Minggu, 04 Januari 2015

Pengalaman Saat Menarik Benda - Benda Ghaib

PENGALAMAN MENARIK BENDA-BENDA GOIB

TANYA: Assalamualaikum, bagaimana cara narik benda-benda goib misalnya pusaka, batu-batu akik, uang, dll?
JAWAB: Waalaikumsalam. Pertanyaan seperti ini adalah kesekian kali, entah sudah puluhan, atau mungkin ratusan kalinya masuk ke email/sms saya. Memang banyak amalan menarik benda pusaka yang diijasahkan di blog KWA, namun masih banyak yang gagal dalam mempraktekkannya. Muncul pertanyaan, apakah amalannya yang salah? Ataukah orang yang mempraktekkannya yang tekniknya kurang benar atau bagaimana? Inilah yang akan kita akan jelaskan kepada saudara pembaca KWA.
Yang pertama-tama harus anda miliki sebelum menarik benda goib adalah anda harus memiliki banyak energi magnet dari dalam diri anda. Energi magnetik ini bisa kita dapatkan apabila kita memperbanyak dzikir dan wirid. Kita ketahui untuk menarik benda-benda goib maka mau tidak mau kita sedang mengerjakan sesuatu kegiatan yang bersinggungan dengan dimensi jin, baik menarik benda goib ke alam nyata, menanggulangi orang kesurupan jin ataupun usaha penyembuhan orang sakit akibat gangguan jin, maka orang tersebut berarti sedang berhadapan dengan kekuatan jin.
Supaya pekerjaan itu tidak salah langkah dan berhasil sesuai yang diinginkan, maka tahap pertama yang harus dilakukan sebelum praktek, adalah tahap persiapan. Persiapan itu berupa mengkondisikan diri untuk bisa mendapatkan kekuatan yang didatangkan Allah SWT. kepada hamba-Nya yang disebut atau kekuatan/kekuasaan penolong dari Allah SWT.
QS.al-Isro’ ayat 80 menyebutkan sebagai berikut: WAQUL RABBI ADKHILNII MUDKHALA SHIDQIN WA-AKHRIJNII MUKHRAJA SHIDQIN WAIJ’AL LII MIN LADUNKA SULTHAANAN NASHIIRAAN Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.
Kekuatan penolong itu adalah kemampuan pribadi/power yang dianugrahkan Allah SWT. kepada hamba-Nya sebagai buah atau hadiah perilaku dan ibadah yang dilakukan. Kekuatan/Power didapatkan dari jerih payah dan latihan ruhani/riyadhoh yang dilakukannya baik melalui bimbingan guru atau pun orang yang  lebih dulu memahami atau mengalaminya. Nah, inilah yang perlu dilakukan, sekali lagi, yang perlu anda lakukan adalah melatih diri dengan tekun dan tidak mudah menyerah.
Adalah merupakan sunatullah, hukum alam dan kodrat alamiah bahwa jin memiliki berbagai kelebihan dibanding manusia. Misalnya jin dapat mempengaruhi kesadaran manusia, bisa melihat manusia. Namun demikian, apabila manusia mampu mengkondisikan diri maka dia bisa juga berkomunikasi dengan jin, bahkan bisa mengalahkan power yang dimiliki oleh jin dengan cara mendapatkan bantuan pertolongan energi ilahi.
Contoh benda kayu yang berasal dari goib
Contoh benda kayu yang berasal dari dunia goib
Sebagai seorang yang terus menerus belajar untuk menjadi ahli hikmah/ahli kebijaksanan dan kedalaman ruhani, alangkah baiknya bila kita berupaya agar mendapatkan power dengan cara-cara yang baik misalnya dengan cara:
Tekun melaksanakan mujahadah di jalan Allah dan membaca dzikir/wirid-wirid tertentu yang didawamkan sehingga kita akan mendapatkan warid atau buah ibadah yang didatangkan di dunia. Meskipun pada hakikinya kita tidak boleh menjadikan buah ibadah tersebut sebagai tujuan. Ketika seseorang melaksanakan wirid yang berasal dari bimbingan guru, maka mereka akan menempuh amaliyah thoriqoh yang diyakini, baik dengan dzikir dan wirid-wirid yang didawamkan setiap hari maupun mujahadah dan riyadhoh yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu.
Nah, sudah banyak ilmu/amalan cara menarik benda goib di KWA ini bukan? Pilih yang menurut hati nurani anda sekiranya cocok dan lakukan dengan istiqomah. Jangan mudah menyerah dan bila gagal jangan patah semangat, ulangi-ulangi dan sekali lagi ulangi. Insya allah akan ada hasil bila anda tidak patah semangat. Yang perlu anda tanamkan dalam hati agar tidak gampang menyerah adalah tanamkan dalam hati bahwa niat anda berdzikir adalah untuk MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT.
Buah dari ibadah dzikir yang dilakukan tersebut dalam dunia mistik bisa berupa pendamping dari wirid yang kita laksanakan yaitu dari pendamping/khodam jin (yang baik) atau bisa juga dari khodam golongan malaikat.   Dengan kekuatan itu makhluk jin menjadi takut kepada manusia. Itulah rahasia pertolongan Allah SWT yang diturunkan di dunia.
Pengalaman datangnya benda goib memang aneh. Misalnya ketika duduk di kelas 1 SMP di tahun 80-an, saya mengalami kejadian di luar akal sehat. Suatu ketika keluarga saya dirundung masalah. Ayah dan ibu terlibat hutang yang tidak sedikit. Sebagai anak, mengetahui hal tersebut tentu membuat hati bersedih. Namun apa daya, saya hanya seorang siswa yang belum bisa membantu untuk mencarikan solusi.
Salah satu hobi saya sejak usia kanak-kanak adalah melakukan dzikir/wirid. Dzikir doa apa saja, entah itu basmalah atau asmak-asmak Allah. Nah, pada suatu siang saat pulang sekolah, saya naik colt sambil berdzikir. Saya ingat, saat itu duduk di kursi panjang paling belakang. Tidak ada penumpang di colt itu selain saya. Tiba-tiba entah siapa yang memerintahkan, terdengar suara dari dalam hati agar saya menggerakkan jari-jari tangan ke arah pantat dan merogoh-rogoh sela-sela kursi sandaran colt dan ALLAHU AKBAR…. saya menemukan gelang emas sebanyak 25 gram lebih.
Tanpa pikir panjang, saya berikan gelang emas itu kepada orang tua dan akhirnya gelang emas temuan itu dijual untuk melunasi hutang yang menumpuk. Sebagai tanda sayang orang tua, sisa hasil penjualan gelang emas tersebut saya dibelikan sebuah sepeda “bmx” warna hitam dan dengan sepeda tersebut saya gunakan untuk pergi pulang ke sekolah yang jaraknya sekitar tujuh kilometer.
Pengalaman saya pertama kali melakukan penarikan benda goib di awal tahun 90-an lalu sebagai berikut: saya niatkan dalam hati untuk MENARIK BENDA GOIB dengan cara wirid di sebuah tempat yang sepi, yaitu sebuah gua di pelosok Kabupaten Bantul Yogyakarta. Saya persiapkan diri mental keteguhan hati dan keberanian untuk berada di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian tanpa ditemani oleh siapapun. Di gua, saya melakukan wirid ayat kursi dengan hitungan ribuan. Di hari ketiga riyadhoh, terdengar suara-suara memekakkan telinga seperti orang berteriak-teriak, “tolooooong tolooooong  tolooooong…”
Suara-suara menakutkan tersebut tidak membuat saya bergeming, saya meneruskan wirid. Tanpa diduga dan dinyana…. badan saya berguncang hebat dan sebuah tenaga besar mendorong saya .. tubuh pun akhirnya berguling-guling dan tiba-tiba sebuah benda dilemparkan di depan saya. Nah, begitu saya membuka mata (saya wirid sambil memejamkan mata dan sesekali melek/membuka mata mungkin saking khusyuknya hehe..) ternyata saya melihat sebuah pusaka berjenis mata tombak tanpa landeyan/pegangan.
Selidik punya selidik kenapa jin mau memberikan pusaka ke saya? Setelah saya pikir-pikir, mungkin jin-jin tersebut kepanasan saya bacakan ayat kursi dan daripada tubuh mereka terbakar maka permintaan saya (para jin mengetahui isi hati saya saat itu) dipenuhi. Oalahhh ….
Itulah pengalaman terkait bagaimana sesungguhnya sebuah benda goib itu berwujud nyata dan hadir kepada kita. Ada yang datang secara tidak disengaja dan ada yang memang disengaja kita melakukan penarikan. Pengalaman di waktu lain tentu saja berbeda-beda terkait bagaimana benda goib tersebut datang. Insya allah akan saya ceritakan di lain kesempatan biar pembaca blog KWA tidak jenuh membaca tulisan saya. Oke sedulur? Wassalamualaikum wr wb.

Cara Menarik Pusaka / Harta Ghaib


TARIK PUSAKA / HARTA GAIB

A. syarat utama :
– Menguasai terawangan (mengetahui posisi letak pusaka tersebut)
– Bisa menguasai ilmu pageran (Bila terjadi serangan mendadak)
– Tingkat konsentrasi yang tinggi dan fokus
B. Syarat pendukung :
- Minyak (tergantung kekuatan khodam yang di ambil makin gede minyaknya juga makin khusus)
Jenis minyak Yang khusus (mahal harganya):
– Minyak FONIBASALWA (minyak 5 warna/ 5 Jarum)
– Minyak Dua Al jannah
– Minyak Sulaiman
Jenis Minyak Biasa / Umum :
– Zafaron Putih
– Misik Putih
– Kasturi Putih
Buhur / Dupa :
– Menyan Jawa
– Buhur Magrobi
– Dupa cap dua naga kembar
– Candu cap bunga tengkorak
– Kembang setaman / Liman
-Apel Jin 2 daun atau tiga daun
C. Media lain yang dibutuhkan
- Kain putih mori ukuran slayer gan.
- Tanah dari tempat yang di duga tersimpan pusaka ( ini kalau mau dilakukan dirumah gan, tapi syaratnya harus di depan pelataran rumah atau ruang yang tersembunyi dari penglihatan orang dan gak boleh dekat dengan anak kecil bahaya, tapi saran gw mending di tempatnya langsung biar amannya)
Tata laku Ritualnya :
1. Berpuasalah selama 1,3,7 atau 40 hari mutih (tergantung kekuatan khodam barang yang di angkat) dina pasaran selasa kliwon di akhiri malem jum’at kliwon lebih mantebnya lagi pasrannya jatuh bulan SURO gan ini paling cespleng buat narik biasanya pada nongol sendiri.
2. Selesai puasa malam jum’at kliwon datanglah ke tempat dimana diduga tersimpan pusaka itu gan jangan lupa berwudu terlebih dahulu.
3. duduk bersila deteksi kembali keberadaan pusaka tersebut dengan amalan ini : [B][I]Ya Hadii Ihdinii 100x [/I][/B] sembari konsentrasi nanti akan terlihat jelas dimana barang tersebut.
4. Siapkan Minyak, dupa dan kembang setaman dan kain mori. taruh di tempat yang diduga terdapat pusakanya ( gelar kain bakar dupa dan siramkan minyak disekeliling kain dengan melingkarinya lau taburkan bunga di kain dan sekeliling area )
5. Ucapkan Uluk salam kepada penunggu dan khodam yang bersemayam di sekeliling area :
” [B][I]Asalamu’aikum 3x Salam dalem ingkang poro leluhur sedoyo ing … (sebutkan nama leluhur petilasan itu atau nama petilasannya) kulo bade nyuwun pusaka dalem ingkang poro leluhur, ingsun ngirim donga dalem ingkang poro leluhur (Baca Alfatihah 1x)[/I][/B]
nah biasanya setelah ini tanpa wiridan dah mulai nongol penampakan2 khodam ya MG lain menghampiri silahkan berkomunikasi dengan mereka biasanya mereka akan menunjukkan dengan sendirinya pusaka itu terpendenpam atau jatuh tepat di kain mori atau timbul dari bawah kain mori tergantung tanda yang mereka berikan.
Bila mana belum terjadi maka amalankan di bawah ini :
1. Tawasulan :
– Rasulullah Muhammad SAW
– Syaikh abdul qadir jaylani
– Malaikat Jibril, Mikail, israfil, izrail
– Nabi Khidir As
– Para ulama & solihin ditanah jawa
– Orang tua
– Diri kita pribadi
Baca Amalan : Surat Al ikhlas 1500x (lakukan dengan fokus dan tenang jgn terburu2 sebelum 1500 biasanya dah mulai keangkat) Bila sedah terangkat segera bungkus pusaka tersebut dengan kain mori dan baca doa pengunci agar pusaka tersebut tidak lari.
Cara Mengunci genggam pusaka tersebut didada kita dengan kain morinya dan baca doa [B][I]NURBUAT 7x.[/I][/B] konsen mengunci pusaka tersebut. setelah selesai bawalah pusaka tersebut dan amati sisir kembali area ritual kita biasanya yang tersedot juga banyak tergantung kekuatan kita.

Tasbih Untuk Melihat Surga


TASBIH MELIHAT SURGA

Tasbih Untuk Melihat Tempat Kita Di Surga
Diceritakan dari Ibrahim bin adham dari sebagian wali Abdal, pada suatu malam ia shalat di tepi laut, kemudian beliau mendengar suara nyaring mengucapkan tasbih tanpa kelihatan siapa yang mengucapkannya. Lalu beliau berkata: ” siapakah anda? saya mendengar suaramu tetapi tidak melihat rupamu? “. Kemudian suara tersebut menjawab: ” aku adalah malaikat penjaga di laut ini, aku selalu mengucapkan tasbih ini sejak aku diciptakan “. Kemudian beliau bertanya: ” siapa namamu? “. Suara tersebut menjawab: ” Mahlahyaabil “. Kemudian beliau bertanya lagi: “apa pahala orang yang mengucapakn tasbih tersebut? “. Malaikat tersebut menjawab: ” barang siapa mengucapkannya seratus kali, dia tidak akan mati melainkan setelah melihat tempatnya di surga atau diperlihatkan kapadanya “.
” SUBHANALLOHIL ‘ALIYYID DAYAAN, SUBHANALLOHI SYADIIDIL ARKAAN, SUBHANALLOHI MAYYA’TII BILLLAILI WA YAZHABU BINNAHAARI, SUBHAANA MAN LAA YASGHULUHU SYA’NUN AN SA’NIN, SUBHANALLAHIL HANNAANIL MANNANI, SUBHANALLAHI FII KULLI MAKAANIN “.
Amalan tasbih ini merupakan ijazah dari Ustadz Idrus H Alkaff. Mudah-mudahan amalan ini membawa hikmah untuk kita semua. Saya teringat akan satu istighosah yang dulu diajarkan oleh salah satu guru saya dan selalu kami dawamkan ketika selesai ta’lim
“ILAHI LASTULIL FIRDAUSI AHLA, WA LA AQWA ‘ALA NARIL JAHIMI, FAHABLI TAUBATAN WAGHFIR DZUNUBI, FAINNAKA GHOFIRUL DZANBIL ADZHIMI”
Istighosah tersebut berasal dari Abu Nawas, orang yang selalu diidentikkan dengan berbagai cerita-cerita lucunya.Ada yang meyakini dibalik tingkah polos dan lucu, sesengguhnya beliau adalah seorang guru Sufi
Sesungguhnya kita tak pantas masuk surganya Allah, tetapi kita juga takut akan siksa api neraka. Dan sesungguhnya bukan amal kita yang membuat kita dapat masuk surga, melainkan Ridho Allah yang membuat kita masuk surga Amiiien.” Ilahi anta maqsuudi wa ridhoka matluubi “.

Ilmu Sangkan Paran


TATA CARA NGELMU SANGKAN PARAN

“Ingsun tojalining Dzat Kang Maha Suci, Kang murba amasesa, Kang kuwasa Angandika Kun Fayakun mandi sakucapingsun, dadi saksiptaningsun, katurutan sakarsaningsun, kasembadan saksedyaningsun karana saka Kodratingsun. Ingsun Dzating manungsa sejati, saiki eling besuk ya eling. Saningmaya araning Muhamad , Sirkumaya araningsun, Sir Dzat dadi sak sirku, yaiku sejatining manungsa, urip tan kena ing pati,langgeng tan keno owah gingsir ing kahanan jati, ing donya tumeka jagad langgeng. Ingsun mertobat lan nalangsa marang Dzat ingsun dewe, regede badaningsun, gorohe atiningsun, laline uripingsun, salahe panggaweningsun, ing salawas lawase dosaningsun kabeh sampurna saka kodratingsun.”
“Ilmu iku kalakone kanthi laku”: ilmu itu terlaksana karena dilakukan di dalam perbuatan yang nyata. Dalam konteks khasanah falsafah Jawa, kata “ngelmu” menunjuk pada ajaran hidup menuju kesempurnaan diri pribadi. Ajaran itu teori dan teori tidak akan membawa manfaat apa-apa bila tidak dipkraktekkan dalam hidup sehari-hari.
Di dalam sebuah ajaran ada perintah dan larangannya. Tujuan perintah larangan adalah untuk mendisiplinkan diri agar diri yang sebelumnya “liar” menjadi “jinak”, diri yang sebelumnya memperturutkan keinginan “diri”/ego/keakuan menjadi diri yang bisa menurut dengan diri-Nya/Ego-Nya.
Kenapa diri ini harus manut dengan keinginan atau kehendak-Nya? Ada sebuah analogi yang gampang dicerna. Misalnya, sebuah mobil BMW diciptakan dan diproduksi oleh pabrik BMW di Jerman. Pabrik sudah mengeluarkan petunjuk penggunaan, aturan perintah dan larangan.
Pabrik tidak asl bikin petunjuk penggunaan. Sang insinyurnya sudah memiliki prediksi agar mesin dan bodi mobil itu awet, maka oli harus dignti saat mobil sudah mencapai sekian kilometer. Insinyur juga memiliki prediksi bahwa usia efektif mobil tersebut sekian tahun. Hingga mencapai batas usia tertentu, maka mobil akan digolongkan istimewa dan menjadi barang antik.
Begitu pula manusia. Manusia diciptakan oleh Tuhan dan Sang Insinyur Manusia ini sudah mengeluarkan buku panduan lengkap, tata cara hidup dan berkelakuan agar dipedomani sebagai arahan hidup mulai o tahun hingga semilyar tahun mendatang.
Beda dengan benda yang “ada”nya begitu sederhana. “Adanya” manusia ini sungguh luar biasa. Manusia diberikan kebijaksanaan untuk menentukan masa depannya sendiri sebelum dia dilahirkan di dunia. Manusia diberi kekuasaan-Nya untuk merancang sendiri dia nantinya akan jadi apa, akan kemana, apa tujuan hidupnya. Ya, karena Tuhan Maha Pemurah, maka manusia dijinkan menjadi insinyur yang bebas merancang dirinya sendiri.
Ruh yang merupakan “manusia sejati” dan “sejatinya manusia” itu, sebelum ada di dunia telah merancang dirinya sendiri dengan menulis di buku kitabnya masing-masing. Tuhan hanya memberikan kata “ACC” dan membubuhkan “stempel” saja. Tuhan pun menekankan bahwa yang berlaku nanti di bumi adalah hukum sebab akibat. Hukum karma, sunatullah atau disebut juga dengan hukum alam.
Jadi, salah bila dikatakan bahwa adanya sial, bencana, bahaya, ketidaksuksesan hidup itu karena Tuhan. Tuhan tidak cawe-cawe sama sekali. Itu murni urusan manusia yang tidak paham dan malah mungkin melanggar pantangan hukum sebab akibat.
Keberhasilan dan kesuksesan adalah akibat dari sebuah sebab. Sebab keberhasilan/kesuksesan adalah kerja keras. Untuk bekerja keras butuh motivasi kerja yang tinggi dan niat yang teguh. Tubuh/Raga yang rajin bergerak mencari rezeki yang halal, asalnya adalah jiwa/batin yang tenang, nyaman dan bahagia.
Kembali ke tema awal. Apa saja tata cara ngelmu sangkan paran? Di dalam khasanah Kejawen, dalam buku “Cipta Brata Manunggal” karangan Ki Brotokesawa disebutkan laku yang perlu dijalani:
1. Sabar, tawakal, tekun, dan nrimo
2. Jaga kebersihan lahir batin
3. Olah raga
4. Olah nafas
5. Berpakaian yang pantas dan bersih.
7. Olah cipta, banyak membaca dan menggali ilmu pengetahuan
8. Bekerja rajin
9. Sore hari belajar untuk tambahan pengetahuan
10. Makan teratur dan higienis.
11. Minum air putih dingin pagi, siang, malam
13. Istirahat selama 6 atau 8 jam sehari semalam.
14. Perasaan dan pikiran terarah.
16. Tidak terlalu banyak bicara. Tidak bicara kotor dan berbicara seperlunya. Bila akan tidur hendaklah instropeksi diri sambil berdoa sebagaimana yang tertera di kalimat pembuka.
Dalam buku “Cipta Brata Manunggal” juga dipaparkan proses tingkat-tingkat manembah/sembah kepada Gusti. Berikut tingkatan itu:
A. SEMBAH RAGA yaitu tapaning badan jasad kita. Tubuh, jasad bergerak atas perintah batin. Batin diperintah oleh dua unsur, baik (nur Ilhiah) dan buruk (nar Iblis). Agar tubuh disiplin, terarah dan terkendali maka perlu dilatih. Tingkatnya adalah syariat. Tubuh tetap melakukan disiplin ibadah.
B. SEMBAHING CIPTA, di Islam dinamai Tarekat, sembahnya hati yang luhur. Untuk mencapai hati luhur perlu kesadaran nalar (logika). Diperlukan olah nalar yang bagus sesuai dengan prinsip-prinsip logika. Tujuan sembah cipta adalah  mengerti akan “kasunyatan”. Ilmu pengetahuan harus dikuasai agar memiliki perbandingan baik dan buruk. Kebijaksanaan akan lahir bila kita mampu menekan dan mengendalikan hawa nafsu. Memahami Ilmu Ketuhanan diperlukan syarat berupa cipta yang bersih dari hawa nafsu dan olah nalar yang mumpuni. Ilmu Ketuhanan adalah ilmu yang “sangat halus” yang bisa ditangkap dengan kegigihan memperhalus batin dan mentaati prinsip-prinsip berpikir yang lurus.
Tujuan dari sembah cipta itu mengendalikan dua macam sifat: angkara( yang menimbulkan watak adigang, adigung, adiguna, kumingsun dsb.) dan watak keinginan mengusai akan kepunyaan orang lain (kemelikan-jw). Cipta yang bersih yaitu kalau sudah bisa mengendalikan angkara murka, Tandanya bila cipta sudah “manembah”, yaitu waspada terhadap bisikan jiwa.
Jadi sembah itu intinya melatih cara kerja cipta, dengan cara Tata, Titi, Ngati ati, Telaten, dan Atul. Atul adalah pembiasaan diri agar mendarah daging menjadi kebiasaan dan watak yang akhirnya terbiasa mengetahui sejatinya penglihatan (sejatine tingal) yaitu Pramana, bisa dikatakan sampai kepada jalan sejati, yaitu penglihatan pramana (tingal pramana).
Tanda sudah sempurna sembah cipta adalah berda di dalam kondisi kejiwaan sepi dari pamrih apapun.  Seperti tidak ingat apapun itu pertanda sudah sampai batas, yaitu batas antara tipuan dan kenyataan (kacidran lan kasunyatan – jw), jadi sudah ganti jaman, dari jaman tipuan menjadi jaman kenyataan.
Rasa badan ketiga (saka penggorohan maring kasunyatan Rasaning badan tetelu), wadag astral dan mental tadi seketika tidak bekerja. Disitulah lupa, tetapi masih dikuati oleh kesadaran jiwa (elinging jiwa), dan waktu itu menjadi eneng, ening, dan eling.  Artinya eneng: diamnya raga, Ening : heningnya cipta, Eling: ingatnya budi rasa yang sejati.
C. SEMBAH JIWA. di Islam dinamai Hakekat. Kalau sudah bisa melaksanakan sembah cipta baru bisa melaksanakan sembah jiwa. Artinya: rasakan dengan menggunakan rasa “kasukman” yang bisa ditemui dalam eneng, ening dan eling tadi. Tandanya adalah semua sembah, panembah batin yang tulus tidak tercampuri oleh rasa lahir sama sekali.
Bila sudah melihat cahaya yang terang tanpa bisa dibayangkan tetapi tidak silau, pertanda telah sampai kepada kekuasaan “kasunyatan”(kesejatian), yang juga disebut Nur Muhamad, yaitu tiada lain Cahaya Pramana sendiri, karena dinamai pramana karena cahayanya yang saling bertautan dengan rasa sejati dan budi, disitu rasa jati dan budi akan berkuasa(jumeneng), sudah sampai kepada kebijaksanaan. Artinya kebijaksanaan merasa sampai mengerti yang melakukan semadi tadi, saling berkaitan tak terpisahkan dengan cahaya yang terang benderang yang tidak bisa dibayangkan.
D. SEMBAH RASA, di Islam dinamai Makrifat. Sembah rasa itu adalah mengalami Rasa Sejati. Inilah rasa manusia yang paling halus, tempat semua rasa dan perasaan dan bisa merasakan perlunya menjadi manusia  yang berbudi luhur dan menyadari bahwa dia adalah pribadi yang merupakan Wakil-Nya. Bahkan pada tahap akhir pemahaman makrifat, dia akan “menjadi” Tuhan itu sendiri (Gusti amor ing Kawulo). Rasa hidup adalah rasa Tuhan, rasa Ada, ya diri pribadi, bersatu tanpa batas dengan rasa semua ciptaan Nya. Tanda bila sudah mencapai kasunyatan, sudah hilang ilah-ilah yang lain hingga sampai mencapai TAUHID MURNI.

Kamis, 01 Januari 2015

Ilmu Tayuh Keris Patrem Mini


TAYUH KERIS PATREM MINI

Tayuh adalah cara untuk mengetahui “isi” sebuah keris. Kita ketahui bersama, sebuah senjata sesungguhnya tidak hanya benda yang kosong belaka. Senjata terutama keris, dibuat oleh seorang empu disertai dengan laku permohonan doa kepada Yang Maha Kuasa agar berkenan untuk memberikan berkah dan karomah tertentu. Doa yang ditanamkan ke dalam sebuah keris itulah yang menjadi “isi” sebuah senjata. Dalam khasanah budaya Jawa, “Isi” sebuah senjata bisa diketahui dengan beragam cara. Salah satunya adalah cara yang saya praktekkan di bawah ini. Nah, saya mohon ijin menuliskan hasil dari menayuh keris dan saya tuliskan untuk pembaca sekalian. Metode yang saya gunakan adalah dengan cara sebagai berikut:
1. Saya memegang sebilah keris kecil sederhana yaitu PATREM.
2. Berbaring santai melemaskan semua otot di tubuh seperti sedang tidur dan tangan yang memegang keris saya letakkan di dada.
3. Tubuh santai dan rileks sambil menurunkan kesadaran hingga tingkat terendah, dan ketika sudah tercapai ke tingkat terendah maka saya memulai dengan membaca sebuah doa. SUN ATURU LAWAN SUKMA, INGSUN LINGGIH LAWAN CAHYANE ROJO BAHNING. TEKENKU JUNGKAT NABI ADAM, KUN….. FAYAKUN.
4. Saya melakukan pengaturan rasa/batin. Perasaan batin saya tenangkan agar KEPEKAAN benar-benar terbangun 100 persen sehingga saya bisa menangkap suara-suara dan penampakan-penampakan yang paling halus.
5. Selanjutnya saya menunggu apa yang terjadi
Sekitar lima menit kemudian, tampaklah sosok sepertinya berjenis kelamin perempuan mendatangi saya. Wajahnya putih bersih, tampak bijaksana dan keibuan menggunakan pakaian adat sunda. Sebelum sempat menanyakan namanya, dia terlebih dulu menyapa saya dengan bahasa yang bisa saya pahami. (Saya alihbahasakan ke bahasa Indonesia saja agar pembaca yang luar Jawa bisa memahaminya)
KERIS: Salam. Kamu telah memanggil saya?
WONGALUS: Salam, selamat datang dan salam kenal
KERIS: Perkenalkan nama saya Kemuning wesitawa, namamu siapa?
WONG ALUS: Saya ‘wongalus’ nyi
KERIS: ya salam. Aku adalah makhluk yang hidup dari doa empu pembuat keris yang kamu pegang itu
WONGALUS: Siapa nama empu pembuat keris yang kupegang ini?
KERIS: Empu Windusakti
WONGALUS: Tahun berapa Empu Windusakti membuat keris ini?
KERIS: 1549
WONGALUS: Subhanallah, Kenapa sang empu membuat keris ini?
KERIS: Empu membuat pesanan senjata khusus
WONGALUS: Siapa dia pemesannya?
KERIS: Namanya Nyi Bika
WONGALUS: Siapa Nyi Bika? Dan dimana keris ini dibuat?
KERIS: Dia seorang isteri seorang patih di Pajajaran. Keris dibuat di sebuah tempat di wilayah kerajaan disana.
WONGALUS: Oh, bisa diceritakan proses pembuatannya?
KERIS: Mulanya Empu Windusakti berdoa dan mengambil besi utuh dan ditempa dibentuk lempeng, dan saat panas itulah dimasukkan ke air lalu memijitinya di dalam wadah air. Jadilah besi menjadi keris
WONGALUS: Ckck.. begitu ya cara membuat keris?. Kalau seorang empu tidak punya ilmu pembuatan keris pasti tidak akan mampu membuat keris dengan cara beguitu. Apa doa yang diisikan dalam keris ini?
KERIS: untuk pegangan keselamatan dan rejeki agar mengalir
WONGALUS: Kenapa doa sang empu memunculkan makhluk seperti kamu, Kemuning wesitawa?
KERIS: Karena saya memang ditakdirkan untuk datang ketika doa itu disebut. Siapa saja yang berdoa dengan sungguh-sungguh dengan japa mantra khusus maka Yang Esa akan memerintahkan sosok untuk menemaninya
WONGALUS: maksud japa mantra khusus itu seperti apa?
KERIS: maksudnya, bahwa kehendak yang sangat kuat dari setiap orang untuk memiliki pendamping goib, maka Yang Esa akan memperkenankannya.. Jadi murni karena keinginan yang baik, maka makhluk goib itu datang karena DIA Maha Memberi.
WONGALUS: Oh begitu…. (belum paham benar maksud pernyataan dia apa lho.. red.) Salam jabat erat persahabatan buatmu yang sudah berkenan untuk datang kepada saya
KERIS: ya terima kasih, saya juga merasa mendapatkan kehormatan sudah kamu ingat dan kamu hadirkan lagi. Sudah bertahun-tahun, orang yang merawat keris ini tidak tahu caranya memanggilku
WONGALUS: Saya tidak memiliki doa dan mantra khusus memanggil keris, bisa kamu ajarkan bagaimana caranya memanggil penunggu isi keris termasuk kenapa kamu mau datang?
KERIS: Mudah, cukup berikan bunga dan bau-bau wangi sebagai tanda tali asih, hormati dia sebagaimana kamu menghormati makhluk yang lain. Sapa dengan hati dan perasaan karena kami adalah mahluk yang berbicara dengan perasaan batin.
WONGALUS: Jadi kami harus merawat pusaka-pusaka peninggalan leluhur dengan baik agar doa pembuat keris itu bisa lestari dan ada isinya?
KERIS: Betul, kamu betul, rawatlah setiap makhluk baik makhluk hidup maupun makhluk yang ada pada setiap benda, karena setiap benda di alam semesta ini ada pemiliknya
WONGALUS: baiklah saranmu akan kami laksanakan, sebab senjata-senjata seperti keris dan lain-lain adalah warisan budaya bangsa yang adiluhung
KERIS: generasimu sudah banyak yang melupakan kami, maka kami juga tidak bisa mendoakanmu, memberikan daya tuah doa pula padamu
WONGALUS: Begitukah?
KERIS: Ya, karena penghubung komunikasi antara makhluk goib dan manusia sepertimu adalah mengingatku, merasakan kehadiranku, dan menghormatiku, karena aku akan pula menghormatimu bahkan mendoakanmu..
WONGALUS: Sungguh mulia hatimu…
KERIS: Bukan aku yang mulia, aku hanyalah doa yang hidup. Doa yang dilanturkan oleh Empu Windusakti. Sampaikan terima kasihmu kepadanya sekarang
WONGALUS: terima kasih Empu, Al Fatihah kukirim buatmu
KERIS: ya itulah tata krama dan sopan santun pemegang benda pusaka
WONGALUS: Kau telah mengajariku, maka ijinkan pula aku mengirimkan Al Fatihah buatmu
KERIS: (diam saja) sebenarnya tidak perlu, karena aku adalah doa. Utama selalu berterima kasih kepada Yang maha Menciptakan, selanjutnya terima kasih pada makhluk…
WONGALUS: sepakat sekali. Mohon jangan marah, aku sekedar bertanya… kamu ini makhluk goib jenis apa?
KERIS: aku ini doa yang hidup
WONGALUS: Subhanallah betapa aku masih belum bisa memahamimu sebab yang kukenal, mahluk itu hanya ada dua jenis: manusia dan jin.. apakah kamu termasuk golongan jin?
KERIS: Tidak.
WONGALUS: Kamu ini malaikat?
KERIS: Kutidaktahu, sebab aku tidak masuk surga atau neraka, aku tidak dihisab karena aku hidup dari doa dan aku tidak punya amal perbuatan
WONGALUS: Terima kasih, darimu kumendapat tambahan wawasan ki Kemuning wesitawa, oh ya saya panggil kamu ”ki” atau ”nyi”. Ki untuk sebutan laki-laki, nyi untuk sebutan perempuan
KERIS: Kemuning wesitawa itu tidak punya jenis kelamin jadi bukan pria atau wanita
WONGALUS: Baiklah kalau begitu, sekali lagi kusampaikan salam hormatku buatmu. Kumelihat aura mu begitu bagus, semoga kamu tetap setia menemani kami, anak cucu yang masih hijau ini butuh bimbingan dan arahan..
KERIS: Doa yang disampaikan dengan jujur dalam hati akan membuat hidupnya kekuatan dan cahaya yang indah
WONGALUS: Saya akan berusaha mengingat pesan-pesanmu dan jangan segan-segan menegurku bila aku membuat kesalahan..
KERIS: ya akan kutegur kamu dengan cara-cara yang halus
WONGALUS: terima kasih
KERIS: kembali
Demikian sedikit hasil tayuh yang kami terima beberapa saat yang lalu. Kami mohon maaf bila ada kesalahan pemahaman karena hati manusia biasa seperti saya bisa salah dalam menerka dan menaksir sebuah fenomena. Kita kembalikan sepenuhnya kebenarannya tentang hal-hal goib ini hanya kepada Allah SWT. Manusia seperti saya benar-benar mahkluk yang lemah dan daif. Terima kasih atas perhatiannya. Salam

Teisme Manusia - Manusia Toraja


TEISME MANUSIA TORAJA

kematian
Kepercayaan terhadap Sesuatu yang Adikodrati dan melakukan ritual-ritual khusus untuk berhubungan dengan yang Adikodrati agaknya dikenal di setiap suku bangsa. Tidak terkecuali suku Toraja di Sulawesi Selatan. Inilah keyakinan manusia Tana Toraja.
Budaya nenek moyang manusia Toraja terbentuk dengan latar belakang suatu sistem religi atau agama suku yang oleh masyarakat Toraja disebut PARANDANGAN ADA’ (harfiah: Dasar Ajaran/Peradaban) atau ALUK TO DOLO . ALUK TO DOLO percaya satu dewa yaitu PUANG MATUA. Di samping itu dikenal juga DEATA (dewa-dewa) yang berdiam di alam, yang dapat mendatangkan kebaikan maupun malapetaka, tergantung perilaku manusia terhadapnya.
Semua aktifitas manusia memiliki nilai sakral mulai dari persoalan tidur sampai membangun rumah. Demikian halnya keberadaan manusia dari lahir sampai mati, aturan-aturan etis dan ritus serta simbol-simbol yang berhubungan dengan kesakralan itu selalu mengiringi keberadaan manusia Toraja. Aturan-aturan etis dan ritus serta simbol-simbol itu menghubungkan manusia secara khas dengan dengan tatanan faktual, baik dengan yang ilahi, maupun dengan sesama manusia dan alam. Kepercayaan inilah yang membentuk pandangan hidup manusia Toraja dan menjadi budaya yang melekat dengan begitu kuatnya.
Petunjuk nenek moyang tetap menjadi pegangan, masyarakat lebih takut melanggap pamali (pantangan yang diajarkan budaya) Mereka taat kepada pemuka adat dan pelanggaran terhadap pamali akan langsung berhadapan dengan nasib buruk.
Dalam budaya nenek moyang manusia Toraja, ada stratifikasi sosial yang cukup menonjol. Ketika perbudakan masih berlaku di Toraja, dikenal golong puang (penguasa, tuan) dan kaunan (budak). Namun pada zaman kolonial hal itu dilarang. Tetapi dalam prakteknya, masyarakat adat Toraja tetap membedakan empat kasta dalam masyarakat yang diurut dari yang tertinggi yaitu TANA’ BULAAN (Keturunan Raja. Bulaan artinya Emas); TANA’ BASSI (Keturunan bangsawan. Bassi artinya Besi), TANA’ KARURUNG (Bukan bangsawan, tetapi bukan juga manusia kebanyakan. Karurung adalah sejenis kayu yang keras) dan yang terendah adalah TANA’ KUA-KUA (kua-kua, sejenis kayu yang rapuh). Dalam hubungan dengan upacara-upacara adat, dikenal pula golongan imam (to minaa atau to parenge’) dan manusia awam (to buda).
Semangat kebersamaan manusia Toraja yang terkenal dengan SEMBOYAN MISA’ KADA DI POTUO PANTAN KADA DI PO MATE (artinya kurang lebih sama dengan “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh). Ini tercermin dalam salah satu upacara adat Toraja yaitu upacara pemakaman (RAMBU SOLO). Dari luar kita bisa melihat adanya nilai budaya yang besar dalam upacara ini. Ada pondok-pondok yang dirikan secara gotong royong. Hewan korban (kerbau dan babi) disiapkan untuk menjamu tetamu yang datang sekaligus simbol penghargaan kepada yang meninggal.
Setelah itu sanak famili dan kenalan mengungkapkan tanda dukacita melalui kehadiran dalam upacara itu sekaligus membawa babi atau kerbau sebagai tanda simpati. Pada akhir pesta biasanya 3 sampai 4 hari, ada juga hewan korban yang disisihkan untuk disumbangkan kepada tempat ibadat.
Martabat di mata masyarakat dijunjung tinggi. Keluarga mempersiapkan pesta dengan hewan korban sebanyak mungkin. Sementara itu, sumbangan dukacita (dalam bentuk hewan korban) yang dibawa famili yang lain atau kenalan, dianggap sebagai hutang. Jika sekali waktu kenalan tersebut menggelar upacara yang sama, maka mau tidak mau hutang itu harus dibayar. Jika tidak, harga diri menjadi taruhan.
RAMBU SOLO bertujuan untuk menghormati dan mengantarkan arwah manusia yang meninggal dunia menuju alam roh, yaitu kembali kepada keabadian bersama para leluhur mereka di sebuah tempat peristirahatan, disebut dengan Puya, yang terletak di bagian selatan tempat tinggal manusia. Upacara ini sering juga disebut upacara penyempurnaan kematian. Manusia yang meninggal baru dianggap benar-benar meninggal setelah seluruh prosesi upacara ini digenapi. Jika belum, maka manusia yang meninggal tersebut hanya dianggap sebagai manusia “sakit” atau “lemah”, sehingga ia tetap diperlakukan seperti halnya manusia hidup, yaitu dibaringkan di tempat tidur dan diberi hidangan makanan dan minuman, bahkan selalu diajak berbicara.
Masyarakat setempat menganggap upacara ini sangat penting, karena kesempurnaan upacara ini akan menentukan posisi arwah manusia yang meninggal tersebut, apakah sebagai arwah gentayangan (BOMBO), arwah yang mencapai tingkat dewa (to-membali puang), atau menjadi dewa pelindung (DEATA). Dalam konteks ini, upacara Rambu Solo menjadi sebuah “kewajiban”, sehingga dengan cara apapun masyarakat Tana Toraja akan mengadakannnya sebagai bentuk pengabdian kepada manusia tua mereka yang meninggal dunia.
Kemeriahan upacara Rambu Solo ditentukan oleh status sosial keluarga yang meninggal, diukur dari jumlah hewan yang dikorbankan. Semakin banyak kerbau disembelih, semakin tinggi status sosialnya. Biasanya, untuk keluarga bangsawan, jumlah kerbau yang disembelih berkisar antara 24-100 ekor, sedangkan warga golongan menengah berkisar 8 ekor kerbau ditambah 50 ekor babi.
Dulu, upacara ini hanya mampu dilaksanakan oleh keluarga bangsawan. Namun seiring dengan perkembangan ekonomi, strata sosial tidak lagi berdasarkan pada keturunan atau kedudukan, melainkan berdasarkan tingkat pendidikan dan kemampanan ekonomi. Saat ini, sudah banyak masyarakat Toraja dari strata sosial rakyat biasa menjadi hartawan, sehingga mampu menggelar upacara ini.
Puncak dari upacara Rambu Solo disebut dengan UPACARA RANTE yang dilaksanakan di sebuah lapangan khusus. Dalam upacara Rante ini terdapat beberapa rangkaian ritual yang selalu menarik perhatian para pengunjung, seperti proses pembungkusan jenazah (MA‘TUDAN, MEBALUN), pembubuhan ornamen dari benang emas dan perak pada peti jenazah (MA‘ROTO), penurunan jenazah ke lumbung untuk disemayamkan (MA‘POPENGKALO ALANG), dan proses pengusungan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir (MA‘PALAO).
Selain itu, atrakasi budaya dipertontonkan, di antaranya: adu kerbau (MAPPASILAGA TEDONG), kerbau-kerbau yang akan dikorbankan diadu terlebih dahulu sebelum disembelih; dan adu kaki (SISEMBA). Dalam upacara tersebut juga dipentaskan beberapa musik, seperti pa‘pompan, pa‘dali-dali dan unnosong; serta beberapa tarian, seperti PA‘BADONG, PA‘DONDI, PA‘RANDING, PA‘KATIA, PA‘PAPANGGAN, PASSAILO dan PA‘PASILAGA TEDONG.
Kerbau disembelih dengan cara yang unik dan merupakan ciri khas mayarakat Tana Toraja, yaitu MENEBAS LEHER KERBAU HANYA DENGAN SEKALI TEBASAN. Jenis kerbau yang disembelih pun bukan kerbau biasa, tetapi kerbau bule (tedong bonga) yang harganya berkisar antara 10–50 juta per ekor. Selain itu, juga terdapat fenomena menakjubkan, yaitu ketika iring-iringan para pelayat yang sedang mengantarkan jenazah menuju Puya, dari kejauhan tampak kain merah panjang bagaikan selendang raksasa membentang sebagaimana yang disaksikan dalam gambar di atas.

Cara Melakukan Raga Sukma


TEKNIK DAN GEJALA MERAGA SUKSMA

Assalamu alaikum wr.wb
Sebenarnya sudah banyak artikel yang membahas mengenai meraga sukma. Walau demikian saya ingin berbagi catatan kecil mengenai meraga sukma. Saya berharap sekaligus mengundang para sesepuh maupun saudara yang lain yang berpengalaman maupun yang baru belajar meraga sukma untuk terlibat dalam diskusi kali ini. Untuk berbagi tips-tips dan trik maupun pengalaman mengenai meraga sukma. Agar kita semua bisa belajar dan mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan meraga sukma. Sehingga kita semua bisa mengambil manfaat dari apa yang kita diskusikan kali ini.
Banyak pendapat dengan meraga sukma seseorang bisa melakukan perjalanan antar dimensi. Menurut tradisi Yoga dan Tao meraga sukma disebut sebagai perjalanan angkasa. Bahkan mereka mampu melakukan meraga sukma dengan waktu yang lama bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Dalam hal ini mereka menggunakan teknik KHEKARI MUDRA yaitu suatu teknik untuk memperlambat napas dengan perhitungan permenit mereka harus mampu bernapas hanya 3-5 kali napas saja….
Adapun saya mendapat pengalaman meraga sukma pertama kali diawal tahun 1995-an. Saat itu saya hanya belajar NAPAS SEMPURNA yaitu berusaha bernapas seperti bayi…bernapas normal dengan perut tanpa diatur. Dan saya berusaha menyadari napas setiap saat dengan cara merasakan setiap tarikan dan hembusan napas….Sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih saya kepada Allah…Karena saya masih dikasih bisa bernapas….
Saya belajar napas sempurna menjelang tidur saya merilakskan tubuh senyaman mungkin, dengan menghirup napas panjang 3-5 kali. Kemudian saya pusatkan perhatian pada keluar-masuknya napas. Tanpa diatur. Sambil menyadari energi yang mengalir keseluruh tubuh setiap desahan napas. Kemudian setiap titik getaran saya tarik dan kumpulkan ke cakra Ajna…kemudian saya alirkan ke tubuh, kaki kiri, naik, kaki kanan dan kembali ke cakra Ajna. Kemudian saya diam untuk merasakan getaran di cakra ke-6 (Ajna) yang semakin kuat…Karena terasa geli atau gimana gitu…Maka saya alihkan perhatian pada getaran diseluruh tubuh. Biasanya saat itu tubuh saya seakan terasa kaku dan dingin seolah saya tidak mampu menggerakkan tubuh…Sesaat kemudian akan timbul suatu getaran yang semakin lama semakin kuat seperti aliran listrik, kadang rasa clekit-clekit, kadang seperti ditusuk jarum, kadang seperti kesemutan diseluruh tubuh, kadang seperti ada semut yang berjalan diseluruh tubuh. Kadang merasakan geli di tulang punggung yang mengalir dari bawah ke atas/kepala. Kadang juga ketiduran….
Biasanya kalau saya tidak tahan merasakan satu diantara hal di atas, maka saya memilih berhenti dan tidur aja….he…3x. Hingga suatu saat, saya terbangun dari tidur (posisi telentang dan mata terpejam) karena ada suatu sensasi getaran tubuh yang merambat dari ujung jari kaki ketarik ke atas dengan sendirinya. Hanya bathin yang memberi tahu “aku akan meraga sukma”. Karena mental saya belum siap mendapat pengalaman di luar tubuh, maka saya berusaha mengendalikan dan membatalkan proses meraga sukma ku yang pertama. Ketika tarikan tubuh astral sampai di dada saya berusaha tahan napas. Kemudian mengeluarkan napas sambil niat menurunkan kumpulan getaran ke kaki…Anehnya dalam proses napas masuk, kembali getaran naik meninggalkan tubuh bagian bawah dan naik sampai dada…Akhirnya saya turunkan lagi. Hal ini terjadi 3-5 napas, baru benar-benar normal atau gejala itu hilang. Dan yang tersisa hanya getaran yang menyebar diseluruh tubuh. Maklum ajalah kalau harus saya gagalkan karena gak ada pembimbing maupun guru… Jadi takut gak bisa kembali atau mati maupun bertemu makhluk ghaib….xixixi.
Dengan penggagalan tersebut telah membuat saya menyesal dan kecewa terhadap diri sendiri, sekaligus penasaran tentang meraga sukma. Hal ini yang membuat saya mencari literatur maupun teknik-teknik meraga sukma.
Adapun teknik-teknik melatih meraga sukma antara lain :
1. TEKNIK MENAHAN NAPAS
Dengan membaca doa/mantra tertentu, setelah itu melakukan penahanan napas sampai tubuh astral keluar tubuh pisik. Tapi saya tidak mau mencoba teknik ini. Karena secara medis tidak baik, disamping berbahaya bagi jantung juga bisa memutus tali kehidupan.
2. TEKNIK MANTRA ATAU DZIKIR
Sebenarnya meraga sukma merupakan tahap perjalanan olah spiritual. Sehingga jika seseorang melakukan dzikir apa saja secara rutin dan istiqomah pasti akan mengalami pengalaman meraga sukma….Ada teman saya yang saat melakukan dzikir laailaha ilallah… Menemukan dirinya berdiri didekat pintu ke luar kamarnya. Saat ia keluar dan menutup pintu kamarnya, ia melihat tubuhnya sedang dzikir…. Namun demikian ada dzikir/mantra tertentu yang ditujukan untuk melatih meraga sukma. Saya rasa di arsip KWA sudah ada banyak silakan memilih yang saudara sukai….
3. TEKNIK MENGATUR MIMPI/LUCID DREAM/YOGA NINDRA
Sebelum tidur membuat visualisasi mimpi yang kita inginkan. Setelah memasuki alam tidur (setengah terjaga dan tertidur/liyep-liyep) melakukan visualisasi kembali untuk membentuk mimpi…. Atau bisa menggunakan doa/mantra pengatur mimpi yang ada di KWA. Setelah mahir melakukan berulang-ulang mengatur mimpi, maka bisa dilakukan untuk meraga sukma…Kakak saya awalnya suka menggunakan mantra pengatur mimpi untuk menemui gadis idamannya. Suatu saat ada temannya yang bermain ke rumah. Pulangnya diantar kakak sampai terminal. Sekembali dari terminal kakakku langsung mengambil posisi tidur dan berniat untuk melihat keadaan temannya dalam bus….Besoknya setelah bertemu temannya dia memberi gambaran posisi temannya duduk di bus. Ternyata benar…
4. MENGAMATI DAN MENJAGA KESADARAN SAMPAI MEMASUKI ALAM TIDUR
Untuk mengetahui keadaan memasuki alam tidur, maka disaat akan tidur silakan menegakkan siku tangan. Sehingga jika kita akan memasuki keadaan tidur biasanya siku akan jatuh. Setelah itu segera niatkan untuk keluar dari tubuh pisik…Pernah suatu hari setelah abis begadang semalaman. Siangnya saya ngantuk berat. Kemudian saya segera membaringkan tubuh. Walau ngantuk berat, sambil memejamkan mata saya berniat dan berusaha untuk tidak tidur….Dalam keadaan setengah sadar setengah tidur (liyep-liyep). Saya merasakan hentakan-hentakan kecil dikaki. Hentakan kecil ini sebagai tanda adanya akan terlepasnya tubuh astral dari tubuh pisik karena keadaan tidur. Setelah itu segera saya niatkan keluar dari tubuh…
5. KUNDALINI
Beberapa buku literatur kundalini menyatakan pada pembukaan cakra sex atau cakra ke-2 seseorang bisa mengalami meraga sukma. Tetapi tidak semua orang menemukan gejala ini. Karena tiap orang berbeda-beda bakat kecenderungan spiritual….Pada saat inti kundalini sudah menyatu dengan inti cakra mahkota maka meraga sukma bisa dilakukan kapan pun ia mau…
Sebenarnya masih ada beberapa teknik lagi seperti teknik pernapasan, meditasi, visualisasi, memperlambat detak jantung dan rilaksasi. Namun dari beberapa teknik itu memiliki inti tujuan yang sama…Yaitu agar kita bisa memasuki keadaan tidur dengan tingkat kesadaran penuh. Sehingga kita bisa tahu pemisahan kesadaran tubuh astral dari tubuh pisik. Kemudian mengarahkan tubuh astral….
Sebelum terjadi pemisahan tubuh astral biasanya ada beberapa tanda/gejala sebagai bagian proses meraga sukma. Adapun tanda/gejala tersebut meliputi:
1. Terasa tubuh melayang-layang saat meditasi, dzikir, pernapasan.
2. Seluruh tubuh terasa dingin dan kaku.
3. Hentak-hentakan kecil dikaki saat memasuki tidur.
4. Tubuh terasa tergelincir disaat tidur atau seperti terlepas dari selimut
5. Tubuh terasa tenggelam.
6. Tubuh terasa tersedot sebuah pusaran.
7. Adanya sebuah getaran seperti aliran listrik di seluruh tubuh.
Penyebab kegagalan dalam meraga sukma:
1. Kecemasan
2. Terkejut
3. Ketakutan
Jika kita saat meraga sukma menemukan kondisi mental seperti di atas, maka biasanya tubuh astral tidak terkontrol dan segera kembali ke tubuh pisik. Mungkin para sesepuh bisa menambahkan faktor-faktor penyebab kegagalan meraga sukma yang lain.
Demikian mengenai catatan kecil saya. Harapan saya agar para sesepuh juga ikut membagikan tips-tips meraga sukma. Serta mau berbagi pengalaman disaat melakukan perjalanan diluar tubuh/meraga sukma, menghadapi rintangan juga perjalanan antar dimensi agar bisa menambah pengetahuan bagi kita bersama.
Terima kasih
Wassalam