIMAAN.
  21. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LIZZAHIDIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU ALMAALU WALBANUUNA ZIINATULKHAYAATIDDUNYA WALBAQIIYAATUSHSHOLIKHATU KHOIRUN ‘INDA ROBBIKA TSAWAABAWWA KHOIRUN AMALA.
  22. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LIL UMIYYIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU KUNTUM KHOIRO UMMATIN UKHRIJAT LINNAASI TA’MURUUNA BILMA’RUUFI WATANHAUNA ‘ANILMUNKARI.
  23. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LIL MUSHTHOFAINA BIMA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU TSUMA AUROTSNAALKITAABALLADZIINASHTHOFAINAA MIN ‘IBAADINAA FAMINHUM DHOLIMUN LINAFSIHI WAMINHUM MUQTASHIDAW WAMINHUM SA A BIKUM BIL KHOIROOTI BI IDNILLAHI DZALIKA HUWAL FADHLULKABIIRU.
  24. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LIL MUDZNIBIINA BIMA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU QULYAA ‘IBAADI YALLADZIINA ASROFU ‘ALA ANFUSIHIM LATAQNATHUU MIRROKHMATILLAHI INNALOHA YAGFIRUDZDZUNUBA JAMII’AN INNAHU HUWAL GOFUURURROKHIIMU.
  25. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LILMUSTAGFIRIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADZIIMU WAMAYYA’MAL SU’U AWYADHLIM NAFSAHU TSUMMA YASTAGFIRILLOHA YAJIDILLOHA GOFFUURORRIHIIMAN.
  26. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LILMUQORROBINA BIMA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU INNALLADZIINA SABAQOTLAHUM MINALKHUSNAA UULAIKA ‘ANHA MUB ‘ADUUNA LAA YASMA’UUNA KHASIISAHA WAHUM FIMASYTAHAT ANFUSUHUM KHOLIDUUNA LA YAKHZUNUHUMUL FAZA’UL AKBARU WATATALAQQOO HUMUL MALAAIKATAHU HADZAA YAUMUKUMULLADZII KUNTUM TUU ‘ADUUNA.
  27. ALLOHUMMA SHOLLI WASSALIM ‘ALA SAYYIDILL BASYIRILMUBASYSYIRI LILMU’MINIINA BIMAA QOLALLOHUL ‘ADHIIMU INNALMUSLIMIINA WAL MUSLIMAATI WAL MU’MININA WAL MU’MINAATI WAL QOONITIINA WAL QOONITAATI WASHSHODIQIINA WASHSHODIQOOTI WASHSHOBIRIINA WASHSHOBIROOTI WALKHASYI’INA WAL KHAASYI’ATI WAL MUTASHODDIQIINA WAL MUTASHODDIQOTI WASHSHOIMIINA WASHSHOIMATI WALKHAFIDHINA FURUJAHUM WAL KHAFIDHAATI WADZDZAKIRIINALLOHA KATSIIROWWADZDZAKIROOTI A ‘ADALOHU LAHUM MAGFIROTAWWA AJRON ‘AHIIMAN WA ANNA SA’YUHU SAUFA YUROO TSUMMA YUJZAAHUL JAZAA AL AUFAA.
  28. ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAIHI SALATAN TUSYSYROKHU BIHASHSHUUDUURU WATAHUUNU BIHAL UMUURU WATANKASYIFU BIHASSUTUURU WASALIMMU TASLIIMAA KATSIIROO DAA IMAAN ILAA YAUMIDDINI DA’WAAHUM FIHA SUBKHANAKALLAHUMMA WATAHIYYATUHUM FIIHAA SALAAMUN WA AAKHIRU DA’WAAHUM ANIL KHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIINA.
TAMAT

Persiapan Untuk Bertemu Dzat Tuhan

SIAP BERTEMU TUHAN

“yang bisa saya mengerti, itu esensiku; yang saya percayai itu eksistensiku: Tuhan saya itu ADAku, saya ADA, sebagaimana saya mencintai”
Artikel ini untuk menjawab pertanyaan yang sering diajukan para blogger di blog-blog yang bernuansa spiritual. Yaitu pertanyaan “apa itu Tuhan?” Meskipun artikel ini jauh dari memadai untuk menjawab pertanyaan tersebut, namun setidaknya bisa menjadi satu referensi bagi kita semua, yang sedang mencari jawaban yang cukup sulit namun penting ini.
Kutipan di atas adalah pernyataan mistikus Jerman, Karl Jaspers (1883-1969), yang terkait dengan pemikirannya tentang Tuhan. Sebelumnya, akan dipaparkan siapa Jaspers. Pemikir brilian ini lahir di Oldenburg, Jerman Utara pada 23 Februari 1883, bersekolah di Gymnasium Oldenburg, meneruskan di Universitas Heidelberg, dan Munchen. Jaspers memiliki minat besar pada psikiatri dan filsafat. Ia juga pada akhirnya terseret ke dalam dunia mistik saat menerbitkan buku “Der Philosophische Glaube angesichts der Offenbarung” Salah satu hasil pikiran Jaspers yang saya pandang cukup penting untuk disampaikan di blog WONG ALUS ini adalah jawaban dari pertanyaan APA ITU TUHAN?. Menurut Jaspers, TUHAN adalah EKSISTENSI, juga disebut ROH. Selain EKSISTENSI, TUHAN juga bersifat TRANSENDENSI. Manusia ada di dunia, tetapi ADANYA (Dasein) ini belum merupakan EKSISTENSI. Adanya manusia termasuk bidang empiris, berada dalam ruang dan waktu. Sebagai DASEIN kita akan meninggal, tetapi EKSISTENSI kita masih bersifat KEMUNGKINAN.
EKSISTENSI itu suatu panggilan untuk mengisi kebebasan. Di dalam waktu, kata Jaspers, manusia harus memutuskan bagaimana MANUSIA bisa ABADI dan BISA MENJADI TUHAN. Maka “Saya menjadi seperti yang saya percaya”. Menurut mistikus kondang ini, manusia memiliki kecenderungan untuk tidak mengetahui banyak hal. KETIDAKTAHUAN ini memaksa manusia untuk mengambil keputusan-keputusan. Salah satu keputusan yang cukup penting adalah ketika dia ingin menjadi AKU YANG SEJATI. Keputusan inilah yang akan menciptakan DIRI menjadi EKSISTENSI atau TUHAN. Adanya manusia selalu dibatasi oleh situasi-situasi tertentu. Situasi situasi di mana manusia bisa menemukan diri sebagai EKSISTENSI atau AKU YANG SEJATI itu disebut dengan pengalaman dalam SITUASI-SITUASI BATAS. Dalam kegelisahannya memikirkan KEMATIAN, PENDERITAAN, KESALAHAN, dst.. manusia merasa betapa fana hidupnya.
SITUASI PERBATASAN memperlihatkan bahwa hidup kita di dunia tidak merupakan kenyataan terakhir. Ternyata, ada kenyataan yang lebih besar, sesuatu yang akan membawa manusia entah kemana. Yang ada di seberang batas-batas hidup, dunia, dan pengetahuan kita disebut dengan TRANSENDENSI atau KEILAHIAN. Di sini, konsep Jaspers tentang Tuhan yang BEREKSISTENSI dan TRANSENDENSI ini bisa dikatakan sama dengan konsep ketuhanan bahwa TUHAN itu bersifat LAHIR dan juga BATIN.
Bagaimana dzat TUHAN? Kata “TUHAN”, menurut Jaspers, hanya merupakan simbol KEILAHIAN dibelakang semua nama dan konsep. KEILAHIAN selalu berbicara dengan memakai simbol-simbol (Chiffer) atau dalam bahasa Arab disebut dengan Sifr yang merupakan terjemahan dari Sansekerta, SUNYA atau KEKOSONGAN. Manusia tidak mungkin untuk mengetahui dzat Tuhan pada dirinya sendiri. Manusia harus menerjemahkan dan mengisi simbol-simbol bila ingin mengetahui SUBSTANSI KETUHANAN.
Menerjemahkan KEHENDAK TUHAN adalah tugas manusia yang mulia dan hal ini ditentukan oleh IMAN dan KEYAKINAN kita. IMAN mendapat artinya melalui cara hidup kita. Manusia oleh sebab itu bisa MEMBACA dan MENAFSIRKAN SIMBOL dengan syarat dirinya mampu mengisi KEBEBASAN. Kata Jaspers, manusia bebas karena Tuhan menyembunyikan diri. Ini berarti Segala sesuatu itu dapat menjadi WAHYU ILAHI, menjadi GEMA atau JEJAK dari TRANSENDENSI/TUHAN. Segala sesuatu dapat menjadi TEMBUS CAHAYA, BENING dan JERNIH. (Dalam bahasa mistik Jawa, segala sesuatu itu adalah KITAB TELES, terj. penulis)
Fakta sejarah dibeber oleh Jaspers. Dua kali dalam sejarah, kata Jaspers, diperlihatkan oleh TUHAN apa yang terjadi bila manusia mencoba untuk mengetahui DZAT TUHAN diseberang semua SIMBOL. Yang pertama adalah CANDI BOROBUDUR sedangkan yang kedua adalah pemikiran seorang mistikus bernama MEISTER ECKHART (1260-1327). CANDI BOROBUDUR memperlihatkan kepada manusia bagaimana sesudah semua gambaran tentang DZAT TUHAN ( simbol, konsep, kata-kata) ditinggalkan akhirnya yang tertinggal adalah KESUNYIAN / KASUNYATAN. Bila jiwa manusia telah kosong setelah semua kesadaran terlewati dan SIMBOL-SIMBOL ( simbol, konsep, kata-kata) ditinggalkan, berarti itu merupakan persiapan optimal untuk BERTEMU dengan DZAT TUHAN.
Yang kedua adalah pemikiran MEISTER ECKHART yang salah satu tema besarnya terpapar dalam kalimatnya yang berbunyi: WHEN GOD MADE MAN, THE INNERMOST HEART OF GODHEAD WAS PUT INTO MAN. Artinya “Saat Tuhan Menciptakan Manusia, Inti Ketuhanan telah Dipaterikan di Hati Terdalamnya.” Apa dan bagaimana penjelasan lengkapnya, akan dipaparkan dalam artikel selanjutnya. SALAM PANTA RHEI…

Selasa, 06 Januari 2015

Strategi Dalam Berdakwah


STRATEGI DAKWAH

Strategi dakwah haruslah yang komunikatif menghargai universalitas dan pluralitas budaya. Tidak boleh dengan agitasi dan teror.
Di kampung halaman saya, ada beberapa alumnus Ponpes Ngruki, Solo yang terkenal dengan kehebatannya berdakwah. Ponpes yang diketuai Ustad Abu Bakar Baasyir ini di mata para penegak hukum (Polisi) konon dianggap ponpes tempat bersemainya bibit Islam garis keras yang kemudian dicap sebagai penyebar gerakan terorisme di Indonesia.
Selain alumnus Ponpes Ngruki, ada juga alumnus Al-Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Keras, Magetan yang juga terkenal dengan para pendakwahnya. Konon, para alumnus ponpes ini terbiasa menggunakan metode dakwah dengan berjalan-jalan dari kampung ke kampung menyebarkan agama Islam. Konon, mereka hidup bergerombol seperti kaum nomaden. Membekali diri dengan kompor dan bahan makanan seadanya untuk diolah dan dikonsumsi di sela kesibukan berdakwah di masjid-masjid kampung.
Dari dua alumnus ponpes di kampung saya tersebut, saya ingin berbagi pengamatan. Setidaknya ada kemiripan kedua alumnus tersebut yaitu PENAMPILAN. Bila sebelum masuk ke Ponpes Ngruki dan Al Fatah hanya mengenakan sarung dan berpeci, maka usai lulus di kedua pondok tersebut penampilan mereka langsung berubah. Memakai jubah putih panjang, memelihara jenggot dan menggunakan penutup kepala putih. Apakah ini pertanda mereka sudah memasuki Islam secara penuh (kaffah), saya tidak berani untuk menjawab.
Yang jelas, secara pribadi saya mencatat hal-hal yang mencolok dari kedua alumnus ini. Setelah lulus dari Pondok, mereka rata-rata MERASA terpanggil dan berkewajiban untuk menyebarkan “agama Islam” kepada orang lain. Biasanya “agama Islam” dipahami dan dihayati hanya sebagai sekte aliran kepercayaan. Bukan sebagai keseluruhan manifestasi bangunan hidup alam semesta dan kemanusiaan.
Saya mencatat beberapa kelemahan mereka:
Pertama, rata-rata alumnusnya merasa lebih benar dan lebih takwa dibanding dengan orang lain. EGO/KEAKUAN-nya lebih tinggi sehingga orang lain dianggap sebagai obyek yang harus diIslamkan. Padahal, bila spiritualitas manusia sudah sedemikian tinggi maka EGO/KEAKUAN ini justeru harus dihilangkan sama sekali hingga sampai di taraf ORA DUWE RASA DUWE.
Kedua, mereka kurang EMPAN PAPAN dan KURANG TOLERAN. Biasanya tanpa mengenal lawan bicara, mereka langsung mengeluarkan jurus-jurus ayat-ayat suci dan mendakwa apa yang ada di luar ayat suci sebagai kafir, bid’ah dan takhayul. Harusnya mereka belajar secara mendalam berbagai “ilmu dunia” untuk mendukung dakwah, misalnya ilmu sosiologi, ilmu komunikasi dan psikologi. Mengeluarkan jurus persamaan dengan kitab suci secara langsung dan secara leterluks/teksbook bisa membawa pada AGITASI dan TEROR.
Ketiga, kurang menghargai UNIVERSALITAS DAN PLURALITAS budaya, adat istiadat masyarakat di sebuah wilayah/perkampungan. Hal ini nampak dari keinginan mereka untuk merubah budaya, adat istiadat lokal setempat yang dinilai belum Islam. Menurut mereka, hanya budaya tertentu saja (misalnya budaya Arab) saja yang dinilai sebagai budaya Islam.
Saya mencatat kelemahan-kelemahan mereka dengan harapan agar mereka memahaminya. Lantas kemudian melakukan koreksi untuk memperbaiki diri. Salah satu saran saya adalah: bila Anda sudah lulus ponpes terkenal tersebut, perbanyaklah terus menuntut ilmu. Hargai perbedaan budaya/adat istiadat dan hargai pula perbedaan sifat karakter masing-masing individu.
Islam diturunkan dengan damai, perlahan, santun dan mengedepankan cinta kasih, memahami prinsip universalitas dengan strategi yang cerdas. Harus menyatu, bersenyawa dan melebur dengan budaya masyarakat setempat. Bukan dengan dakwah yang keras, primordial dan radikal.
Mohon maaf bila pernyataan saya ini menyinggung Anda. Anggap ini sebagai kritik yang membangun dan keinginan saya untuk berbagi rasa welas dan asih karena sangat disayangkan bila niat suci yang ada di dada Anda harus pupus oleh tuduhan yang negatif.
Semoga kita semua selalu diberi-Nya keluasan nalar budi dan kebijaksanaan perilaku sehingga bisa bersenyawa dengan hati orang lain. Terima kasih dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Wass…

Strategi Setan Untuk Mempengaruhi Manusia


STRATEGI SETAN

Setan bisa bebas keluar masuk rumah kita, termasuk bisa mempengaruhi kesadaran manusia sekehendaknya. Setan adalah makhluk halus dari jenis jin yang memiliki perangai buruk dan menjadi musuh yang nyata dari manusia. Kita tidak mengingkari pernyataan ini, namun memusuhi setan tidak bisa diartikan harus membunuhnya tanpa norma-norma atau kaidah-kaidah kepantasan antar sesama makhluk Tuhan. Bagaimana sebenarnya cara setan mempengaruhi kesadaran kita?
Salah satu gejala yang paling tampak saat setan mempengaruhi kesadaran diri manusia adalah saat kesurupan. Seseorang yang diterpa kesurupan maka akal pikirannya tidak berfungsi lagi. Kesadaran normalnya akan berubah menjadi kesadaran setan tersebut. Keadaan ini harus segera dipulihkan agar sehat dan sadar seperti sedia kala. Kesurupan dalam jangka panjang akan mengakibatkan bahaya pada kejiwaan dan fisiknya. Jiwanya akan terganggu bahkan bisa menyebabkan sakit jiwa permanen.
Oleh karena itu, setan apapun tidak boleh mempengaruhi kesadaran kita. Bisikan setan juga harus kita hindari dengan berbagai cara. Salah satu cara adalah melakukan wirid yang disyariatkan dalam agama. Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam shahihnya nomor 3293, dan Muslim no 2691, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
(Barangsiapa membaca “LA ILAA HA ILLA LLAHU WAHDAHU LA SYARIIKA LAHU. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ALAA KULLI SYAI IN QODIIR” –Tiada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNYA, bagiNYA-lah kerajaan dan bagiNYA lah pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu– Dalam sehari 100 X, hal itu baginya setara pahala memerdekaan sepuluh sahaya, dituliskan baginya 100 kebaikan, dihapuskan darinya seratus keburukan, dan hal itu MENJADI PERLINDUNGAN UNTUKNYA PADA HARI ITU HINGGA SORE).
Masih banyak cara lain untuk membentengi diri dari pengaruh bisikan maupun pengaruh setan ke dalam kesadaran kita. Kalau pun setan sudah mampu kita tahan agar tidak mempengaruhi tubuh fisik kita, setan juga masih membisiki telinga dan mempengaruhi getaran otak kita agar berpikir yang negatif, berprasangka buruk kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tidak bersyukur dan lain sebagainya.
Secara umum, kecerdikan setan mengungguli manusia. Setan amat lihai mengamati apa dan bagaimana dia harus membisiki manusia sehingga berperilaku sebagaimana yang dia inginkan. Manusia yang 80 persen mengandalkan bawah sadar untuk melakukan aktivitas tanpa direfleksi dan dipikir lagi (pikiran sadar hanya 20 persen), menjadi lahan subur bagi setan untuk membelokkan kemudi kesadaran manusia.
Misalnya, saat seseorang mengemudi mobil maka sebenarnya dia mengemudi mobil dengan gerakan bawah sadar. Dia tidak lagi memikirkan berapa jumlah gardu polisi yang dilalui, dia tidak lagi berpikir harus menginjak rem atau gas saat ada kendaraan lain di jalan. Semuanya dilakukan tanpa kontrol kesadaran lagi. Sebab semua gerakan-gerakan tubuh itu sudah ada program tetap di bawah sadarnya. Dia tinggal memfungsikan program secara otomatis hingga sampai tujuan. Setan itu ibarat virus komputer yang dengan mudah membelokkan perilaku manusia tidak hanya dengan membisiki kesadaran fisik/otaknya, melainkan langsung membuat konslet sistem syaraf kita sehingga program tidak jalan dengan baik.
Inilah yang sebagian besar membuat kita tidak sadar telah melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Kita sering mendengar, bagaimana seseorang suami membunuh isteri dan anaknya sendiri, isteri meracun suaminya, anak tega membunuh bapaknya, kakak membunuh adiknya, dan seterusnya. Pengalaman saya sering mewawancarai tersangka berbagai kasus kriminal memberikan banyak informasi mengenai cara-cara mereka berbuat melanggar hukum agama, hukum negara, hukum kemanusiaan.
Banyak tersangka mengaku menghabisi nyawa orang-orang yang dikasihi itu sebenarnya dirinya masih sadar alias tanpa dipengaruhi oleh kesadaran lain yang masuk ke otaknya. Ya, memang demikianlah setan masuk ke diri manusia melalui pintu lain yaitu PINTU BAWAH SADAR. Pintu bawah sadar ini bisa dengan mudah dimasuki setan karena sifatnya yang hanya program yang merupakan kumpulan pembiasaan otogenik manusia. Pembiasaan ini dikira akan berjalan dengan pasti dan eksak, padahal ada faktor X yang mengakibatkan sebuah kasus kriminal terjadi.  Faktor X itu adalah pengaruh setan.
Setan juga paham benar tentang Neuro Linguistic Programming (pemrograman bahasa otak) manusia. Kecenderungan setiap manusia untuk menggunakan salah satu inderanya apakah itu visual, auditori dan kinestetik pun menjadi salah satu kompetensi setan untuk melakukan penyerobotan informasi sebelum diteruskan ke otak. Misalnya, saya melihat “gadis sedang berjalan di tempat sepi”. Mata kita sebenarnya hanya melihat “perempuan” tanpa diembel-embeli nilai apapun dan sebelum data informasi itu diteruskan ke otak maka setan mensabotase informasi tersebut hingga informasi menjadi “gadis seksi sedang berjalan di tempat sepi, enaknya di dekati dan dizinai”
Bagaimana gejala ini diterangkan? Sebenarnya, pengaruh setan pada kesadaran manusia itu tidak seperti yang kita bayangkan. Bayangan kita pada umumnya, setan “masuk” ke tubuh manusia seperti kita masuk ke sebuah gua atau masuk ke rumah yang kosong dan seterusnya. Nah bila pemahaman yang seperti ini kita anut, maka kita akan menemui kesulitan manakala ternyata di dalam tubuh kita ada roh. Dimana roh kita bila tubuh kita dimasuki roh-roh jahat setan?
Pengalaman membuktikan, masuknya setan ke dalam kesadaran manusia sebenarnya tidak lebih dari hanya sekedar “sentuhan” ringan saja. DENGAN MENYENTUH BAGIAN-BAGIAN OTAK KITA DAN MEMANCARKAN KILATAN-KILATAN ENERGI SEMACAM ENERGI LISTRIK, SETAN MAMPU MEMBUAT KESADARAN KITA BERUBAH TERMASUK BISA MEMBUAT KITA KESURUPAN DAN MENGUBAH KITA MENJADI BERPERILAKU NEGATIF.
Sejak lama para ahli teknologi otak menemukan bahwa elektroda atau rangsangan elektrik yang dimasukkan ke dalam otak akan memicu sikap dan perilaku tertentu. Hess seorang pemenang Nobel Kedokteran pada tahun 1930-an menemukan hal ini, yang diteruskan oleh Flynn pada tahun 1967. Flynn lebih jauh berhasil membangkitkan perilaku membunuh pada kucing dengan memberikan rangsangan listrik pada area otaknya. Delgado berhasil meredam perilaku agresif banteng aduan dengan meletakkan elektroda yang ditanam di otak yang dikendalikan dengan gelombang radio.
Meskipun sejauh ini percobaan masih dilakukan pada hewan, dunia teknologi otak belum mampu menemukan keterkaitan perilaku buruk manusia dengan rangsangan elekrik dari luar. Ternyata pengetahuan manusia modern saat ini masih kalah jauh dengan teknologi setan yang sudah mempraktekkan sejak lama. Bahwa dengan sentuhan elektrik pada bagian amygdala di otak kita, maka perilaku kita pun langsung menjadi negatif.
Menurut riset, otak ternyata diciptakan untuk dapat berubah. Otak adalah mesin canggih yang mudah berubah tanpa kehilangan sifat-sifatnya yang asli. Intervensi pendidikan ternyata bisa mencapai hingga sintesis protein di tingkat gen. Jadi pendidikan merupakan teknologi otak yang lebih lembut untuk mengubah perilaku manusia, menciptakan manusia yang cerdas dan baik. Sayangnya, manusia yang cerdas dan baik ini belum tentu menjadikan manusia itu benar dan bijaksana. Pendidikan agama memang bagus, namun tidak serta merta mampu mengubah perilaku manusia disebabkan karena sifatnya yang hanya mampu merekayasa teknologi otak dan kesadaran jasadnya saja.
Demi peradaban masa depan yang lebih bermartabat dan berketuhanan yang Maha Esa, manusia Indonesia harus menyiapkan kendali atas teknologi otak dengan pendidikan yang bagus namun juga merancang adanya kreativitas menciptakan sendiri teknologi rekayasa kesadaran jiwa bahkan hingga kesadaran ruh sehingga manusia Indonesia tidak hanya pintar dan cerdas, namun juga bijaksana dan memiliki kepekaan religiusitas yang setinggi-tingginya.

Senin, 05 Januari 2015

Isi Surat Qulhu

SURAT QULHU

Assalamu’alaikum wr,wb semua santri wong alus…..Bab berikut ini adalah faedah dari surat Al-Ikhlas. Banyak sekali manfaat surat ini. Hingga kebesaran surat ini menyamai / merupai pahala membaca Quran jika kita membacanya 3 kali ulang saja.Bahkan jika kita membacanya 100.000 kali bisa menghapus dosa yang telah kita lakukan.
Ada satu cara yang disusun para ulama salaf, sebuah metode untuk mencapai hajat dengan cara membaca surah ini sebanyak 1000 x.Ditambah dengan doa khusus.
Caranya :
Sholat Hajat 2 Rakaat / Sholat Hajat Nabi Khidir. Ba’da salam baca :
Alfaatihah bil Qobuli wa tamaami kulli suulin wa ma’muulin wa sholaahisy-sya’ni dhoohiron wa bathiinan dafi’atan likulli syarrin jaalibatan likulli khoiriin wash-sholahi wassuruuri wa ila hadrootir rasuuli Sayyidina Muhammadin Sholallahu ‘Alaihi wassalama, wa ila hadrooti khuddami Hadzihis suurotil “adhiimati Syekh Abdur Rohman wa Syekh Abdus Shomad wa Syekh Abdul Wahiid. Bisirril Al-faatihah…….
Surat Ikhlas dibaca 1000x, dengan cara tiap mendapat bilangan 100 baca taukil dibawah ini 1x :
Allohumma inni as-aluka Yaa Wahiid Yaa Ahaad Yaa Fardhu Yaa Shomaad ya man lam yattakhidz shoohibatan walaa waladan yaa man lam yalid walam yuulad walam yakun lahu kufuwan ahad.As-Aluka bihaqqi as-alukal ‘idhoomi wa anbiyaa-ikal kariimi antusakh-khirolii khuddami Hadzihis suurotil “adhiimati ‘Abdaka Syekh Abdur Rohman wa Syekh Abdus Shomad wa Syekh Abdul Wahiid yakuunuuna ‘auunan ‘alaa Qodhoo-i hawa-ijii…….( niatkan )….Al’ajal Al’ajal….. Al wahaa Al wahaa…… ‘As-saa’ah ‘As-saa’ah . Baarakalloh fiikum wa ‘alaikum wa Sholallahu ‘alaa Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa alihi wa shohbihi wa sallam. 10x
=== Sempurna Wirid Qulhu ===
ASMA YASIIRAN
Berikut ini adalah Asma Yasiiran. Faedahnya untuk memudahkan semua hajat dan kesulitan kita.
Ijazah : KH.Ali Umar Toyyib Al-Palembani, Palembang Darussalam.
Alfaatihah ‘alaa niyyati……( Niatkan )…ilaa ruuhi Sayyidil Waliid Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bil-Faqih, Wa ilaa ruuhi Al-Habib Al-Imam Al-Habr Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bil-Faqih, wa ilaa ruuhi Al-Habib Al-Imam Al-Quthub Muhammad bin Hadi As-seqaf Al-Hadramii wa ila hadrootir Rasuuli Sayyidina Muhammadin Sholallahu ‘Alaihi wassalama. Bisirrill faatihah…….1x
Yaa Allah, Yaa Muyassir yassir, Yaa Mudabbir Dabbir ,Yaa MusaH-Hil saHHil, SaHHil ‘Alainaa kulla ‘asiirin, bijaahil Basyiirin nadziir.
( 100x ba’da sholat fardhu / 1000x ba’da nisfu lail )
=== Sempurna Asma Yasiran ===
Semoga bermanfaat.Mohon maaf jika ada kesalahan translet bahasa. Barakalloh…

Kesaktian KH Susila Budhi Dharma


SUSILA BUDHI DHARMA

Salah satu aliran kepercayaan asli Indonesia bernafaskan Kejawen Islam ini sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Jauh sebelum era globalisasi dan pasar bebas, SUSILA BUDHI DHARMA telah tersebar di 80 negara dengan anggota 20 ribu orang.
subuh
Nama Indonesia sebenarnya tidak jelek di dunia internasional. Negeri yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja dan kini sedang sedih karena berbagai aksi radikalisme, anarkisme dan nasionalisme yang memudar ini, sebenarnya menyimpan kekuatan spiritual yang justeru diakui di dunia internasional. Kekuatan spiritual ini bisa jadi cara olah batin untuk mengubah dunia. Salah satu bukti statemen itu adalah diterimanya salah satu aliran kebatinan Jawa (Kejawen) di dunia internasional sejak puluhan tahun yang lalu.
Subud didirikan oleh almarhum R. M. Muhammad Subuh Sumohadiwijoyo. Bapak (panggilan akrabnya di kalangan Subud) menerima latihan secara spontan (dalam khasanah internal Kebatinan dikatakan telah menerima WAHYU. Sebutan ini dari kacamata Agama Islam dinilai agak kurang PAS karena yang menerima wahyu hanya para nabi. Lebih tepatnya menerima ilham) pada tahun 1925, saat berumur 24 tahun. Subuh bercerita saat dia menerima wahyu: “Saat itu Bapak (Subuh menyebut dirinya sendiri dengan sebutan Bapak bukan “saya” atau “Kami” seperti kebanyakan orang) bekerja di kantor melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Tahu-tahu semua itu berhenti, berakhir. Akal tidak bekerja lagi. Kemudian Bapak menerima seperti yang akan Saudara terima di dalam latihan. Bapak tidak mencari ilmu, karena tidak mempunyai guru atau pengajar. Bapak hanya sekadar menerima, dan itu disebut Mukjizat Allah, Anugerah Tuhan. Itu hanya diberikan kepada orang kalau orang itu tidak mencarinya, sepi ing pamrih. Kalau seseorang menyerah dan pasrah dalam menerima Anugerah Tuhan, maka Tuhan akan memberi Anugerah-Nya…”
Inilah awal sejarah Subud yaitu ketika almarhum R. M. Muhammad Subuh Sumohadiwijoyo mendapatkan pengajaran langsung dari Tuhan. Kontak ini disusul dengan masa tiga tahun yang ditandai gejolak luar biasa di dalam jiwanya. Pada akhir masa itu, doanya terkabul dengan diperolehnya petunjuk bahwa karunia yang telah diterima beliau tidak hanya untuk dirinya sendiri dan dapat dibagi-bagikan kepada siapa saja yang berminat. Hanya disyaratkan bahwa anggota tidak boleh dicari-cari. Delapan tahun kemudian sejak diterimanya wahyu pertama tersebut, pada tahun 1933 Muhammad Subuh menamakan apa yang diterimanya ini sebagai LATIHAN KEJIWAAN. Subud sebagai organisasi kemudian dibentuk dan resmi berdiri tanggal 1 Pebruari tahun 1947 di Yogyakarta. Pada tanggal 23 Juni 1987, Muhammad Subuh dipanggil Sang Khalik di Jakarta dalam usia 86 tahun.
Muhammad Subuh dikenal para pengikutnya sebagai orang yang winasis, sakti dan waskita. Salah satu hal yang penting sebagai tonggak yang membesarkan organisasi ke dunia Internasional yang dipimpin Subuh ini adalah peristiwa sembuhnya Eva Bartok, artis Inggris setelah sakit bertahun tahun. Secara pribadi Subuh dikenal pula bertangan dingin dan mampu mengobati berbagai macam penyakit hanya dengan memasrahkan segala penyakit ke Tuhan. Apa komentar Subuh saat bisa menyembuhkan Eva Bartok? “Itu bukan Bapak yang menolong atau menyembuhkannya. Bapak hanya menunjukkan cara berbakti kepada Tuhan Allah, dan dia sembuh. Eva menjadi sehat, dan segala-galanya berakhir dengan baik. Bapak hanya menunjukkan cara berbakti. Kesehatan seseorang adalah perkara antara orang itu dan Tuhan Allah. Orang lain tidak dapat turut campur tangan…”
Bagi pengagumnya, figur Subuh tak hanya pribadi yang mempesona auranya, tapi lebih-lebih pesona spiritualnya. Maklum, Subuh bisa di-artikan sebagai Subud, nama kondang di peta spiritualitas. Subud adalah sejenis latihan spiritual yang diperoleh Subuh melalui sebuah pengalaman gaib pada 1925. Jalan spiritual itu kemudian disebut latihan kejiwaan Subud, kependekan dari Susila Budhi Dharma. Inti latihan kejiwaan itu berupa pasrah kepada Tuhan.
Manusia, menurut Subud, memiliki akses langsung dan cara yang unik untuk berhubungan dengan Tuhan. Subud, menurut Suryadi Haryono, penasihat Yayasan Susila Dharma Indonesia, bukan agama, ajaran, atau sejenis meditasi. Sebagian kalangan muslim memandang Subud, seperti aliran kebatinan umumnya, mengabaikan syariat. Benarkah? “Subud tidak bermaksud memisahkan manusia dari agamanya. Justru melalui proses pembersihan diri ala Subud, orang semakin mengamalkan ajaran agama,” kata Suryadi.
Idries Shah (1926-1996), penulis tasawuf kelahiran India, pernah menyatakan bahwa Subud adalah bentuk popularisasi dari tasawuf dan latihan kejiwaan. Subud tak ubahnya olah batin cara sufi. Muhammad Subuh memang pernah berguru kepada Kiai Abdurrahman, guru tarekat Naqsabandiyah di Kota Semarang. Namun, Subuh menolak penilaian keterkaitan antara Subud dan tasawuf. Dalam otobiografinya, Subuh menyatakan bahwa latihan kejiwaan tak diperoleh dari manusia. Sebagai organisasi, Subud berdiri secara
resmi pada 1947 di Kota Yogya. Pada 1957, markas Subud berpindah ke kawasan Cilandak, Jakarta. Pengikut Subud hingga 1950-an masih terbatas di Pulau Jawa. Pada 1995, jumlah mereka secara nasional sekitar 15 ribu orang, demikian menurut esai ilmiah Robert J. Kyle dari Jurusan Arkeologi dan Antropologi Universitas Nasional Australia. Mereka tak hanya datang dari berbagai kelas sosial, tapi juga dari penganut agama resmi di Indonesia: Islam, Katolik, Protestan, Buddha, dan Hindu.
Sejak 1957, ratusan orang di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia mulai masuk Subud. Penyebaran ini berkat artikel-artikel di koran dan jurnal Eropa tulisan Husein Rofe, ahli bahasa asal Inggris yang pernah berguru kepada Subuh. Juga buku-buku lain. Kini jumlah anggota Subud diperkirakan 20 ribu orang, yang tersebar di 80 negara. Mereka membentuk organisasi nasional di negara masing-masing dan secara internasional mendirikan World Subud Association. Lalu, ada juga organisasi Susila Dharma Internasional, yaitu lembaga swadaya masyarakat yang berafiliasi pada organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di Indonesia, pengikut Subud ber-organisasi di bawah Yayasan Susila Dharma Indonesia. Dan kini pelatih spiritual tertingginya adalah Siti Rahayu Wiryohudoyo, anak tertua Subuh.
Subud adalah bagian dari pertumbuhan mistisisme atau sebut saja gerakan kebatinan di Jawa pasca kemerdekaan. Mereka yang terdaftar di meja birokrasi pemerintah pada 1970-an berjumlah 350 kelompok. Nama kelompok itu antara lain Sumarah, Sapta Darma, dan Pangestu. Hanya Subud yang mendunia. Fenomena itu, menurut studi Robert J. Kyle, adalah bagian dari pencarian identitas budaya menghadapi gemuruh modernitas yang mulai menyentuh Indonesia. Ada berbagai pandangan dari beberapa pengamat, misalnya Koentjaraningrat, tentang faktor kemunculan gerakan kebatinan di Jawa. Ada yang memandang gerakan itu sebagai pelarian psikologis masyarakat dalam menghadapi kerasnya kondisi sosial ekonomi, pe-perangan, kerawanan sosial, dan cepatnya perubahan sosial. Pengamat lain berpendapat itu merupakan bentuk ketidakpuasan terhadap kurangnya toleransi dan kecenderungan ritualistik dari kaum beragama. Kegagalan agama-agama untuk menjadi sumber moralitas juga dituding sebagai biang keladi. “Semua pandangan itu ada benarnya,” kata Robert dalam esai ilmiahnya. Apa pun latar sosiologis kelahirannya, kehadiran Subud terbukti memenuhi dahaga spiritual zaman, terutama di Barat.
***
SUBUD merupakan singkatan SUSILA BUDHI DHARMA. SUSILA menunjukkan sifat insan yang memiliki tabiat manusia yang sempurna sesuai dengan kodrat Tuhan. BUDHI berarti bahwa di dalam diri manusia terdapat suatu daya luhur yang dapat membimbingnya bila ia mampu menginsyafi kehadiran daya tersebut. DHARMA melambangkan penyerahan manusia kepada Kebesaran Tuhan Yang Mahakuasa. Latihan kejiwaan Subud adalah praktek rohani yang merupakan inti eksistensi Persaudaraan Subud. Dalam latihan kejiwaan Subud, si pelatih menyerah sepenuhnya kepada, membuka rasa dirinya kepada, dan mengalami kontak langsung dengan Kekuasaan Tuhan. Selama latihan berlangsung, si pelatih hanya mengikuti apa saja yang timbul dalam rasa dirinya dari saat ke saat. Pengalaman ini bersifat sangat pribadi, sehingga masing-masing pelatih akan mengalami hal-hal yang berbeda-beda. Karena apa yang diterima dalam latihan kejiwaan Subud bersifat sangat khas dan dalam, maka pengalaman-pengalaman para pelatih tidak mungkin digambarkan secara memuaskan dengan kata-kata. Dijelaskan bahwa tujuan utama latihan kejiwaan Subud adalah memberdayakan kita, dengan menyerah kepada Kekuasaan Tuhan serta mengikuti petunjuk-Nya, agar lambat laun dapat mencapai keadaan kodrati kita yang sebenarnya sebagai manusia sempurna, atau insan kamil. Siapa saja boleh masuk persaudaraan Subud asalkan calon anggota sudah mencapai umur 17 tahun, telah menjalankan masa percobaan selama tiga bulan guna mengerti asas dan tujuan Subud, dan tidak ada halangan apa-apa, maka barang siapa akan diterima sebagai anggota Subud.
Subud bukanlah organisasi atau sekte yang eksklusif, karena menerima anggota dari segala macam agama, maupun mereka yang belum beragama. Oleh karena esensi Subud adalah kebaktian kepada Tuhan Yang Mahakuasa, maka tidak ada alasan untuk terjadinya konflik dengan agama yang diyakini. Malah sebaliknya, banyak anggota Subud yang mengaku setelah mengikuti latihan kejiwaan mulai menghayati agamanya sendiri dan menghormati agama-agama orang lain. Latihan kejiwaan Subud dimulai dengan PEMBUKAAN. Selama beberapa bulan setelah dibuka, seseorang yang baru menjadi anggota dianjurkan melakukan latihan dua kali seminggu selama setengah jam. Bila sudah cukup terbiasa menerima latihan, dia akan dibenarkan berlatih tiga kali seminggu.
Latihan kejiwaan Subud dapat dilakukan baik dalam kelompok maupun sendirian. Bila keadaan memungkinkan, idealnya ialah berlatih dua kali seminggu dalam grup dan sekali seminggu seorang diri. Kini, di berbagai komunitas di seluruh dunia terdapat sebanyak 385 grup Subud. Komite-komite setempat mengusahakan sarana latihan. Di sebagian besar negeri tempat Subud berakar ada organisasi nasional yang mengadakan kongres berkala agar para anggota dapat baik bersilatulrahmi maupun berbakti bersama kepada Tuhan Yang Mahaesa. Semua organisasi nasional mengambil bagian dalam Asosiasi Subud Sedunia (World Subud Association, WSA) dan memilih direktur dan pejabatnya. WSA mensponsori kongres internasional yang diselenggarakan tiap empat tahun sekali. Pada tahun 1997 kongres tersebut akan diadakan di kota Spokane, Washington, Amerika Serikat. Kongres-kongres sebelumnya diadakan di Kolombia, Australia, Inggris, Kanada, Jerman, Indonesia, Jepang, dan Amerika Serikat.
Dalam salah satu transkrip ceramahnya kepada para calon anggota Subud di Singapura, pada 16 April 1960 Muhammad Subuh mengatakan bahwa Subud bukanlah agama baru, juga bukan sebagian agama yang sudah ada, apalagi suatu ilmu. Subud hanya merupakan lambang cara hidup manusia sempurna. Susila Budhi Dharma oleh sebab itu merupakan lambang tindak-tanduk manusia di dalam latihan kejiwaan Subud, artinya apa saja yang terjadi di dalam latihan kejiwaan Subud sungguh-sungguh merupakan Kehendak Tuhan dan terjadi karena memang demikianlah Kehendak Tuhan atas diri kita. Itu amat cocok dengan kitab bahwa Tuhan selalu dekat pada manusia, atau bahwa manusia sangat dekat pada Tuhan, bahwa Tuhan memberikan apa saja yang dibutuhkan manusia, dan bahwa manusia dapat menerima apa saja yang diberi oleh Tuhan. Apa yang harus kita serahkan kepada Tuhan? “Bukan harta benda kita, bukan apa yang kita cintai, apalagi apa yang kita miliki, karena Tuhan tidak membutuhkan semua itu. Yang harus kita serahkan ialah akal-pikiran, hati, dan nafsu, karena itu semua merupakan alat-alat yang selalu menghalang-halangi kita kalau mau dekat pada Tuhan..” kata Muhmmad Subuh.
Menurut Subuh, Tuhan memerintah tanpa perkakas atau bahan, sedangkan manusia, kalau mau membuat suatu barang, membutuhkan, misalnya, meja, kayu, paku, martil, dan alat-alat lainnya. Untuk bisa membuat bom atom, manusia membutuhkan alat-alat yang lebih banyak lagi untuk mengubah bahan baku menjadi bom atom. Tetapi semua itu tadi tidak diperlukan Tuhan. Tuhan Allah mencipta tanpa perkakas dan bahan. Di sini terang sekali bahwa untuk dapat mengerti Kehendak Tuhan tidak ada jalan lain buat manusia kecuali betul-betul menyerah, karena hati dan akal pikirannya tidak mungkin akan dapat bertemu dengan Tuhan. “Itulah yang kita lakukan dalam latihan kejiwaan. Kita hanya menyerah saja tanpa menggunakan akal-pikiran, hati, dan nafsu, karena tugas kita ialah hanya sekadar menerima jatah yang Tuhan catukan kepada kita. Demikianlah dapat dimengerti bahwa Subud itu hanya merupakan lambang kehidupan manusia yang wajib menurut Kehendak Tuhan melulu serta melaksanakan Perintah-Nya di dunia, dan demikian pula di akhirat.” Ujar Subuh.
Itulah karenanya maka dalam mengikuti latihan kejiwaan Subud kita tidak mempunyai ajaran, tidak ada yang perlu kita pelajari, karena yang dihendaki tidak lain kecuali sungguh-sungguh menyerah. Siapa saja yang mengatakan bahwa ia tahu di mana jalan menuju ke Tuhan sebenarnya mendahului pemberian Tuhan sebelum ia dapat menerimanya. Tidak ada yang perlu kita lakukan kecuali menerima apa yang diberi-Nya, atau apa yang menjadi Kehendak Tuhan atas diri kita. Itulah sabda sejati para nabi, “Asal engkau pasrah kepada Tuhan dengan ikhlas dan jujur, Tuhan akan memayungi dan menuntun dirimu.”
Di dalam latihan kejiwaan kita tidak mempunyai kemauan satu pun. Menurut Subuh, kita tidak mempunyai permohonan satu pun. Kita hanya sekadar menerima apa saja yang Tuhan berikan. Tidak patut kalau kita meniru atau mencontoh orang lain. Kita masing-masing harus menemukan dan menempuh jalan sendiri ke Tuhan. Biasanya, kalau berguru, seorang murid banyak diajari untuk melakukan persis apa yang dilakukan oleh gurunya, agar ia dapat menggayuh apa yang telah tercapai oleh sang guru. Sebenarnya itu keliru, sebab jangankan di antara guru dan murid-muridnya, di antara saudara kandung saja sudah banyak perbedaannya. Dengan demikian tentunya kita dapat mengerti bahwa jalan yang cocok untuk seorang guru dalam hal menemukan Tuhan, belum tentu cocok untuk murid-muridnya. Subuh menjelaskan kalau kita sungguh-sungguh sudah benar-benar dapat mengenal aspek halus kita, maka di dalam segala hal kita akan dituntun oleh Kekuasaan Tuhan, sebab Kekuasaan Tuhanlah yang bekerja di dalam dan di luar kita, sehingga di mana saja, di kantor atau sedang menyetir mobil, atau melakukan apa saja, kita akan selalu dituntun oleh Kekuasaan Tuhan. Sungguh jelas apa yang tersabda di dalam Alquran, “Sebelum bertindak, ucapkanlah bismillaahir rahmaanir rahiim.
Itu, kata Subuh, mengandung arti bahwa kita mengikuti Tuntunan Tuhan dan hanya akan melakukan apa yang dititahkan-Nya. Saudara tidak akan tergesa-gesa bertindak dan baru setelah itu ingat Tuhan, sehingga menyesal, merasa kecewa dengan apa yang telah Saudara lakukan. Kalau sebelum kita mulai bekerja Tuhan Allah selalu ada di dalam kesadaran kita, maka segala apa yang kita kerjakan nanti akan benar. “Itu juga mengandung arti bahwa kita tidak boleh bertindak tanpa Tuntunan Tuhan, karena jika Tuhan Allah kita lupakan, kita tidak akan mendapat Pertolongan-Nya kalau ternyata tindakan kita salah. Kekuasaan yang kita saksikan, hanya untuk meyakinkan bahwa Kekuasaan Tuhan Yang Mahakuasa bekerja di dalam kita, tidak ada hanya di dalam diri kita, melainkan juga ada di dalam tiap-tiap ciptaan. Itulah sebabnya, maka di dalam latihan kejiwaan kita tidak akan merugikan agama kita masing-masing. Apa yang kita alami dan lakukan akan berasal dari Kehendak Tuhan, dan kita hanya membuka apa yang sudah ada di dalam kita,” ujar Subuh.
Oke deh, salam damai di alam kelanggengan buat Pak Subuh.

Minggu, 04 Januari 2015

Tasbih Untuk Melihat Surga


TASBIH MELIHAT SURGA

Tasbih Untuk Melihat Tempat Kita Di Surga
Diceritakan dari Ibrahim bin adham dari sebagian wali Abdal, pada suatu malam ia shalat di tepi laut, kemudian beliau mendengar suara nyaring mengucapkan tasbih tanpa kelihatan siapa yang mengucapkannya. Lalu beliau berkata: ” siapakah anda? saya mendengar suaramu tetapi tidak melihat rupamu? “. Kemudian suara tersebut menjawab: ” aku adalah malaikat penjaga di laut ini, aku selalu mengucapkan tasbih ini sejak aku diciptakan “. Kemudian beliau bertanya: ” siapa namamu? “. Suara tersebut menjawab: ” Mahlahyaabil “. Kemudian beliau bertanya lagi: “apa pahala orang yang mengucapakn tasbih tersebut? “. Malaikat tersebut menjawab: ” barang siapa mengucapkannya seratus kali, dia tidak akan mati melainkan setelah melihat tempatnya di surga atau diperlihatkan kapadanya “.
” SUBHANALLOHIL ‘ALIYYID DAYAAN, SUBHANALLOHI SYADIIDIL ARKAAN, SUBHANALLOHI MAYYA’TII BILLLAILI WA YAZHABU BINNAHAARI, SUBHAANA MAN LAA YASGHULUHU SYA’NUN AN SA’NIN, SUBHANALLAHIL HANNAANIL MANNANI, SUBHANALLAHI FII KULLI MAKAANIN “.
Amalan tasbih ini merupakan ijazah dari Ustadz Idrus H Alkaff. Mudah-mudahan amalan ini membawa hikmah untuk kita semua. Saya teringat akan satu istighosah yang dulu diajarkan oleh salah satu guru saya dan selalu kami dawamkan ketika selesai ta’lim
“ILAHI LASTULIL FIRDAUSI AHLA, WA LA AQWA ‘ALA NARIL JAHIMI, FAHABLI TAUBATAN WAGHFIR DZUNUBI, FAINNAKA GHOFIRUL DZANBIL ADZHIMI”
Istighosah tersebut berasal dari Abu Nawas, orang yang selalu diidentikkan dengan berbagai cerita-cerita lucunya.Ada yang meyakini dibalik tingkah polos dan lucu, sesengguhnya beliau adalah seorang guru Sufi
Sesungguhnya kita tak pantas masuk surganya Allah, tetapi kita juga takut akan siksa api neraka. Dan sesungguhnya bukan amal kita yang membuat kita dapat masuk surga, melainkan Ridho Allah yang membuat kita masuk surga Amiiien.” Ilahi anta maqsuudi wa ridhoka matluubi “.

Jumat, 26 Desember 2014

Cara Menjadi Manusia Terhormat Di Mata Tuhan


TERHORMAT DI MATA TUHAN

tariSungguh, tidak ada hidup yang paling mulia selain menjadi terhormat di mata Tuhan. Bila ini sudah jadi prinsip hidup dan menerangi dalam perilaku sehari-hari, yakinlah bahwa Anda sudah berada di pintu surga. Lirik lagu “Nyanyian Suara Hati” yang dinyanyikan Ebiet G. Ade menggambarkan sesungguhnya manusia yang terhormat.
Seringkali aku merasa jengah dan sungkan
bicara tentang saudara kita
yang terhimpit derita kemiskinan
Sebab sesungguhnya mereka mungkin
lebih terhormat di mata alam
Sebab sesungguhnya mereka mungkin
lebih berharga di mata Tuhan

Kadangkala aku bahkan merasa cemburu
melihat senyum polos dan lepas
meski sambil menahan kelaparan
Maka sesungguhnya mereka lebih kaya
meskipun tanpa harta
Maka sesungguhnya mereka lebih bahagia
Dapat mensyukuri yang dimiliki

Sesungguhnyalah aku ingin belajar
sikap mereka menjalani hidup
Angin, tolonglah bawakan aku
sepotong kertas dan pena tajam
Akan kutulis tebal-tebal
pelajaranmu lewat diam

Kadangkala aku bahkan merasa cemburu
melihat senyum polos dan lepas
meski sambil menahan kelaparan
Maka sesungguhnya mereka lebih kaya
meskipun tanpa harta
Maka sesungguhnya mereka lebih bahagia
Dapat mensyukuri yang dimiliki

Sesungguhnyalah aku ingin belajar
sikap mereka menjalani hidup
Angin, tolonglah bawakan aku
sepotong kertas dan pena tajam
Akan kutulis tebal-tebal
pelajaranmu lewat diam
Akan kusimpan dalam-dalam
pelajaranmu lewat diam. @@@
Apa yang dicari oleh manusia sepanjang hidupnya, tentu saja banyak dan bertingkat. Mulai harta, benda, makan, minum, ilmu pengetahuan, cinta kasih sayang kepada anak dan pasangan hidup, kebutuhan untuk tenteram damai dan aman, kebutuhan untuk aktualisasi diri, kebutuhan bermasyarakat, kebutuhan berkuasa, kebutuhan untuk menjalani hidup adikodrati dan seterusnya, dan sebagainya.
Saya tidak hapal teori-teori psikologi, mana di antara kebutuhan tadi yang merupakan kebutuhan primer, skunder, tersier, maupun yang paling tersier. Di bolak-balik terserah lah, yang jelas intinya bahwa sepanjang hidup manusia akan dihadapkan pada kebutuhan-kebutuhan tadi.
Bila boleh saya sederhanakan (tentu saja boleh dan siapa sih yang melarang manusia untuk sak karepe dhewe dalam hal menyusun pola hidupnya masing-masing?), kebutuhan hidup ada dua: kebutuhan hidup dunia dan kebutuhan hidup akhirat. Kebutuhan hidup dunia terpenuhi sebagai akibat adanya badan / jasad fisik, pemenuhan kepuasan biologis maupun psikologis. Sementara kebutuhan hidup akhirat melampaui kebutuhan hidup yang melulu jasad fisik tersebut. Kebutuhan hidup akhirat menuntut seseorang individu untuk melihat kebutuhan jasad fisik hanya sebagai pijakan kaki yang sifatnya komplementer dan suplementer.
Nah di antara dua kebutuhan hidup dunia dan akhirat ini, mana yang dijadikan tujuan fokus orientasi utama kita?
Sangat mengerikan bila hidup kita diorientasikan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup dunia saja. Dan mengabaikan atau menomorduakan orientasi kebutuhan hidup akhirat.
Adalah sangat bijaksana bila diminta untuk belajarlah pada sejarah dunia. Bagaimana peradaban dunia terbentuk oleh sosok Hitler, sosok Lenin, sosok Windston Churcil, sosok Che Guevara, sosok Ratu Elisabeth, sosok Jengis Khan, sosok Cheng Hoo, sosok Isa, sosok Muhammad, sosok Aristoteles, sosok Socrates, sosok Plato, sosok Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, sosok Budha, sosok Ibrahim, sosok Adam, sosok Gus Dur, sosok Bung Karno, sosok Bill Clinton, sosok Gorobachev, sosok Gajah Mada, sosok Diponegoro, sosok Ronggowarsito, sosok Idi Amin dan lainnya,…..
Sekilas, dari membaca namanya saja kita sudah bisa memperkirakan, sebuah aura sosial yang menyejarah pada sosok-sosok manusia yang menjadi tonggak dimana mereka hidup dan dihidupkan.
Sosok yang berorientasi pada kebutuhan hidup dunia akan membuat peradaban ini kisruh, ruwet, penuh penindasan dan mengabaikan hak asasi manusia, berdarah-darah, mengorbankan yang lemah karena alasan ideologis dan seterusnya. Sementara sosok yang berorientasi pada kebutuhan akhirat akan membuat peradaban ini damai, aman, tenteram, penuh cinta kasih sayang.
Dari sini, oke-lah kita sepakati bahwa yang terbaik adalah menomorsatukan kehidupan akhirat daripada dunia, menomorsatukan kehidupan batin daripada lahir, menomorsatukan kehidupan spiritual mental daripada kebutuhan fisik jasmani. Apalagi bulan puasa ini, adalah momentum yang bijaksana untuk menjahit kembali pandangan hidup kita yang bolong-bolong.
Inti kebutuhan hidup akhirat sebenarnya tersimpul dalam sederet kata namun sangat mendalam maknanya: BAGAIMANA TERHORMAT DI MATA TUHAN. Monggo direnungkan, bila ditafsirkan dengan ilmu-ilmu spiritual, agama, mental apa saja maka kata ini akan merujuk pada sebuah pendakian spiritual yang agung dan luar biasa.
Bila kita terhormat di mata manusia, maka manusia lain akan menganggap kita perlu untuk dihormati karena berbagai kemuliaan dan keluhuran yang kita sandang semasa hidup. Entah karena jasa-jasa kita, apakah karena harta benda kita yang banyak, apakah karena kita mampu berperan besar untuk masyarakat. Lain lagi bila kita terhormat di mata Tuhan, apa ini artinya?
Artinya, kita telah memiliki track record kemuliaan dan keluhuran hidup lurus alias tidak bengkok bengkok memegang janji kita sebelum kita diadakan/dihidupkan Tuhan. Janji ruh kita sebelum hidup ini adalah: Mengakui bahwa Tuhan adalah Gusti Allah yang satu dan kita senantiasa akan memposisikan Dia sebagai Tuhan. Titik. Dia bukan setan, malaikat, nabi, wanita, atau arca-arca.
Memegang janji kita sebelum kita diadakan/dihidupkan Tuhan dengan mengakui bahwa Tuhan adalah Gusti Allah yang satu dan kita senantiasa akan memposisikan Dia sebagai Tuhan. adalah satu-satunya jalan kemuliaan dan menjadi terhormat di Mata Tuhan. Seluruh hidup kita mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga usia senja hendaknya tetap memegang janji ini dan mengimplementasikan janji tersebut dalam perilaku dan perbuatan.
Siapa yang mampu dan berani untuk memegang janji luhur ini dan menyinari hidupnya dengan perbuatan nyata, akan terjamin di masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Kita tidak akan pernah miskin dan gelisah karena telah memiliki satu jalinan hubungan yang kuat dengan Tuhan. Boleh saja dia dinilai orang lain tidak memiliki harta benda apa-apa, namun bagi sang kekasih Tuhan ini kebahagiaan dan keluhuran hidup nilainya tidak diukur sama sekali dari sana.
Sehingga, jangan pernah sedikitpun memandang hina dan remeh mereka yang hidupnya sederhana yang barangkali kita menganggapnya miskin, papa dan tersingkir. Sama sekali jangan. Bisa jadi hidup mereka sebenarnya berbinar terang oleh kesederhanaan, kebijaksanaan dan sinar-sinar keluhuran sebagai manusia yang terhormat di mata Tuhan. Kita tidak akan pernah mampu untuk mengukur derajat keluhuran manusia karena hanya Dia yang bisa menilainya.
Kita disarankan untuk rendah hati dan tidak boleh sok tahu. Sebab hidup adalah sebuah misteri yang tidak akan mampu bisa dibuka kecuali dengan kebijaksanaan yang tinggi yang diolah dengan batin yang suci, rasa yang menep dan hening, serta cipta yang sadar-sesadar-sadarnya bahwa kita hanyalah debu di terompah-Nya yang Maha Suci.
Akhirnya, marilah kita semua berkarya, belajar, bekerja, mencari nafkah untuk menghidupi semua orang di muka bumi. Memupuk rasa cinta kasih dan peraudaraan pada semua makhluk Tuhan, pada sesama manusia, pada jin, pada gunung, pada pohon, pada air, pada bumi, bahkan pada semut dan amuba sekalipun.
Jangan pernah menyakiti mereka sebab mereka juga punya rasa dan batin. Mereka ada karena diadakan-Nya. Mereka bukan diadakan untuk dieksploitasi oleh manusia namun mereka diadakan untuk menemani manusia. Manusia harus hidup harmonis, selaras, serasi dengan mereka dengan keseimbangan ukuran yang disesuaikan dengan kadarnya masing-masing.
Terakhir, derajat kemuliaan manusia yang paling tinggi terletak pada bagaimana dia mampu memposisikan dirinya secara terhormat di Mata Tuhan. Manusia dikatakan sebagai makhluk yang derajatnya paling mulia dan lebih mulia dari malaikat yang bisanya hanya bertasbih memuji namanya, karena PERILAKU dan PERBUATANNYA diterangi oleh akal budi dan kebijaksanaan.
Sebaliknya, manusia juga bisa ndlosor atau terpuruk menuju derajat yang paling hina bahkan lebih hina dari seekor lalat karena PERILAKU dan PERBUATANNYA yang disinari oleh sinar hitam kelam keakuan-keiblisan yang penuh kebodohan sehingga batinnya tidak mampu lagi memancarkan sinar-sinar kemuliaan.
Ya Gusti Allah, Tuhan kita semua, sinarilah selalu batin ini dengan sinar cinta-Mu yang Maha Suci… Ulurkan tangan-MU untuk mengangkat kami dari keakuan/ego kami yang bertumpuk-tumpuk ini, dan jadikan kami terhormat di mata-Mu yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
Suci yang batin akan menerangi yang lahir. Itulah harapan kita semua.

Tingkat Keberadaan Tuhan Disekitar Kita

TINGKAT KEBERADAAN TUHAN

Saya sering mendapat pertanyaan dari para sabahat; Tuhan itu ada atau tidak ada? Ini barangkali gara-gara para sahabat saya itu mengetahui bahwa yang ada di depannya adalah lulusan dari Fakultas Filsafat sehingga mereka –entah sekedar iseng atau sungguh-sungguh —ingin mengerti jawabannya dari mulut saya.
Ibarat dokter yang mendapatkan keluhan akan suatu penyakit, saya biasanya merasa bertanggungjawab untuk melontarkan jawaban. Bila dokter siap dengan obat, maka saya siap dengan jawaban. Mungkin ini adalah kesetaraan profesi: dokter dan lulusan filsafat. Hehehe…. Bedanya padahal jelas.
Saran, anjuran dan obat dari dokter ada imbalan uangnya, tapi lulusan filsafat tidak. Boro-boro mengucapkan rasa terima kasih, biasanya malah sebaliknya; membantah, mencibir dan mendebat. Terserah saja… yang penting, saya dan para teman yang rajin diskusi ini akhirnya semakin cerdas dan terampil untuk menggunakan argumentasi untuk menyusun sebuah pandangan dunia.
Terus terang, saya kangen bila dalam sehari tidak dipertanyakan Tuhan itu ada atau tidak. Sejak dulu saat saya masih duduk di bangku SMA kelas 1, atau kuliah di semester-semester awal hingga lulus, atau saat saya sudah memasuki dunia kerja, pertanyaan ini selalu menjadi pertanyaan yang menemani. Dan ini hebatnya, berbeda dengan pertanyaan lain yang jawabannya eksak dan pasti — misalnya berapa tambah berapa sama dengan berapa – jawaban atas pertanyaan Tuhan itu ada atu tidak itu tidak pernah sama terlontar dari mulut saya.
Pasti ada perkembangan, ada penyusutan, ada variasi jawaban. Terkadang semakin berkualitas, namun terkadang semakin dangkal dan tidak bermutu. Bagi saya pribadi, hal ini tidak jadi soal karena saya percaya bahwa otak, pikiran, keyakinan, ide, intuisi kita akan semakin berkembang dan semakin tajam bila diasah terus menerus. Pada satu saat, jawaban itu bisa mandeg dan kasar, namun pada saat yang lain bisa berbinar dan akhirnya menemukan sisik melik tentang hakikat ketuhanan. Semoga!
Bila kebetulan pertanyaan itu berlanjut ke sebuah diskusi yang serius dan situasinya mendukung misalnya bertemu dengan habitat para pemikir handal, saya biasanya menyesuaikan diri. Pertanyaan “Tuhan itu Ada atau Tidak?” di kepala para pemikir handal berkecamuk lebih keras dan lebih kritis daripada kepala saya yang bloon dan tolol. Namun untunglah, biasanya saya tidak kehabisan jurus silat untuk menandingi para pemikir era postmodern yang berkecepatan memori 4 Giga, dan prosesor Intel Dual Core.
Baiklah pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi sekaligus mengajak jagongan dengan para blogger yang budiman untuk membahas bersama-sama jawaban atas pertanyaan “Tuhan itu Ada atau Tidak?…” Agar tidak menjadi diskusi yang tanpa ujung pangkal, hanya ngalor-ngidul dan tidak menghasilkan pengetahuan baru, marilah kita membuat kesepakatan-kesepakatan istilah terlebih dulu.
Marilah kita sepakati dulu istilah YANG ADA. Menurut buku-buku Filsafat yang sudah lusuh dan usang, Istilah YANG ADA, merupakan istilah yang paling umum serta yang paling sederhana di antara semua predikat. Karena YANG ADA maka dapat dikatakan sesuatu mengenai barang-barang yang nyata. Ilustrasinya sbb: kata BARANG dapat diterpkan pada buku, meja, kursi, manusia, KUCING. Nah, ada kata yang lebih umum bahkan paling umum yaitu YANG ADA. Apapun yang dapat kita jumpai dan kita pikirkan, kita bisa menyebutnya YANG ADA. Mudah bukan???
Dalam bahasa Inggris, YANG ADA disebut BEING, bahasa Perancisnya ETRE, bahasa Jermannya SEIN, bahasa latinnya ETRE. Ada kecenderungan masyarakat awam memandang YANG ADA sebagai hal yang pasif yang menyamakannya dengan TERLETAK, TERBENTANG. Padahal, pada hakikatnya, Tuhan Semesta Alam ini sudah menggariskan bahwa YANG ADA ITU AKTIF. Tinggi rendahnya aktivitas tersebut tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keberadaan: benda-benda seperti batu, berbeda dengan tumbuhan, hewan, sampai manusia. Untuk menamai sifat aktif YANG ADA ini, biasanya dipakai istilah PENGADA yang artinya YANG ADA yang sedang mengada.
Almarhum dosen saya, Doktor Anton Bakker, semakin mengkongkretisasikan kata YANG ADA dengan arti yang lebih personal, konkret yang menunjuk pada substansi yang hidup dan unik. Dia menyebutnya dengan PENGADA. Nah, untuk mengenali PENGADA ini, caranya adalah mengenali AKU karena AKU-lah sarana untuk menggali dan mengungkapkan hakikat PENGADA tersebut.
Dengan penemuan ini, berarti manusia sudah mampu untuk membuat definisi yang bagus tentang YANG ADA. Bahwa YANG ADA itu terus mengalami pembaharuan meskipun ada sisi-sisi permanensinya. YANG ADA bersifat unik individual, YANG ADA itu satu yang melebur dalam SEMUA. Dan seterusnya….
Untuk lebih mengenal YANG ADA dan semakin memahami bahasa metafisika umum, ada baiknya juga memiliki kejelasan tentang klasifikasi YANG ADA. Sebab di sinilah kita mampu mendudukkan sesuatu hal sesuai dengan klasifikasinya. Pengetahuan ini juga bermanfaat untuk menjawab pertanyaan; TUHAN ITU ADA ATAU TIDAK?
Almarhum Profesor Notonagoro secara gamblang menjelaskan TINGKAT-TINGKAT KEBERADAAN. Dia membagi YANG ADA dalam dua kategori yaitu YANG NYATA ADA dan YANG ADA DALAM KHAYALAN. YANG NYATA ADA dibagi lagi menjadi ADA YANG MUNGKIN dan ADA YANG AKTUAL. Sedangkan YANG ADA DALAM KHAYALAN bisa dipilah menjadi YANG ADA DALAM KHAYALAN yang berupa KEMUNGKINAN dan YANG ADA DALAM KHAYALAN yang bersifat AKALI.
ADA YANG AKTUAL mempunyai esensi abstrak atau hakikat yang mengacu pada eksistensi sesuatu tanpa spesifikasi bentuk sebagai yang independen atau tidak. Esensi individual atau universal itu bukan hal yang kongkret dan bereksistensi melainkan prinsip yang dengannya segala sesuatu itu bereksistensi sebagai sesuatu jenis tertentu. Sementara ESENSI KONGKRET ini bersifat INDIVIDUAL dengan semua determinasi riil yang ada padanya.
Lain lagi yang diungkapkan oleh dosen Ontologi/Metafisika Umum lain, yaitu Doktor Dibyasuharda. Biar nggak ribet dan rumit untuk memahami YANG ADA, dia lebih cenderung menyukai kategori YANG ADA dengan membaginya hanya menjadi tiga; ADA OBYEK, ADA SUBYEK dan ADA AN SICH. ADA OBYEK dapat dikenali manusia karena ia berada di luar subyek atau AKU. Kedua, ada SUBYEK yang dikenali manusia di dalam dirinya sendiri atau AKU yang berhadapan dengan DIRIKU. Ketiga ADA AN SICH yang dikenal subyek, namun tidak dihinggapi dan terlepas dari KEOBYEKANNYA. ADA AN SICH tidak terbuka bagi subyek, karena pada pangkal usaha untuk mengenalinya maka subyek telah menjadikannya ADA OBYEK.
Nah, uraian ini bisa dipakai sebagai bingkai, cara pandang, pola pikir atau paradigma untuk menjawab pertanyaan TUHAN itu ada atau tidak? Jawabannya jelas bahwa TUHAN ITU ADA. Ada di mana? karena TUHAN ITU ADA AN-SICH maka kita tidak bisa menjawab karena pada pangkal untuk menjawabnya kita akan terjebak pada mengobyekkan Tuhan. Namun bila sang penanya sangat penasaran dan daripada nanti kita dianggap pelit untuk menjawab, maka ada baiknya kita menjawab dengan cara pandang Profesor Notonagoro.
Demikian semoga ada manfaatnya meski kecil. Salam damai di wajah, tubuh dan gerakan serta damai pula di hati, mohon maaf bila salah.